Suasana Menegangkan Saat Mobil Keluarga Diamuk Sopir Angkot

Enam orang satu keluarga yang sedang naik mobil Avanza menjadi korban amuk massa sopir angkot yang sedang berdemo menolak transportasi online di Bandung. Suasana pengepungan itu begitu menegangkan.
Suasana tegang itu bisa disaksikan lewat video yang direkam oleh korban. Video itu beredar viral, Kamis (9/3). Dalam video itu terdengar teriakan-teriakan keluarga Eggi Muhammad yang berharap serangan dihentikan, apalagi ada anak berusia setahun di dalamnya.
"Punten, Pak, punten!" adalah suasa yang terdengar. Juga terdengar takbir, "Allahu Akbar!"
Masih Trauma
Saat ini keluarga yang menjadi korban amukan di perempatan lampu merah Jalan BKR- Jalan Sriwijaya sekitar pukul 08.30 WIB tadi, masih trauma.
"Kami sangat trauma dan ketakutan apalagi di dalam mobil ada anak saya yang baru satu tahun," kata pengemudi mobil Eggi Muhammad di Polsek Regol, Kota Bandung, seperti dilansir Antara.
Awalnya Tidak Curiga
Eggi menceritakan, awalnya tidak merasa curiga saat berpapasan dengan rombongan sopir angkot yang diduga akan ikut dalam aksi mogok di Gedung Sate, Kota Bandung.
Namun ketika berada di perempatan lampu merah Jalan BKR-Jalan Sriwijaya, ia bersama keluarganya mengalami pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya.
Saat lampu perempatan BKR-Sriwijaya menyala merah, massa yang diduga kuat sopir angkot langsung keluar dan meneriaki Eggi sebagai pengemudi transportasi online.
"Mereka langsung memukul mobil dan berteriak online-online," kata Eggi.
Ia mencoba mengklarifikasi bahwa mobil yang dikendarainya bukan transportasi online, namun massa tetap tidak mempedulikannya bahkan mencoba memecahkan kaca menggunakan benda tumpul dan batu.
Suasana Mencekam
Suasana di dalam mobil pun mencekam, ibu, ayah, istri, dan kakak Eggi berteriak dan menangis histeris sambil mencoba menenangkan anak Eggy yang berusia satu tahun. Istrinya pun mencoba meyakinkan bahwa sopir tersebut adalah suaminya.
"Istri saya bilang ini suami saya bukan sopir online. Terus berteriak seperti itu," kata Eggi.
Eggi bersama kakaknya, Depi, tidak mampu berbuat banyak dan mencoba melindungi keluarganya di dalam mobil. Depi kemudian berinisiatif untuk merekam kejadian tersebut melalui handphone selulernya.
Terkena Pukulan
Depi menuturkan, massa mencoba mengambil kunci mobil namun usaha tersebut berhasil diamankan Eggi yang juga harus terkena pukulan dari oknum diduga sopir tersebut.
"Adik dan ayah terkena pukulan, saya pun terkena pukulan di bagian betis," kata dia.
Karena tidak mengabulkan permintaan para oknum sopir untuk keluar dari mobil, beberapa anggota massa kemudian melemparkan batu ke arah kaca mobil, bahkan bagian belakang dan samping kaca pecah serta retak dibagian depan.
Minta Tolong Wali Kota Bandung
"Ibu dan istri adik saya meminta perusakan itu dihentikan, bahkan saya dalam rekaman meminta tolong kepada kang Emil (Ridwan Kamil)," kata Depi.
Tak lama petugas kepolisian dari Polsek Regol segera datang dan keluarga Eggi dapat terselamatkan. Para oknum sopir angkot tersebut kemudian pergi untuk bergabung bersama massa lainnya.
"Untungnya ada petugas kepolisian datang. Kami jadi merasa tenang," kata Depi.
Lapor Polisi
Usai kejadian menyeramkan itu, ia bersama keluarga kemudian mendatangi Polsek Regol dan melaporkan insiden tersebut. Depi berharap oknum yang merusak kendaraannya dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Satu Provokator Ditangkap
Polrestabes Bandung berhasil mengamankan seorang pelaku yang diduga provokator perusakan mobil milik keluarga Eggi di Jalan BKR, Kota Bandung.
"Satu orang kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polrestabes Bandung," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Gedung Sate Bandung.
Ia menuturkan pelaku perusakan berinisial UP dan rekannya merusak mobil milik Eggi Muhammad dengan cara memecahkan kaca mobil saat melintas jalan tersebut.
"Korban tidak mengalami kekerasan fisik. Kaca kendaraaanya dipecah. Sedang kita dalami apakah pelakunya sopir atau pengurus," katanya.
