Konten dari Pengguna

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop

Ochi Amanaturrosyidah

Ochi Amanaturrosyidahverified-green

Asisten Editor di kumparan

clock

Tulisan dari Ochi Amanaturrosyidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop
zoom-in-whitePerbesar

Sampai lulus kuliah, keberadaan bioskop buat gue masih samar-samar. Penting enggak penting, karena daripada menyisihkan uang makan yang terbatas untuk nonton, gue lebih suka nunggu di internet. Tolong, jangan ditiru!

Tapi setelah kerja, bioskop jadi naik kasta. Dari kebutuhan super-tersier, jadi kebutuhan sekunder. Waktu libur yang sangat terbatas, menjadikan bioskop semacam hiburan singkat yang cukup bikin seger lah.

Apalagi kalau nontonnya gratis. Semacam waktu kantor nobar The Post yang-saya-enggak-diajak-karena-masuk-siang. Yaudah, gapapa. Abaikan kalimat ini.

Tega nian, mengapa daku kau tinggalkan. Yasudahlah mari kita lanjutkan.

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (1)
zoom-in-whitePerbesar

Sayangnya, kadang ada beberapa hal yang mengganggu kesenangan kecil gue --dan pasti banyak yang ngalamin ini juga. Berawal dari obrolan dengan beberapa rekan, akhirnya gue menyimpulkan deretan hal yang ngeganggu banget waktu nonton di bioskop. Simak gengs!

1. Telepon

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (2)
zoom-in-whitePerbesar

"Halo? Jodoh ada? Oh, lagi kosong, ya..." kata masnya di telepon.

Curhatan ini disampaikan saudara gue beberapa waktu lalu. Ceritanya, si sodara gue, sebut saja namanya Ayu, nonton Black Panther (tau kan? Film Marvel yang kece badai ituh lho) di sebuah bioskop.

Di tengah-tengah film, ibu-ibu di sebelahnya tiba-tiba mengangkat sambungan telepon dari smartphone-nya.

Selain cahaya layar hapenya yang terang, suara ibunya yang telepon kan ngeganggu.

"Waktu gue tegor, dia bilang itu telepon penting karena ada yang meninggal. Bukannya gue enggak simpatik, ya, tapi mbok ya kalau penting keluar aja bentar. Kabarin semua orang, selesaiin dulu urusannya," ungkap Ayu dengan nada kesal.

Yang lebih kesal lagi, ternyata obrolan dari mengabarkan-ada-yang-meninggal, berubah menjadi obrolan ngalor-ngidul enggak jelas. Walhasil, sepanjang film, si Ayu cuma bisa dongkol. Keluar duit iya, seneng juga enggak.

Jadi, sepenting apapun teleponnya, enggak ada salahnya kok keluar bentar buat angkat. Selesaiin dulu urusannya, baru masuk lagi. Lagian, emangnya khusyu' apa ngobrol sambil nonton? Kan berisik...

2. Main Hape

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (3)
zoom-in-whitePerbesar

Chatting dulu, biar dikira enggak jomblo...

Ini beda tipis sama angkat telepon. Pada suatu hari, gue nonton film sama temen gue. Mungkin, karena ybs enggak tertarik dengan filmnya, jadi sepanjang film dia main hape. Entah buka sosmed atau chatting sama orang lain.

Enggak, gue enggak cemburu kok. Dikit.

Masalahnya, lagi-lagi, layar hape itu kan terang, jadi agak ngeganggu pandangan orang yang di sebelahnya. Harusnya fokus ke layar, eh ini ada cahaya di sudut mata. Ngerti kan gimana rasanya?

Belum lagi, ada beberapa orang yang suka ngebunyiin keyboard hapenya. Meski kalau beda dua kursi mungkin enggak kedengeran, tapi kalau sebelahan kan jadi denger tuh 'cetuk cetuk cetuk cetuk'-nya tiap ngetik.

Ada lagi yang dikit-dikit kusrak-kusrek keluar-masukin hape dari tas. Mbok ya duduk diem, anteng lah. Khusus yang ini, sejujurnya, gue juga kadang ngelakuin. Apalagi kalau nonton di hari kerja dan ambil jam sekitar jam 7 atau 8 malem. Bawaannya was-was mulu. Takut disuruh kerja mendadak.

Tapi karena pernah ditegur orang, gue baru sadar kalau kegiatan keluar-masukin hape itu ngeganggu. Jadi agak dikurangilah dengan milih jam nonton yang 'aman', pas libur misalnya.

3. Nanya Jalan Cerita

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (4)
zoom-in-whitePerbesar

Siapa tuhhh liat-liat ke sini. Eaaaaa...

Enggak ada yang salah sih dengan ini sebenernya. Karena kadang, ada beberapa film yang mungkin daya pikir kita enggak nyampe. Misalnya waktu gue diajak nonton Star Wars.

Lah, gue belom pernah nonton Star Wars sebelumnya sama sekali. Jadi waktu nonton, bingung juga. 'Si ijo-ijo itu siapa?' 'Ini apa?' 'Mas-mas ganteng galau itu anaknya siapa?' dan lain sebagainya.

Tapi sepanjang film yang durasinya panjang itu, gue mau nanya tapi gue tahan-tahan. Kenapa? Karena kalau nanya waktu film masih diputer itu sama aja gue ngeganggu temen gue yang gue tanya dan orang-orang di sekitar gue yang denger.

Dan gue keliatan begok, dong. Ini sih yang paling gue hindari.

Jadi, biasanya gue bakal nanya pas udah di luar, pas filmnya selesai. Selain enggak ngeganggu, temen gue juga bisa menjelaskan dengan lebih rinci karena dia enggak ngebagi fokusnya dengan nonton dan kan uda nonton sampai akhir.

Selain itu, ya, paling enggak ga ada orang lain yang tak dikenal dalam radius sekian meter yang bakal mikir, 'dih, begok banget sih, masa gini aja ga paham.'

4. Bawa Bocah

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (5)
zoom-in-whitePerbesar

Culik apa? Culik apa?????

Ini sih tergantung berapa umur bocahnya dan jenis film apa yang ditonton. Pada suatu hari, gue nonton film Jacky Chan yang --kalau ga salah-- judulnya Bleeding Steel (males googling).

Layaknya film action pada umumnya, itu kan berisik banget dan penuh adegan kekerasan. Iya lah, film action kalo enggak ada berantemnya kayak beli bakso kuah enggak pake bakso. Kuah doang.

Sebelah gue, kayaknya sekeluarga sih, dengan tiga orang anaknya yang masih balita. Bahkan, salah satunya masih bayi digendong gitu. Aduh.

Selain karena dedeknya berisik banget, yang bayi nangis mulu, yang dua agak gedhe berantem tereak-tereak gak jelas, sesungguhnya saya iba. Iba sama adek-adeknya.

Kenapa?

Pertama, masalah suara. Kalau enggak salah, anak kecil (bayi gitu-gitu lah ya), bisa menerima suara hingga 45 desibel, sementara suara di film action bisa mencapai 90 desibel. Dua kali lipat dari batas kemampuan. Bisa budek, kamu dek TTwTT.

Emangnya kalian...

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (6)
zoom-in-whitePerbesar

Kedua, seinget gue, umur-umur segitu kan masih golden age, lagi pinter-pinter menyerap ilmu. Di umur-umur segitu, apa yang didengar dan dilihat seringkali akan berpengaruh hingga dewasa. Lah, ini kalau diajak nonton film yang -misal- banyak kata-kata umpatannya, terus ada adegan woohoo -nya.... #tepokjidat

Ketiga, masalah mata. Ini sih asumsi gue semata ya. Kan kalau di dalem bioskop, cahayanya cuma berasal dari satu titik. Karena menurut gue anak-anak matanya masih dalam pertumbuhan (masih lemah lah ya), jadinya kasian kalo uda dipapar cahaya seterang itu. Lah, main hape sama nonton TV gelap-gelap aja kan katanya ga bagus. Apalagi....

Sebenernya, kalau misalnya mau bawa anak (karena orangtua juga butuh hiburan), ada baiknya simbok dan bapake ngalah lah. Carilah tontonan yang emang 'aman' buat anak-anak. Please, jangan jadikan keinginanmu sebagai racun bagi anakmu.#sokbijak

5. Naikin Kaki

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (7)
zoom-in-whitePerbesar

Jangan dinaikin, apalagi kalo mengandung aroma surgawi...

Sumpah. Gue paling enggak suka liatin kaki orang, apalagi yang dinaikin dan jadi sejajar dengan jarak pandang gue. Ga sopan.

Apalagi buat orang kayak gue yang gelian kalo liat sikil. Bawaannya pengen nabok.

6. Pacaran

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (8)
zoom-in-whitePerbesar

Duniya punya berduaaaah, yang laen ngontraks beb!

Bukannya sirik , ya. Gue sih enggak terlalu masalah kalau pacarannya biasa aja. Tangannya pegangan, ya masih bolehlah. Atau kalau nonton film horror, kadang-kadang modus kaget sok lucu juga masih gapapa lah.

Tapi kalau udah kebangetan? Wah wah. Gue pernah nonton di sebelah dua sejoli yang sepertinya lagi anget-angetnya. Film belum sampai klimaks, mereka udah klimaks, cuy!

Berawal dari pegang-pegang tangan, terus cekikikan. Abis itu ciuman --itu keras banget bunyi kecupannya--. Astaghfirullah! Bukannya nonton di layar, gue malah jadi berasa kayak nonton bokep secara live!

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (9)
zoom-in-whitePerbesar

Aku pun sedih, baper lalu....

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (10)
zoom-in-whitePerbesar

Sesekali ku ingin berkomentar, "Itu tangan ke mana woy!"

Gue bayar buat nonton 1,5 jam. Tapi bukan filmya yang ditonton, yang gue tonton malah mas dan mbaknya. Sampai keluar, gue bahkan ga inget jalan cerita filmnya gimana.....

7. Unggah di Medsos

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (11)
zoom-in-whitePerbesar

Mas, boleh diulang gak adegan tadi? Mau saya apdet nih biar kekinian.

Sebenernya udah abis ide, cuma karena gue inget kata Mas Bos, 'Kalau bikin listicle, jumlahnya harus ganjil', jadi ini gue cari-cari aja sih ya.

Siapapun tau, merekam film di bioskop itu dosa menurut Undang-Undang. Bisa diciduk ente. uma hal ini rupanya cukup populer di kalangan anak-anak masa kini.

"Eggak apa-apa lah, kan cuma direkam dikit, buat Instastory," ujar salah seorang kawan.

Gue enggak tau sih, kalau cuma seuprit dilarang apa enggak. Tapi sebenernya, itu pasti ngeganggu orang di deketnya. Kita-kita juga enggak jadi pengen nonton kok dengan liat cuplikan film yang goyang-goyang itu.

Ada sebuah kasus yang gue inget banget beberapa waktu lalu. Jadi, berbeda dengan film-film barat, untuk film Jepang semacam anime gitu kan agak 'susah' lah ya ditemukan di Indonesia.

Nah, suatu hari, ada satu akun instagram resmi (yang ada centangnya), yang mengunggah film yang sedang ditayangkan di bioskop. Film Jepang. DAN KETAHUAN. Dan kabarnya, Indonesia jadi di-blacklist, fans lainnya jadi susah kan kalau mau nonton anime atau film Jepang kesukaan di Indonesia.

Sedih.

Tapi yaudahlah, aku cuma bisa....

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (12)
zoom-in-whitePerbesar

Mungkin itu aja sih, daftarnya. Kadang kita khilaf memang, enggak sadar kalau yang kita lakukan mengganggu orang lain. Gapapa. Asalkan jangan pakai alasan, "Apaan sih, kan gue di sini juga bayar."

Karena nonton di bioskop itu enggak murah buat gue, jadi ya sebisa mungkin gue pengen dapet pelayanan yang maksimal. Dua jam hanya aku dan layar bioskop.

Akhirnya, kalau ada yang ga sreg atau tersinggung maka...

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (13)
zoom-in-whitePerbesar

yang....

Yang Harus Kamu (Please) Lakukan saat Nonton di Bioskop (14)
zoom-in-whitePerbesar

Aku cuma ingin mengungkapkan unek-unek di hati ini.

Oh iya, akhir-akhir ini gue lagi suka banget pakai meme Qasidahan. Bisa diliat di sini (link ga masuk karena diunggah via hape. Mon maap, nanti saya apdet di laptop) yang gengs! Have a nice day, dan mohon maap jika tak sehati.