Konten dari Pengguna

Breakfast to Late Dinner

Oboth Yuni Eko

Oboth Yuni Eko

Nobody

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Oboth Yuni Eko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berkunjung ke satu kota, pasti akan terasa kurang jika tidak mencicipi makanan khasnya. Yang menyebalkan, apabila kita tahu makanan khasnya, tapi tidak pas menemukan tempat yang enak sesuai cerita.

Dari pengamatan saya di sejumlah kota, para pelancong pertama kali memilih destinasi di suatu kota berdasarkan obyek wisatanya. Maklum saat ini jaman selfie dan upload di media sosial.

Nah setelah berfoto baru mereka mencari kuliner. Tapi kembali dari pengalaman saya, karena berada diurutan prioritas kedua, maka mereka hanya mengenal nama makanannya. Para pelancong, banyak yang tidak menemukan makanan khas kota tersebut sesuai dengan cita rasa sesungguhnya. Sementara panduan di internet, kadang bisa mengecoh karena tidak lagi mutahir informasinya.

Di tulisan ini, saya mencoba memberikan panduan jajan dan makan ketika berada di kota Semarang.

Pagi hari merupakan waktu tersulit untuk mencari sarapan. Tapi tenang, jika anda berada di kota Semarang, sejumlah makanan yang bisa disantap pagi hari tersedia banyak.

Anda bisa menuju ke kawasan Simpang Lima Semarang. Di sini banyak sekali penjual bubur ayam khas kota Semarang. Bubur khas ini disajikan dengan kuah manis, ditambah suwiran ayam, plus telur pindang. Tak lupa krupuk atau emping tergantung selera anda. Untuk minumnya, tentu saja teh hangat manis.

Jika belum cukup kenyang menyantap bubur ayam, anda bisa mencicipi bubur kacang tanah.

Penjualnya biasa mangkal di depan masjid Baitulrahman masih di kawasan Simpang Lima juga. Ooh ya, semua penjual di kawasan ini pakai gerobak ya. Jadi kita bisa menikmati makanan sambil melihat lalu lalang orang berolah raga pagi, biasanya.

Kalau tidak terbiasa sarapan bubur, ada menu lain. Nasi pecel.

Nasi pecel yang terkenal adalah nasi pecel Mbok Sumo di Jl Kyai Saleh sekitar 1,5 km dari Simpang Lima.

Meski Pecel Mbok Sumo sudah memiliki banyak cabang, saya tetap memilih sarapan di Kyai Saleh. Lebih ke soal nostalgia. Karena di jalan ini, warung Mbok Sumo pertama kali berdiri sekitar 25 tahun lalu.

Menu yang ditawarkan adalah nasi hangat dengan berbagai rebusan sayuran dituang bumbu kacang yang hhmmmm ...

Untuk tambahan lauk, banyak pilihan yang ditawarkan. Ada telor ceplok, daging ayam, daging sapi goreng. Kalau saya memilih gorengan yang namanya mentho. Yaitu gorengan kedelai hitam yang rasanya unik.

Nah sekarang persiapan untuk makan siang. Untuk makan siang sebetulnya banyak sekali menu yang bisa dicoba di Semarang. Tapi saya pilihkan makanan yang bukan resto saja ya.

Bagi anda penyuka soto ayam, wajib rasanya mencicipi soto Semarang Pak Darno di Jl Thamrin. Soto Pak Darno ini, dulu jaman saya kuliah, masih berjualan di bawah tenda. Tapi sekarang, mereka sudah berada di dalam bangunan.

Soto Semarang disajikan dalam mangkuk kecil berisi nasi dengan paduan kol, soun, suwiran ayam yang disiram kuah kaldu ayam bening. Kurang rasanya menikmati soto ini tanpa sate. Pak Darno menyediakan pilihan sate seperti sate telor puyuh, sate kerang, sate ayam, sate kulit, dan sate hati ayam. Semua sate ini disajikan terpisah dengan direndam kuah manis.

Pilihan lain untuk makan siang, ada di sekitar Taman KB jalan Menteri Supeno. Yaitu tahu gimbal. Tahu gimbal adalah makanan khas Semarang yang menyajikan paduan kupat, tahu goreng dan potongan gimbal udang dengan bumbu kacang di atasnya. Sebagai info, gimbal adalah semacam bakwan yang berkulit tipis.

Nah, di sini bagi anda penyuka durian, anda harus mencoba es campur durian nya yang jos. Catatan saja ni, jika berniat jajan di lokasi ini, tanyakan dulu harga per porsinya. Atau pilih tenda yang menyediakan daftar menu lengkap dengan harganya. Waspada saja sih intinya.

Nah, jika ingin jajanan ringan untuk dibawa ke hotel atau teman perjalanan ke obyek wisata lain di Semarang, anda bisa ke Jalan S Parman. Di sini ada Lumpia Pak Edy. Lokasi tepatnya di depan bundaran arah ke Banyumanik. Atau mudahnya sih kalau tanya orang sekitar depan Toko Tong Hien (tokonya sdh tidak ada). Lumpia ini dibuat fresh. Anda bisa pilih mau yang basah atau yang goreng.

Pilihan lain untuk lumpia ada di jalan Pemuda. Yakni Lumpia Mbak Lien. Lokasinya ada di dekat Toko Oen yang legendaris. Soal rasa, kembali ke selera. Kalau saya pilih pak Edy, sih.

Nah kalau menjelang sore, anda bisa kembali ke kawasan Simpang Lima. Di sini ada gorengan terkenal, namanya Prasojo. Menu andalannya adalah tahu petis. Entah kenapa, Prasojo ini pembelinya selalu mengular. Padahal yang dijual ya hanya gorengan seperti umumnya.

Naah tiba waktunya makan malam. Pilihan makan malam di Semarang juga beragam. Tapi saya pilihkan yang khas untuk anda.

Tak lengkap mengunjungi Semarang jika tidak mencicipi Mi Jowo. Mi Jowo adalah makanan yang dimasak menggunakan arang. Ada beberapa pilihan menu di sini. Nasi goreng, mi rebus, mi goreng, bihun goreng dan mi nyemek atau mi dengan kuah lebih sedikit.

Penjual Mi Jowo terkenal adalah Pak Gareng di Simpang Lima dan Pak Rebi di Jalan Menteri Supeno.

Kadang pelancong ingin juga menikmati late dinner. Semarang punya solusinya. Di sudut Simpang Lima tepatnya di depan Matahari Dept Store, ada penjual nasi ayam. Biasanya Nasi Ayam ini buka pukul 22.00 hingga dinihari.

Nasi ayam di sini adalah nasi liwet dengan suwiran ayam ditambah potongan telur dan disiram kuah opor. Kesemuanya disajikan di atas daun pisang dan anda duduk lesehan. Asyik kan.

Nah kiranya cukup, sedikit panduan menikmati kuliner Semarang dari pagi hingga larut malam.

Silakan mencoba ya.