Konten dari Pengguna

Minoritas Muslim dan Sejarah Islamisasi di Thailand

Nusuma Tifani

Nusuma Tifani

Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jember

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nusuma Tifani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo By: Pixybay.com
zoom-in-whitePerbesar
Photo By: Pixybay.com

Muslim Thailand

Sebagai negara mayoritas beragama Budha, bukan berarti Thailand tidak memiliki penduduk muslim sama sekali. Nyatanya Thailand memiliki penduduk minoritas muslim sekitar 5,7% dari keseluruhan penduduk

Konflik di wilayah Thailand Selatan pada tahun-tahun sebelumnya sangatlah erat hubungannya dengan nilai-nilai agama. Dimana banyak yang berpandangan bahwa konflik yang terjadi tersebut merupakan pertarungan antara Muslim Melayu dengan penganut Buddha Thai.

Namun akhirnya Konflik yang terjadi tersebut mulai mereda pada bulan Februari 2004, saat Organisasi Koferensi Islam (OKI) meminta pemerintah Thailand untuk mengakhiri konflik yang tengah terjadi di wilayah Pattani tersebut. Selain itu dunia internasional juga mendesak pemerintah Thailand agar menegakkan keadilan bagi muslim di wilayah Thailand Selatan tersebut

Belakangan ini hubungan antara masyarakat muslim Thailand dengan Kerajaan Thailand sudah mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari kunjungan Putra Mahkota Thailand ke wilayah-wilayah Thailand Bagian Selatan.

Sejarah Islamisasi di Wilayah Thailand

Mari kita menilik ke masa lalu guna membahas mengenai kemunculan Agama Islam di masyarakat Thailand. Meskipun muslim di Thailand bukanlah mayoritas, tetapi tidak menutup kemungkinan penduduk muslim Thailand akan bertambah banyak

Membahas mengenai Proses Islamisasi di wilayah Thailand, diperkirakan Proses Islamisasi terjadi dikalangan penduduk secara intensif terjadi pada abad ke-12 hingga abad ke-15. Dimana Syekh Said dari Kampong Pasai memiliki peranan yang cukup penting dalam Proses Islamisasi Kerajaan Patani yang berikutnya berubah menjadi Kesultanan Patani. Dengan berdirinya Kesultanan Patani, wilayah ini tidak hanya meneguhkan diri sebagai pusat kekuasaan politik dan perdagangan, melainkan juga menjadi tempat persemaian wacana agama dan intelektual.

Seperti contohnya di bidang intelektual, terdapat nama seperti Muhammad Thabir bin Ali al-Fatani (914-78/1508-78) yang menulis buku Tadzkirat al-Maudhu’at. Beliau juga seorang ulama Patani pertama yang namanya cukup terkenal. Ada juga tokoh lain yang tak kalah terkenalnya seperti Ali bin Ishaq al-Fatani dan Muhammad Shalih bin Abd al-Rahman al-Fatani.

Sedangkan di bidang sosial politik, kesultanan setidaknya telah berupaya dalam menopang proses islamisasi dengan cara mempraktekkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun usaha lebih lanjut guna mempertajam akar islamisasi masyarakat ini terhalang oleh instabilitas politik kesultanan, terutama setelah Patani masuk dalam periode “Ratu Patani” (976-1101/1568-1688)

Sumber Bacaan

Helmiati.2014.Sejarah Islam Asia Tenggara. Pekan Baru : CV. Nuansa Jaya Mandiri Pekan Baru