Mahasiswa Unpam Edukasi Siswa SMAN 25 Tangerang soal Bahaya Pergaulan Bebas
Tulisan dari nurul tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas: Kenali Bahaya Pergaulan Bebas
Masa remaja adalah fase penting dalam kehidupan, ketika seseorang mencari jati diri, membangun hubungan sosial, dan menentukan arah masa depannya. Di tengah rasa ingin tahu yang besar dan keinginan untuk diterima teman sebaya, remaja menjadi kelompok yang sangat rentan terpengaruh pergaulan bebas. Karena itu, upaya meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya dan dampaknya perlu terus dilakukan oleh semua pihak, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Apa Itu Pergaulan Bebas?
Pergaulan bebas adalah pola pergaulan yang melampaui batas norma agama, norma sosial, dan hukum, seperti hubungan seksual di luar nikah, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, serta gaya hidup tanpa kontrol. Perilaku ini semakin mudah dijumpai karena derasnya arus informasi di media sosial yang kerap menampilkan gaya hidup bebas sebagai sesuatu yang wajar dan menarik. Selain itu, kurangnya perhatian orang tua, lemahnya pemahaman nilai agama, dan minimnya kegiatan positif ikut mendorong remaja terjerumus.
Dampak bagi Kesehatan
Dari sisi kesehatan, risikonya sangat serius. Perilaku seksual yang tidak aman dapat menyebabkan penyakit menular seksual, HIV/AIDS, dan kehamilan yang tidak direncanakan, yang berbahaya bagi kesehatan fisik maupun mental remaja. Penyalahgunaan narkoba dan minuman keras dapat menimbulkan ketergantungan, merusak organ tubuh, dan mengganggu perkembangan otak yang masih berlangsung pada usia remaja. Dampak ini sering tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi bisa bertahan sepanjang hidup.
Dampak bagi Pendidikan dan Psikologis
Remaja yang terjerumus sering kehilangan fokus belajar, semangatnya menurun, prestasi akademiknya merosot, bahkan sampai putus sekolah. Secara psikologis, mereka rentan mengalami stres, kecemasan, depresi, rasa bersalah, dan rendah diri akibat tekanan dari perbuatan yang telah dilakukan. Kondisi ini membuat remaja sulit mengembangkan potensi diri dan kehilangan kesempatan meraih cita-cita.
Dampak Sosial
Pergaulan bebas juga dapat menghambat masa depan remaja secara sosial. Mereka bisa dikucilkan dari lingkungan, hubungan dengan keluarga menjadi renggang, dan kepercayaan orang lain menurun. Catatan buruk, baik berupa masalah hukum maupun reputasi, dapat memengaruhi peluang kerja dan karier di kemudian hari. Kesenangan sesaat sering kali harus dibayar mahal dengan masa depan yang suram.
Tanggung Jawab Bersama
Meningkatkan kesadaran remaja adalah tanggung jawab bersama. Keluarga menjadi benteng pertama melalui komunikasi terbuka, keteladanan, dan penanaman nilai moral serta agama sejak dini. Sekolah dapat memberikan edukasi kesehatan reproduksi, pendidikan karakter, dan bimbingan konseling yang tepat. Masyarakat dan pemerintah perlu menyediakan wadah kegiatan positif seperti organisasi pemuda, olahraga, dan pengembangan bakat. Remaja sendiri perlu selektif dalam memilih teman, berani berkata “tidak” pada ajakan yang merugikan, dan mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat.
Kegiatan Edukasi di SMAN 25 Kabupaten Tangerang
Sebagai wujud kepedulian terhadap isu ini, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Berdaya melalui Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja” di SMAN 25 Kabupaten Tangerang pada Senin, 12 Oktober 2026.
Dengan kesadaran yang tinggi dan dukungan lingkungan yang baik, remaja diharapkan mampu menjaga diri, membuat keputusan yang bijak, dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, serta siap menyongsong masa depan yang cerah.
Tim pelaksana diketuai oleh Angelin Monicha Radja Manno, dengan anggota Anggi Dwi Lestari, Kristina Helni, Nurul, Novita Andara, Nesalia Jelita, Restu Gumelar, dan Reza Royyan Akbar. Tim didampingi dua dosen pembimbing, yakni Priehadi Dhasa Eka, S.E., M.M. dan Dr. H. Fikron Alchoir, M.Pd., M.M.
Penulis: Angelin Monicha Radja Manno, Nurul (Mahasiswa Universitas Pamulang)

