Konten dari Pengguna

Sterilisasi Kucing Jalanan Miliki Segudang Manfaat bagi Lingkungan

Nurul Jasmine Fathia

Nurul Jasmine Fathia

Mahasiswa Jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Jasmine Fathia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing jalanan di salah satu kampus di Kota Depok (Foto: Nurul Jasmine Fathia)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing jalanan di salah satu kampus di Kota Depok (Foto: Nurul Jasmine Fathia)

Kucing sejatinya menjadi hewan yang cukup populer untuk dijadikan hewan peliharaan. Namun, saat ini kucing seolah telah menjadi hama karena tingkat populasinya yang sudah di atas rata-rata. Tingkat populasi yang sudah cukup mengkhawatirkan ini terjadi khususnya kepada kucing-kucing yang hidup liar di jalanan.

Banyaknya kucing yang berada di jalanan tak jarang juga menimbulkan berbagai masalah baik bagi lingkungan dan juga bagi kesehatan kucing itu sendiri. Dampak bagi lingkungan bisa terasa akibat kotoran kucing yang berserakan dimana-mana sehingga menimbulkan bau atau bahkan menjadi sarang penyakit. Sedangkan bagi kucing itu sendiri hidup di jalanan dengan kondisi over populasi boleh jadi membuat mereka rentan terkena penyakit baik ringan hingga berat.

Untuk menekan angka populasi kucing jalanan yang kian meningkat berbagai cara pun dilakukan oleh masyarakat. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang teredukasi dan berakibat melakukan cara-cara yang kurang baik untuk menekan angka populasi kucing jalanan. Padahal, masih banyak cara-cara baik yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menekan angka populasi kucing jalanan adalah sterilisasi.

Mengenal Lebih Dekat Gerakan Sterilisasi

Berangkat dari kekhawatiran terhadap populasi kucing jalanan yang kian meningkat setiap harinya banyak masyarakat dan komunitas pecinta kucing yang mulai melakukan gerakan sterilisasi. Sterilisasi sendiri adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mencegah kucing bereproduksi. Pada kucing jantan testis yang merupakan sumber utama hormon testosteron diangkat, sehingga kadar hormon testosteron pun menurun. Sementara untuk kucing betina dilakukan proses pengangkatan ovarium dengan teknik ovariohisterektomi. Setelah ovarium diangkat otomatis kucing tidak akan bisa hamil lagi.

Gerakan sterilisasi ini telah umum dilakukan bahkan di luar negeri sekalipun. Namun, di Indonesia sendiri masih banyak orang yang kontra terhadap keputusan ini khususnya jika ditinjau dari segi agama. Banyak yang berpendapat bahwa sterilisasi adalah haram karena menghalangi kucing berkembang biak sesuai kodratnya sebagai makhluk hidup. Sementara, mereka yang menyetujui tindakan ini menganggap sterilisasi adalah langkah yang tepat karena sterilisasi sendiri memiliki segudang manfaat.

Induk kucing dan dua anaknya yang sedang tertidur di sebuah kardus (Foto: Nurul Jasmine Fathia)k

Segudang Manfaat Sterilisasi

Semakin maraknya gerakan sterilisasi terhadap kucing pun bukan tanpa alasan. Sterilisasi hadir karena banyak pemilik dan pecinta hewan yang merasakan manfaat besar dari sterilisasi. Salah satu manfaat dari sterilisasi yang telah dibuktikan melalui berbagai jurnal kedokteran hewan adalah membuat kucing lebih sehat. Menurut penelitian sterilisasi kucing dapat menurunkan risiko penyakit seperti kanker serviks dan kanker ovarium yang dapat menjangkit kucing-kucing jalanan yang memiliki frekuensi melahirkan lebih dari 2 kali setiap tahunnya.

Manfaat lain sterilisasi bagi kucing adalah mengurangi frekuensi pipis sembarangan yang sering dilakukan oleh oleh kucing jantan. Kucing liar yang sering pipis sembarangan jelas menjadi masalah bagi lingkungan. Bau pipis yang kurang sedap dan najis yang terkandung di dalamnya adalah masalah utama yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Maka dari itu proses sterilisasi bisa menjadi pilihan untuk mengurangi hal tersebut.

Selain dua hal yang telah disebutkan di atas salah satu manfaat sterilisasi yang begitu besar adalah dapat mengurangi angka populasi kucing yang hidup di jalanan. Dengan berkurangnya angka populasi kucing jalanan tentunya banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan khususnya bagi lingkungan. Lingkungan akan lebih bersih karena tak banyak kotoran yang berserakan di tempat umum. Lingkungan juga menjadi lebih damai karena tak ada suara kucing yang saling adu jotos saat musim kawin.

Tak Perlu Khawatir Soal Biaya

Selain pro kontra yang telah disebutkan di atas, tak sedikit orang yang menolak melakukan sterilisasi karena khawatir terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Memang pada awal prosedur ini hadir harga yang ditawarkan untuk satu kali proses steril cukup mahal. Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepedulian masyarakat banyak klinik dan komunitas pecinta hewan yang menawarkan prosedur sterilisasi dengan harga yang murah.

Kucing yang telah disterilisasi (Foto: Nurul Jasmine Fathia)

Salah satunya adalah Yayasan Pecinta Lingkungan atau YPLI, mereka menawarkan harga steril yang cukup bersahabat khususnya bagi kucing-kucing jalanan. Meski harganya yang murah proses sterilisasi yang dilakukan pun terbilang cukup rapi dan tak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kucing. Hanya butuh waktu 2 hari kucing yang disteril bisa pulih seperti sedia kala.