Konten dari Pengguna

Urgensi Pendidikan Seks pada Anak: Informasi Penting Jangan Sampai Terlewat!

Nurul Astri

Nurul Astri

Mahasiswa Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Astri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang pertama kali Moms pikirkan ketika mendengar kata ‘Pendidikan Seks’? Suatu hal yang tabu? Mengajarkan anak yang tidak-tidak? Pendidikan seks = pendidikan untuk berhubungan badan?

Photo by cottonbro from Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Photo by cottonbro from Pexels.com

Belakangan ini, banyak sekali kasus-kasus pelecehan seksual maupun kekerasan seksual yang semakin marak diberitakan. Tidak pandang bulu, tindakan kekerasan seksual bahkan mengincar anak-anak di bawah umur. Mereka yang seharusnya masih berada di bangku pendidikan, putra dan putri kecil yang begitu berharga, bibit-bibit penerus bangsa, kini menjadi korban kejahatan manusia.

Menanggapi berita mengerikan tersebut, wajar saja jika Moms dan para orang tua di sana merasa khawatir. Moms mungkin bertanya-tanya apa yang bisa Moms lakukan mengenai hal ini? Sebenarnya, ada satu hal yang bisa Moms lakukan yang akan sangat membantu anak-anak, lho! Moms bisa memulainya dengan mengenalkan anak pada pendidikan seks. Sebelumnya, apa sih pendidikan seks itu dan mengapa anak perlu tahu? Jadi, pendidikan seks itu merupakan suatu upaya pemberian informasi mengenai masalah seksual. Tentunya anak perlu dan berhak tahu mengenai pendidikan seks untuk dapat menjaga diri.

Sayangnya, pendidikan seks di Indonesia masih merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. Banyak orang tua yang enggan untuk berdiskusi dengan anaknya secara terbuka mengenai topik yang berhubungan dengan seks. Anggapan tersebut muncul karena kurangnya informasi orang tua mengenai pentingnya pendidikan seksual bagi anak dan suatu pemikiran bahwa pendidikan seksual hanya akan memicu rasa penasaran anak untuk mencari tahu hal-hal lain mengenai seksualitas (Amaliyah & Nuqul, 2017).

Anggapan di atas tentu saja salah, ya Moms! Melalui artikel ini, yuk kita bahas lebih lanjut mengenai pendidikan seks dengan utuh! Diharapkan setelah membacanya Moms tidak ragu lagi untuk menyampaikan pendidikan seks pada anak.

Sekilas Mengenai Pendidikan Seksual

Pendidikan seksual menurut Sarlito (2004) adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan. Tujuan dari pendidikan seks itu sendiri adalah untuk mengenalkan anak tentang jenis kelamin dan cara menjaganya, baik dari sisi kesehatan, kebersihan, keamanan, serta keselamatan berdasarkan tingkat perkembangan anak (Counterman & Kirkwood, 2013). Jadi Moms perlu ingat baik-baik bahwa pendidikan seks itu bukan hanya tentang hubungan seksual, ya!

Sepenting Apa Sih Pendidikan Seks Itu?

Pendidikan seks tentunya sangat penting dan akan sangat bermanfaat untuk kehidupan anak di masa depan. Dengan pemberian edukasi seks yang tepat, anak dapat melihat dan mempertimbangkan dengan jelas apa yang baik dan buruk untuk dirinya. Pendidikan seks juga dapat mengurangi risiko perilaku seksual yang negatif seperti seks bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, pernikahan dini, serta penularan penyakit seksual sehingga membantu meningkatkan kualitas hubungan yang positif pada anak (Nyarko dkk, 2014; Odek, 2006). Wah, banyak banget kan manfaat dari pendidikan seks!

Selain itu, kurangnya pendidikan seks pada anak juga mengakibatkan anak merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya. Oleh karena itu, Moms harus lebih giat lagi nih mengajarkan anak pendidikan seks agar anak dapat mendapat informasi yang cukup!

Bagaimana Cara Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak?

Moms tidak perlu khawatir dan ragu untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak. Berikut ini adalah tipsnya!

  1. Yang paling utama, Moms harus mengubah pola pikir dalam menyampaikan pendidikan seks pada anak. Ingat, seks bukan hanya tentang hubungan seksual! Seks yang ingin Moms kenalkan pada anak adalah mengenai anatomi dan fisiologi organ tubuh antara hubungan manusia yaitu laki-laki dan perempuan.

  2. Berita tahu anak bahwa tubuhnya adalah miliknya yang harus ia jaga baik-baik. Tidak boleh ada yang menyentuh area pribadinya kecuali orang tertentu dengan alasan yang kuat, misalnya dokter ketika anak sedang sakit.

  3. Jelaskan pada anak mengenai perbedaan rahasia yang baik dan yang buruk. Katakan pada anak bahwa ia bisa menceritakan kegelisahannya pada orang tua. Sstt, Moms juga bisa mengatakan rahasia itu hanya akan menjadi rahasia antara Moms dan anak!

  4. Sampaikan informasi mengenai seks pada anak dengan bahasa yang sederhana. Tidak perlu membahas pendidikan seks terlalu rinci. Sesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak.

  5. Penting untuk menjelaskan tentang nilai, emosi, dan jiwa karena pendidikan seks tidak hanya terbatas pada fakta-fakta biologis.

  6. Ajarkan anak bahwa it's okay to say no jika ada perilaku seseorang yang membuatnya tidak nyaman.

Nah, itu dia beberapa informasi terkait pendidikan seks. Jadi pendidikan seks itu bukan hal yang tabu untuk disampaikan pada anak, ya Moms! Sebaliknya, pendidikan seks justru merupakan informasi yang sangat dibutuhkan anak untuk dapat melindungi diri.

Daftar Pustaka

Amaliyah, S., & Nuqul, F. L. (2017). Eksplorasi persepsi ibu tentang pendidikan seks untuk anak. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 157-166.

Counterman, L & Kirkwood, D. (2013). Understanding Healthy Sexuality Development in Young Children. Pediatric Clinics of North America, 50(4), 765-780.

Nyarko, K., Adentwi, K.I., Asumeng, M., & Ahulu, L.D. (2014). Parental Attitude towards Sex Education at the Lower Primary in Ghana, International Journal of Elementary Education, 3(2), 21-29.

Odek, T. (2006). Cultural Challenges and Sex Education in Mageta Island, Kenya, Kenya: Afrika Regional Sexuality Resource Centre. Page 1-26.

Safita, R. (2013). Peranan orang tua dalam memberikan pendidikan seksual pada anak. Jurnal Edu-Bio, 4, 32-40.