Konten dari Pengguna

Legitnya Serabi Notosuman

Oboth Yuni Eko

Oboth Yuni Eko

Nobody

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Oboth Yuni Eko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalan-jalan ke Surakarta Jawa Tengah, tak sah hukumnya kalau tidak mampir ke Jalan M Yamin. Kenapa? Karena di jalan ini berdiri sebuah toko kue yang usianya nyaris 100 tahun.

Surakarta atau dikenal juga sebagai Kota Solo memiliki beragam pesona wisata. Salah satunya adalah Kraton. Kita bisa berwisata sambil mendalami sejarah di tempat ini.

Tak kalah menarik, tujuan wisata kulinernya juga luar biasa. Contoh saja, Soto Gading yang terkenal karena sejak dulu jadi langganan Pak Jokowi.

Tapi saat ini, kita bahas panganan khas yang tidak ada duanya di kota ini, Serabi Notosuman.

Apa yang menjadikan serabi ini begitu istimewa?

Ternyata kue serabi atau dikenal juga sebagai kue apem ini dibuat pertama kali oleh pasangan Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan yang membuat kue serabi pada tahun 1923. Awalnya, pasangan ini diminta oleh tetangganya untuk membuat kue serabi. Lama-kelamaan banyak yang suka.

Karena banyaknya permintaan itulah, pasangan ini mulai berani mencoba memasarkannya ke masyarakat di Kota Solo.

Rasa yang khas, membuat Serabi Notosuman menjadi terkenal hingga keluar kota.

Hingga kini, sudah generasi keempat yang menjalankan bisnis ini.

Kunci utama dari keberhasilan mereka adalah konsistensi memilih beras terbaik sebagai bahan dasar pembuatan serabi.

Selain itu, Serabi Notosuman juga bertahan dengan menyajikan hanya dua rasa, yakni rasa coklat dan rasa polos. Berbekal konsistensi ini, serabi Notosuman berhasil bertahan di tengah persaingan jajanan sejenis di Solo.

Jika anda berkunjung ke kota ini, tak lengkap rasanys jika tak mencicipi legitnya Serabi Notosuman.