Konten dari Pengguna

Seni di Atas Alat Tenun: Mengintip Proses Penuh Cinta di Balik Pembuatan Ulos

Nurul Mardhiah

Nurul Mardhiah

Dosen di PSDKU Universitas Padjadjaran

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Mardhiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Produk umkm "Devi Ulos"
zoom-in-whitePerbesar
Produk umkm "Devi Ulos"

Di balik keindahan motif dan warna yang memukau—didominasi oleh merah, hitam, dan putih—tersimpan sebuah perjalanan panjang yang penuh ketelitian, kesabaran, dan pengabdian. Ini adalah kisah tentang tangan-tangan terampil para penenun, yang dengan penuh cinta dan dedikasi, mengubah gulungan benang sederhana menjadi sebuah karya seni yang bernyawa.

Mari kita mengintip lebih dekat ke dalam proses rumit yang jarang terungkap. Dari pemilihan benang, perendaman pewarna alami, hingga gerakan-gerakan ritmis alat tenun, setiap tahapan adalah sebuah tarian tradisi yang menjaga warisan leluhur tetap hidup. Bersiaplah untuk menyaksikan bagaimana seni dan spiritualitas menyatu di atas alat tenun, menciptakan Ulos yang tak hanya indah di mata, tetapi juga kaya akan makna di hati.

Berikut proses pembuatannya :

1. Tahap pengelosan

Pengelosan merupakan tahap dimana benang digulung atau dipintal guna disiapkan sebagai bahan membuat kain tenun.

2. Tahap perendaman dan pewarnaan

Tahap pewarnaan ini dimulai dengan perendaman benang hasil tahap satu selama 24 jam.

3. Tahap penjemuran

Proses penjemuran benang

Pada tahap ini, benang yang sudah diwarnai tadi digantung lalu diangin-anginkan. Ketika airnya sudah menyusut, jemur benang tadi di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering.

4. Tahap pengelosan

Di tahap ini, akan dilakukan pengelosan atau penggulungan benang yang akan digunakan untuk membuat corak pada kain tenun.

5. Tahap penyekiran

Proses Penyekiran

Pada tahap ini, gulungan benang harus diletakkan dalam tangga rol supaya bisa diproses menjadi bom benang. Lapisi koran untuk memisahkan gulungan tiap benang yang akan digunakan pada proses penenunan sebagai proses akhir pembuatan kain tertentu.

6. Tahap penenunan

Pada tahap terakhir, gulungan benang yang sudah ditata pada alat tenun tadi kemudian digunakan untuk membuat kain tenun. Ketika proses penenunan kain selesai, ulos yang sudah jadi akan digulung pada rol tenun, kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan, lalu ulos siap dijual.

Pada akhirnya, ulos adalah lebih dari sekadar tenunan. Ia adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sebuah doa yang diwujudkan dalam benang. Melalui tangan para penenun, tradisi ini terus hidup, mengajarkan kita arti dari kesabaran, ketelitian, dan cinta yang tak lekang oleh waktu