Raja Salman Biayai Umrah 1.000 Jemaah Dunia, Termasuk dari Indonesia

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud secara rutin mengundang sejumlah umat Islam di penjuru dunia untuk melaksanakan umrah atas biaya pemimpin Arab Saudi ini.
Tahun ini yang memasuki 1448 Hijriah, Raja Salman yang bergelar Pelayan Dua Masjid Suci ini juga mengundang seribu orang untuk menunaikan "haji kecil", termasuk dari Indonesia.
Program ini berada di bawah payung Program Tamu Pelayan Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Kunjungan, yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan.
Saudi Gazette pada Rabu (24/6) melaporkan, program itu akan berlangsung empat tahap. Tahap pertama yang diundang 250 orang dari 16 negara Asia.
Ke-16 negara tersebut adalah Indonesia, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, dan Mongolia.
Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Syekh Abdullatif Al-Sheikh, berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota atas inisiatif ini.
Menurutnya, program ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam melayani umat Islam global, mempererat persaudaraan antar-bangsa Muslim, serta membangun komunikasi dengan para tokoh agama di seluruh dunia.
Undangan VVIP
Umat Islam yang diundang Raja Salman berumrah akan diperlakukan sebagai tamu negara (VVIP) dan seluruh biaya ditanggung penuh (gratis total).
Fasilitas gratis itu meliputi tiket pesawat, penginapan premium di dekat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, visa, konsumsi dan transportasi, ziarah khusus hingga hadiah eksklusif.
Pada tahun 2024, ada 50 warga Indonesia yang diundang umrah gratis.
