Konten dari Pengguna

Mie Kuah Daging Sapi Taipei

Oboth Yuni Eko

Oboth Yuni Eko

Nobody

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Oboth Yuni Eko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melakukan perjalanan ke luar negeri, bagi seorang muslim tentu akan menemukan kendala makanan.

Apalagi negara yang menjadi tujuan bukanlah negara yang mayoritas berpenduduk muslim.

Pada medio 2016 lalu, saya berkesempatan melakukan perjalanan ke Taipei, Taiwan. Dan benar saja, saya kesulitan menemukan makanan halal di sini. Yang menambah tingkat kesulitan adalah tidak ada keterangan makanan yang tertulis dengan huruf latin dan berbahasa Inggris.

Begitu juga penjualnya. Rata-rata tidak cakap berbahasa Inggris. Walhasil kami berbahasa tarzan untuk berkomunikasi.

Hingga akhirnya, di sebuah pasar malam dekat hotel, saya menemukan penjual mie. Yang memudahkan adalah mereka memajang foto-foto menu mereka di depan kedai.

Ooh ya, dalam perjalanan ini, saya hunting makanan kelas kaki lima ya. Menyesuaikan budget backpacker.

Di kedai yang berada di tengah pasar malam ini, saya akhirnya menunjuk menu mi rebus dengan daging sapi dan telur sebagai pelengkapnya.

Kuah yang segar dan rasa mi yang gurih membayar lelahnya pencarian selama seharian.

Hanya saja, sajian ini terasa kurang bagi lidah Indonesia. Iya kurang karena tidak ada saus cabai. Mereka hanya menyediakan bubuk cabai merah, yang tentunya jauh dari strandar pedas Indonesia.

Jangan tanya soal namanya, karena sekali lagi saya hanya mampu menunjuk foto di menu.

Jika ada yang tahu nama makanan ini atau pernah mencoba di pasar malam Taipei Taiwan, tolong kasih tahu saya ya ....