Pekan Menyusui Dunia, Dukung Ibu Menyusui dengan Cinta bersama Dompet Dhuafa

Halo, sebagai Writer Enthusiast, saya kerap menulis artikel tentang Traveling, Lifestyle dan Parenting. Saya adalah local guides yg mewakili Indonesia dalam Google Local Guides Summit 2017 di San Francisco, Amerika Serikat
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nurul Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pekan Menyusui Dunia: Dukung Ibu Menyusui dengan Cinta Bersama Dompet Dhuafa
Tahukah Anda, bahwa Pekan Menyusui Sedunia diperingati pada pekan pertama bulan Agustus (1–7 Agustus)? Yap, menyusui adalah proses yang sangat “magical”, meningkatkan bonding antara Ibu dan bayi; sekaligus mendistribusikan gizi yang dibutuhkan oleh buah hati.
Ayat tentang ASI terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 233, yang berbunyi: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.". Ayat ini menunjukkan anjuran untuk menyusui bayi selama dua tahun penuh, terutama bagi yang ingin menyempurnakan masa penyusuan
Momen menyusui ini membangkitkan perasaan yang luar biasa. Perjuangan bagi ibunda (dan juga bayinya) untuk tetap bisa meng-ASI-hi secara optimal. Karena pastinya, dalam perjalanan menyusui ada ups and downs yang menjadi bagian jalinan cerita indah bagi Ibu dan buah hati.
Talkshow Menyusui Nusantara
Bahagia menyeruak dalam dada, manakala Dompet Dhuafa bersama LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) menggelar Talkshow Pekan Menyusui dalam Budaya Nusantara. Acara yang edukatif dan inspiratif ini digelar di Sasana Budaya Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Selasa, 26 Agustus 2025.
Vibes Pekan Menyusui sangat terasa dalam acara ini. Kita bisa bersua dengan sejumlah ibu yang sangat peduli dengan lika-liku dunia menyusui. Sembari menyimak talkshow, para peserta juga bisa memanfaatkan bilik konselor dan konsultasi ASI. Yap, semua peserta bisa bertanya langsung dan mendapat panduan praktis dari tenaga ahli, terkait apa saja yang harus disiapkan dan bagaimana mengatasi kendala selama menyusui buah hati. Luar biasa, support semacam ini memang bisa membangkitkan semangat, serta self confidence para ibu yang sedang menyusui anaknya.
Adapun Narasumber yang dihadirkan dalam Talk Show adalah:
dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC, FABM
Ketua AIMI, Ibu Nia Umar, S.Kom, MKM, IBCLC
Yudi Latif, Ph.D., Dewan Pembina YDDR
Alfi, pasien dr. Asti
Pergi ke pasar membeli pandan
Singgah sebentar di rumah saudara
Ibu Menyusui demi ridho Allah sesuai Quran
Anak pun tumbuh jadi insan berakhlak mulia
dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC, FABM melontarkan pantun ini, tatkala menjadi Narasumber talkshow yang mengusung tema, “Prioritaskan Menyusui: Membangun Sistem Dukungan Berkelanjutan”
Pantun yang sangat bernas, karena ASI bukan hanya cairan, tetapi “cairan kehidupan”, yang membawa antibodi, cinta, dan rasa aman bagi bayi. Tentu kita sepakat bahwa meng-ASI-hi adalah investasi masa depan anak, membentuk fondasi kesehatan, kecerdasan, dan karakter. Lebih lanjut dokter Asti menekankan bahwa menyusui bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga membangun fondasi kesehatan, kecerdasan, dan ikatan emosional anak. Dokter Asti adalah volunteer di LKC Dompet Dhuafa, lembaga non-profit yang fokus pada pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa. LKC didanai melalui Zakat, Infaq, Waqaf, dan donasi sosial. Saat praktik, dokter Asti menaruh Al-Quran di mejanya, sebagai pengingat bahwa menyusui adalah kewajiban sesuai Al-Quran (Surah Al-Baqarah ayat 233), bukan sekadar saran dokter.
Adapun terkait keberhasilan menyusui, dokter Asti menekankan pentingnya support sytem yang baik kuat: keluarga yang mendukung, komunitas sosial, fasilitas kesehatan yang memadai, serta kebijakan di tempat kerja yang memudahkan para Ibunda.
Dalam talkshow ini, juga hadir Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Nia Umar. AIMI Adalah organisasi nirlaba berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan menyebarluaskan pengetahuan dan informasi tentang menyusui serta meningkatkan angka ibu menyusui di Indonesia.
Ibu Nia Umar memaparkan bagaimana kiprah AIMI sebagai Komunitas yang Memberi Dukungan serta membantu ibu-ibu agar percaya diri menyusui. Memang, menyusui itu bukan perkara yang semudah membalikkan telapak tangan. Tidak sedikit ibu yang pada awalnya merasa bingung, dan tidak mengerti bagaimana solusi untuk mengatasi aneka kendala saat menyusui. Akan tetapi setelah mendapatkan edukasi dan dukungan komunitas, mereka berhasil. Yap, kita sepakat bahwa dukungan sosial sama pentingnya dengan ilmu menyusui.
Acara ini juga menghadirkan pengalaman inspiratif dari Bapak Alfi, karyawan Dompet Dhuafa. Ia membagikan suka duka kelahiran anaknya dengan berat badan rendah. Awalnya, pelayanan kesehatan memaksakan pemberian formula, yang membuat istrinya trauma dan hampir putus asa.
Namun berkat pendampingan dr. Asti, istrinya berhasil menyusui anaknya dari awal yang hampir tidak keluar sama sekali. Cerita ini menegaskan bahwa dukungan yang tepat, ilmu, dan kesabaran bisa mengubah pengalaman menyusui yang sulit menjadi sukses dan bermakna.
LKC Dompet Dhuafa berikhtiar untuk terus menebar kebaikan melalui berbagai KolaborAksi, baik dengan komunitas lokal maupun lembaga kesehatan, agar ibu-ibu di berbagai pelosok negeri mendapat dukungan nyata dalam menyusui.
Dalam event yang sangat menarik ini, para pengunjung juga diberikan informasi seputar budaya Banten, khususnya tradisi Baduy, dalam praktik menyusui. Tradisi ini menunjukkan bahwa menyusui bisa dilakukan sederhana, murah, tapi tetap berkualitas. Melalui gerakan Budaya Mengasihi, LKC Dompet Dhuafa mempromosikan menyusui berbasis budaya, dengan kader terlatih yang mendampingi ibu hamil dan menyusui di berbagai titik layanan. Hal ini membuat ibu lebih percaya diri, termotivasi, dan merasa didukung secara sosial.(*)
