Konten dari Pengguna

A p r i l M o p !

Nyengir

Nyengirverified-green

Sebab hydup sesungguhnya adalah layf ~

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nyengir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

april mop (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
april mop (Foto: Pixabay)

“Aku baru menemukan sesuatu di dompetmu,” ujar sang istri kepada suaminya di meja makan saat santap siang. Ia lekas mengeluarkan sesuatu dari dalam dompet dan memperlihatkannya pada sang suami.

Dua bungkus kondom yang masih utuh.

Raut suami mulai panik setengah mampus. Ia mulai jadi gagu, “Uhmmm… itu…. itu….. Ja-ja-jangan anggap aku seenaknya dulu, sayang. A-Aku bisa jelaskan.”

Dengan wajah mahacemberut, istrinya hanya diam saja tanpa merespon. Lewat wajah ketus itu, ia mempersilakan sang suami untuk menjelaskan semuanya.

“Itu untuk kita nanti malam, Sayang!” kata sang suami.

“Buat apa pakai ini? Kamu sendiri yang antar aku suntik KB waktu itu. Dan kamu bilang kamu tak suka menggunakannya sebab bisa mereduksi kenikmatan.”

“E...eeehh… bbbaaaiklah. Aku mengaku. Itu kubelikan untuk temanku, kemudian dia meninggalkan beberapa buah di dompetku. Pasti untuk jahil.”

Istrinya menggelengkan kepala. “Bukan, bukan itu. Sudah, jangan berbohong. Akui saja yang sejujurnya. Kamu selingkuh, kan?” Ia menaikkan suara pada akhir kalimat.

Suami itu tetap mematung. Kembali, istrinya meneriakkan, “Kamu selingkuh, kan?!!!!!!”

Sang suami, yang tampak mulai mensekresikan keringat dingin di tengkuk dan punggungnya, sempat diam ketakutan selama hampir setengah menit.

“Baiklah, sayang. Aku mengaku. Aku memang melakukan persetubuhan dengan wanita lain. Aku melakukannya di hotel semalam.”

Terkejut, badan istrinya bergetar. Ia mulai menangis dan meneriakkan serapah. “Bajingan!” Ia meraih piring di meja makan dan melemparnya hingga pecah belah.

Suaminya langsung mencegah ia berbuat lebih destruktif lagi. Ia memeluk tubuh istrinya yang berontak seraya berkata:

“Tenang, sayang. April mop! Aku mencintaimu. April mop! Ini hanya bercanda!”

“April Mop?”

“Iya, April Mop! Kata-katakku tadi tidak benar!”

“April Mop?” ulang istrinya.

Sang suami mengangguk lagi. Istrinya perlahan mulai tenang dalam pelukan dan melepaskannya.

Tiba-tiba ia berjalan ke dapur. Semenit kemudian, ia kembali ke ruang makan sambil menggenggam sebilah pisau dan mengarahkan mata pisau itu sambil berlari ke arah suaminya.

Sang suami sangat terkejut, “Hei! Apa yang kamu lakukan!!

“INI TANGGAL 8 APRIL!”