Atasi dan Pahami Penyakit Saat Lembur

Asisten Editor di kumparan
Tulisan dari Ochi Amanaturrosyidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saking betahnya, sampe harus diusir biar pulang
Tadi pagi, gue dapet pesan berisi link berita meninggalnya dr Stefanus Taofik, yang diduga kelelahan karena piket lebaran non-stop. Pesan tersebut lengkap dengan kata-kata, "Piket lebaran, kaya enggak, sakit iya."
Miris. Karena baik gue atau si pengirim pesan sama-sama orang yang "menjual" Hari Raya demi militansi tiada batas. Hmph, bohong deh. Padahal masuk demi ngelunasin cicilan, sialan. Cari duit berat ya, padahal buang-buangnya gampang banget.
Kelelahan, lack of sleep ditambah lack of food, bisa memicu berbagai macam serangan penyakit seperti typus, diabetes dan bahkan yang paling mematikan: serangan jantung. Oh, bahkan, ketika kita akhirnya menemukan tempat istirahat, masih ada penyakit hipoglikemia yang memicu pingsan atau kematian saat tidur.
Sederet penyakit itu sebenernya bikin gue takut sendiri dari dulu setiap kali bekerja (atau belajar dan main) melebihi "jam aman". Apalagi, ketika memasuki masa haid.
Parah-parahnya kecapekan adalah ketika kita merasakan gejala-gejala berikut. Eh, ini gue cerita aja, ya, bukan berarti ini penanganan yang tepat ala dokter.
1. Dada Sakit

Sakitnya karena mikirin kamu, Neng...
Waspadai serangan jantung jika yang sakit dada bagian kiri (atau kanan kalau misalnya jantungmu ternyata adanya di kanan haha). Tapi kalau sakitnya enggak jelas di sebelah mana dan selalu timbul setiap liat dianya kamu jalan sama pacar barunya, waspadai penyakit serangan tikung.
Pertolongan pertama yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri adalah batuk. Iya, batuk. Walaupun lagi enggak batuk, batuk-batukin aja, "uhuk uhuk." Ketika kita batuk, kita akan memicu jantung untuk bekerja.
2. Pusing

Pusing apa mau telepati, Mas?
Pusing biasa apalagi tiap liat tagihan bulanan sih enggak terlalu bahaya. Cephalgia atau nyeri kepala di bagian belakang hingga leher biasanya terjadi karena kurang tidur, stress, tegang, dan lapar.
Cara mengatasi? Pahami dulu penyebabnya apa. Kalau karena kurang tidur, ya tidur lah. Kalau karena lapar, ya makanlah.
3. Jantung Berdebar

Kalau enggak berdebar juga bahaya sih...
Ini juga bukan karena kamu liat dianya kamu ngeliatin kamu sambil senyum manis banget. Bukan. Yang gue maksud di sini adalah kondisi saat jantung kamu berdebar terlalu kencang tanpa sebab yang jelas.
Banyak hal yang menyebabkan hal ini, termasuk dehidrasi, kadar gula rendah, anemia dan gangguan jantung. Gue pribadi pernah ngalamin ini ketika sangat kurang tidur. Waktu bangun, jantung gue berdebar kenceng banget sampai pandangan gue berkunang-kunang dan akhirnya gue jatoh, ga bisa bangun.
Sebenarnya, ini tidak disebabkan serangan jantung dan resiko komplikasinya kecil, tapi lumayan bikin panik lah. Tapi, jika diakibatkan serangan gangguan jantung, ini bisa menyebabkan stroke dan gagal jantung. Cara menanganinya cukup sederhana: olah pernafasan. Tenangkan pikiran, tarik nafas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut sampai kamu relax dan ritme jantung pulih.
4. Sakit Mata

Diduga Sakit Mata, Pria Ini Luncurkan Rasengan.
Kadang, waktu kecapekan gue ngerasa bagian belakang mata gue sakit kayak ditusuk disertai rasa terbakar di salah satu bagian hidung. Sebenarnya, gue sendiri enggak yakin ini disebabkan oleh kelelahan. Meski masih belum jelas, beberapa ahli menyebutkan sebabnya adalah kelainan pada syaraf trigeminal atau ada masalah pada saluran pembuluh darah dalam kepala.
Cara mengatasinya, duduk tenang di suatu tempat, kalau bisa tiduran sih. Tekan pangkal sisi tengkorak yang terletak di sisi yang sama dengn mata yang sakit lalu bernapas dalam-dalam sampai rasa sakitnya hilang.
Cara paling ampuh lainnya: tidur.
5. WASPADAI HIPOGLIKEMIA

Yang boboknya mangap mana suaranyaaaaa?
Setelah bekerja keras dengan totalitas tanpa batas, kurang tidur dan kurang makan, satu hal yang gue takut banget: Mati Waktu Tidur! Hal ini disebabkan oleh hipoglikemia yang lumayan marak di kampus gue waktu masuk masa-masa ujian.
Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Makanya, orang yang terkena hipoglikemia biasanya gejalanya pucat, pusing, lemas, lapar, lelah, bibir kesemutan, mudah marah, jantung berdebar dan sulit berkonsentrasi.
Bahkan, ciri-cirinya enggak bisa dibedakan sama ciri-ciri cewek PMS atau orang kecapekan pada umumnya!
Pada taraf yang lebih parah, kita akan merasa mengantuk, bertindak seperti orang mabuk, gangguan pengelihatan dan bahkan kejang hingga hilang kesadaran.
Parahnya, ini bisa jadi jauh lebih berbahaya ketika menyerang saat kita tidur. Hayo, tiap kecapekan kita pasti langsung tidur kan? Padahal kita lupa kalau tubuh ini belum mendapatkan asupan gizi dan glukosa yang cukup. Sehingga memicu penyakit ini yang menyebabkan kita pingsan saat tidur dan kemudian meninggal dunia.
Cara menanganinya? Well, makan teraturlah. Kemarin, waktu badan gue lagi bener-bener gak enak parah, tindakan pertama yang gue lakukan adalah duduk, diem sambil neduh menikmati sepoi-sepoi angin dan minum es coklat. Lumayan ngaruh lho, apalagi udah dua hari jam tidur dan porsi makan gue berantakan banget.
6. Mimisan

Mimisan yang penuh kenikmatan...
Ada beberapa orang yang mimisan kalau kecapekan. Ada berbagai macam penyebabnya, bisa faktor genetik bisa juga karena penyakit seperti sinus, kelainan darah atau tumor dan lain-lain.
Gue sendiri, baru sekali mimisan, itu pun kemarin. Gue kira gue mimisan karena kecapekan, tapi kayaknya gara-gara ngupil terlalu dalam deh. Nggak yakin juga sih.
Cara mengatasi? Keluarin aja mimisannya. Tekan hidung selama sekitar 10 menit dengan posisi tubuh yang tegak untuk membantu menghentikan pendarahan, condongkan tubuh ke depan agar darah mengalir keluar dan tidak mengganggu pernapasan. Meski berdarah-darah, biasanya mimisan enggak bahaya kok.
.
Selain pegal linu dan makan hati karena kelelahan bisa mengubah mood jadi super jelek, sabar-sabarin aja. Kalau kata abang sebelah, "sabar, nanti akan indah pada waktunya."
Tips dari gue sih, enggak ada salahnya ngambil lembur emang, tapi pastikan dulu kondisi kesehatanmu sendiri. Karena, kalau ada apa-apa waktu lembur begini, bakal jadi enggak enak banget. Mau minta pulang, enggak ada yang gantiin. Mau minta libur, yah kasian yang lainnya. Mau mati, belum berani. Yaudah, hidup aja dan kerja lagi aja sambil terus perhatikan kesehatan.

Saya beli semua yang di sini, lengkap sama abangnya!
Selamat menikmati hari terakhir piket lebaran, teman-teman! Jaga kesehatan dan jangan lupa minun vitamin sebelum hura-hura dan foya-foya dengan honor kompensasi hohohoho.
