Berbagi Kenangan di Sebuah Gang

Nobody
Tulisan dari Oboth Yuni Eko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jika sedang berada di kota Semarang, tak salah kiranya mampir di kawasan kota tua. Bukan hanya menikmati banyak keindahan arsitektur peninggalan Belanda, tapi di kawasan ini juga menawarkan makanan khas yang melegenda.
Namanya Kedai Sate 29, atau masyarakat Semarang mengenalnya sebagai sate kambing Greja Blenduk.
Tak salah dengan sebutan ini, karena letak kedai ini persis di depan Greja Blenduk Kota Semarang.
Sajian sate kambing yang empuk membuat para pelancong dan juga perantau yang pulang ke Semarang, sudi berlama-lama menikmati berbagai menu olahan daging kambing di sini.
Soal harga, ya rasanya cukup sepadan dengan rasa dan olahan daging kambing yang empuk. Sangat disarankan untuk datang siang hari ke kedai ini. Karena jika terlambat, maka cerita soal nikmat, hanya tinggal cerita saja. Tentu tidak mau kan?
Usai makan siang, jangan terburu-buru pindah ke lokasi lain. Cobalah menyeberang jalan. Tepat di seberang kedai sate 29, ada satu gang yang unik.
Mengapa menjadi unik? Karena di ruas gang ini, puluhan tenda menggelar berbagai macam barang bekas.
Bukan sekedar bekas, tapi banyak di antaranya bahkan digunakan mungkin oleh nenek atau kakek kita.
Deretan tenda ini juga menyediakan spot-spot foto jika pengunjung ingin mengabadikan moment di Semarang. Tentunya dengan latar belakang barang-barang yang vintage.
Jangan kuatir soal biaya, untuk berfoto, para pedagang hanya menyediakan kotak uang yang diisi oleh pengunjung serelanya.
Sedangkan untuk barang bekas, pengunjung diuji untuk bisa melakukan penawaran yang terbaik untuk barang yang diidamkan.
Menarik bukan?
