Aksi Peringatan September Hitam 2026

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret yang tertarik pada bidang media, komunikasi publik, dan pembuatan konten.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nasywa Yasmin Nur Ameylia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Narasumber: Ahmad Fauzan Kamil (Ojan), mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2023, menjabat sebagai Menteri Kaspro BEM FH UNS
Aksi peringatan September Hitam 2026 digelar di Boulevard Universitas Sebelas Maret pada Rabu, 30 September 2026. Aksi ini melibatkan mahasiswa dan aktivis akademika, dengan BEM FH UNS turut serta menyuarakan tuntutan, salah satunya disampaikan oleh Ahmad Fauzan Kamil yang akrab disapa Ojan, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2023 yang menjabat sebagai Menteri Kaspro BEM FH UNS.
September Hitam dinilai masih relevan diperingati karena realitanya pelanggaran hak asasi manusia oleh negara terus terjadi dari tahun ke tahun, termasuk di sekitar lingkungan kampus. Dua kasus yang paling hangat menjadi sorotan adalah warga Ledoksari dekat Stasiun Jebres yang terancam penggusuran lahan oleh PT KAI, serta warga Putri Cempo yang masih dihalang-halangi untuk bekerja sebagai pemulung di TPA. Melalui aksi ini, peserta menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk menghentikan cara-cara represif dalam menghadapi masyarakat sipil yang menyuarakan haknya, serta mendesak Mahkamah Agung dan Panglima TNI untuk membuka secara transparan penanganan kasus yang hingga kini belum mendapat kejelasan berkas maupun putusan yang dinilai adil. Penguatan kelembagaan Komnas HAM turut menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan.
Lebih jauh, aksi ini juga menjadi ajakan kepada mahasiswa, aktivis akademika, dan masyarakat sipil untuk membuka kembali lembar sejarah kelam pelanggaran HAM yang belum tuntas dan belum memberikan keadilan bagi korbannya. Harapannya, dari situ publik dapat mengambil pelajaran sekaligus semangat untuk terus mendorong negara memastikan dan menjamin hak hidup warganya. Aksi hari ini pun ditegaskan bukan sebagai titik akhir, melainkan pemantik awal bagi rangkaian aksi lanjutan yang akan menyasar langsung instansi-instansi terkait secara lebih spesifik.
Sebagai bentuk pengawalan pasca aksi, panitia akan merilis publikasi melalui media sosial Instagram, menyebarkan rilis pers, serta mendistribusikan pamflet dan poster kepada publik. Isu-isu yang diangkat dalam aksi ini juga akan dibawa ke forum konsolidasi, baik di tingkat BEM se-UNS, konsolidasi mahasiswa UNS, maupun forum Solo Raya, guna membangun gerakan lanjutan yang lebih luas dan terarah hingga negara benar-benar kembali pada cita-citanya untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
