Konsumsi Madu untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Saya Nurul Izza, seorang mahasiswi di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Nurul Izza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Covid-19 semakin marak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, kita dituntut untuk menjaga daya tahan tubuh kita. Daya tahan tubuh dapat kita peroleh dengan cara melakukan olahraga secara rutin, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, salah satu opsi yang bisa kita ambil adalah dengan mengonsumsi madu.
Tahukah teman-teman! Sejak zaman dahulu, madu memang sudah dimanfaatkan oleh manusia. Bahkan, tabib Mesir pun menyebut bahwa madu adalah penyembuh universal. Selain itu, madu dimanfaatkan sebagai obat penyakit campak pada zaman Cina kuno dan digunakan sebagai salah satu bahan untuk Ayurveda. Ayurveda merupakan suatu metode untuk memperoleh kecantikan dan kesehatan di zaman India kuno.
Penasaran kan, kenapa madu dapat meningkatkan daya tahan tubuh? Ini penjelasannya
Madu mengandung zat flavonoid yang memiliki struktur kimia iso flavon, flavonol, flavanon, flavon, antosianidin, kalkon, dan katekin. Flavonoid merupakan senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap luka, infeksi penyakit, dan juga dapat melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Wah, keren sekali kan teman-teman!
Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa madu dengan konsentrasi 0,1% mampu menstimulasi aktivitas dari sel darah putih. Sel darah putih bertugas sebagai respon imun spesifik, yang terdiri dari respon imun seluler dan respon imun humoral. Respon imun seluler akan terjadi ketika limfositik berkaitan dengan sel T, sedangkan respon imun humoral akan terjadi ketika limfositik berkaitan dengan sel B.
Menurut dr. Zaidul Akbar, seorang dokter sekaligus praktisi pengobatan sunah Indonesia, waktu mengonsumsi madu yang paling baik adalah sebelum makan dan dilakukan setiap hari, dan alangkah baiknya jika bisa mengonsumsi madu sebanyak lima kali dalam sehari sesuai waktu salat.
dr. Cindiawaty Pudjiadi, SpGK pernah berkata, "Madu mengandung vitamin C dan antioksidan yang bersifat anti radikal bebas. Anti radikal bebas ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit, misalnya penyakit jantung dan penyakit kanker."
Selain kaya akan khasiat, madu juga mempunyai rasa yang manis dan nikmat. Madu bisa dijadikan berbagai olahan, baik makanan maupun minuman. Olahan makanan yang kerap dijumpai adalah ayam goreng tepung madu, ayam bakar madu, pisang goreng madu, roti bakar madu, dan udang bakar madu. Olahan minuman yang biasanya dijumpai, diantaranya susu hangat campur madu, teh hangat campur madu, minuman lemon hangat campur madu, dan masih banyak lagi. Wah, ternyata madu tidak hanya bermanfaat tetapi nikmat juga ya, teman!
Dari fakta-fakta di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa mengonsumsi madu secara rutin dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar. Oleh karena itu, rajin konsumsi madu ya, teman-teman!
Sumber:
Senas KS, Linawati Y. Pengaruh Pemberian Madu Hutan Terhadap Proliferasi Limfosit Pada Hewan Uji Tikus Jantan Galur Wistar. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas. 2012;[9]2: 85.
Suranto, Adji. Terapi Madu. Jakarta: Penebar Swadaya; 2007. p. 16.
