Entertainment
·
18 Oktober 2020 19:01

4 Cara Meneladani Nabi Muhammad SAW

Konten ini diproduksi oleh Suzan Lesmana
4 Cara Meneladani Nabi Muhammad SAW (100727)
Bulan Rabi'ul Awwa, Bulan Lahirnya Nabi Muhammad SAW. 4 Cara Meneladaninya: Shalawat, Menjalankan Sunnah, Baca Quran dan Ta'alluq. Sumber: freepik.com
Tidak terasa, bulan Rabi’ul Awwal 1442 H menyapa kita, khususnya umat Islam yang jatuh pada Malam Ahad, 17 Oktober 2020 ba’da Maghrib. Sebuah bulan di mana telah lahir seorang manusia tapi bukan manusia biasa. Beliau laksana batu permata di antara batuan biasa (Muhammadun, basyarun laa kal basyari, bal huwa kal yaquti bainal hajari). Beliau adalah Nabi Muhammad SAW yang lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal di tahun Gajah (570 Masehi).
ADVERTISEMENT
Tiga belas abad sudah, Rasulullah SAW meninggalkan umatnya. Namun pengaruhnya tetap hidup, kuat dan berakar, terutama suri tauladannya yang dikenang dan tercatat dalam Al Quran dan Hadits-Haditsnya. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al Ahzab: 21: “Laqad kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanah", yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik”.
Tidak heran, karena memang Rasulullah SAW selain diutus sebagai rahmat bagi semesta alam, juga untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana Sabda beliau: “Innamaa bu`itstu li utammima makaarim al-akhlaaq”, yang artinya: “Sesungguhnya Aku (Nabi SAW) diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak”. (H.R. Bukhari)
4 Cara Meneladani Nabi Muhammad SAW (100728)
Ilustrasi perlengkapan salat. Foto: Shutterstock
Empat Cara Meneladani Nabi SAW
Lalu bagaimana caranya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan yang baik bagi kita? Penulis bagikan bahan ceramah di suatu majelis di mana setidaknya ada empat cara meneladaninya.
ADVERTISEMENT
Pertama, banyak membaca Shalawat Nabi. Sabda Nabi: “Inna awlannasi bi yaumal qiyamati aksaruhum lil sholatan”, yang artinya: “Sesungguhnya orang yang dekat denganku kelak di hari kiamat adalah yang banyak baca salawat”. (HR. Imam Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud)
Saudara, orang tua kita zaman dulu apa saja membaca salawat. Lagi masak, ibu kita baca salawat. Makanya masakannya sedap-sedap. Suaminya namanya Ahmad, dibacakan: “Ahmad Yaa Habibi…Ahmad Yaa Habibi….dst. Masak juga pakai kudungan, makanya masakannya jarang ada rambut yang masuk. Kalau zaman sekarang, ‘kan banyak tuh kita temuin kalau beli makanan, ada rambut panjang nyangkut di gigi.
Beda sama ibu-ibu zaman now, kalau lagi masak senangnya nyanyi: “Sekian lama aku menunggu, untuk kedatanganmu. Bukankah engkau telah berjanji, kita jumpa di sini…dst.
ADVERTISEMENT
Saudara, pahala baca salawat besar sekali. Sabda Rasulullah SAW: “Man Shollaalayya marrotan waakhidatan shollalllahu alaihi bihaasyaro marrootin”, yang artinya: “Barangsiapa membacakan salawat kepadaku (Muhammad) sebanyak satu kali, maka Allah akan membalasnya dengan membacakan selatan kepada orang tersebut sebanyak 10 kali”. (HR. Imam Muslim dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash r.a.)
Bahkan Allah SWT. dan Malaikat-Malaikat Allah bersalawat untuk Nabi Muhammad SAW: “Innalloha wa malaaa`ikatahuu yusholluuna 'alan-nabiy, yaaa ayyuhallaziina aamanuu sholluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa”, yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”. (QS. Al Ahzab: 56)
Jangan sampai kita menjadi orang yang kikir, yaitu “Al bakhilu man dzukirtuindahu falam yusholli alayya”, yang artinya: “Orang yang paling bakhil (pelit) jika di sebutkan Nama ku "Nabi SAW" di sisinya Ia tidak Bersholawat”. (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Hibban, Hakim dan Ahmad)
ADVERTISEMENT
Kedua, menjalankan Sunah-Sunah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan. Sunah Nabi Muhammad SAW banyak sekali. Mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi. Dari ngurus keluarga sampai dengan ngurus negara. Mari kita hidupkan sunah-sunah beliau kalau memang ngaku cinta padanya.
Kalau sudah cinta sama Nabi, insya Allah bareng sama beliau di Surganya Allah SWT. "Al-mar'u ma'a man ahabba", yang artinya: "Seseorang itu akan bersama siapa yang ia cintai". (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)
Ketiga, Membaca dan Mengamalkan Al Quran. Saudara, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: Khairukum man ta'allamal Qur'aana 'allamahu", yang artinya: “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari). Artinya tunggu apalagi kita menunda-nunda baca Quran. Masa’ dari waktu yang kita miliki 24 jam lamanya tidak sempat baca?.
ADVERTISEMENT
Di hadits lainnya beliau juga bersabda: “Iqraul qur'an fainnahu ya'ti yaumal qiyamati syafi'an liasbihi, yang artinya: "Bacalah Al-quran, sungguh akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi pembacanya." (HR. Muslim).
Kadang kala manusia banyak kesibukannya dalam memenuhi nafkahnya dan lain-lain “Al Wajibaat Aktsaru Minal Auqat”, yang artinya “Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang ada”, hingga tidak mungkin mengamalkan semua isi kandungan Al Quran.
Namun ada kaidah fikih yang berbunyi: “Ma la yudraku kulluhu la yutraku kulluhu, yang artinya “Apa yang tak dapat dijangkau semuanya, tidak ditinggalkan semuanya”. Jadi, semampu dan semaksimal mungkin kita jadikan Al Quran sebagai “Guidance of Life”.
Keempat, Ta’alluq atau Keterkaitan. Yakni senantiasa mengaitkan dan mendekat dengan Nabi SAW dalam segala kondisi, antara lain membaca dan mempelajari Nabi Muhammad SAW dari ciri-ciri fisiknya seperti yang tercantum dalam kitab-kitab susunan para ulama salafunashsholih, seperti kitab “Syamail Muhammadiyah” susunan Imam Tirmidzi.
ADVERTISEMENT
Cara lain adalah mempelajari pribadi dan sifat beliau yang Siddiq (jujur, berkata benar), Amanah (bisa dipercaya), Fathonah (cerdas atau pandai) dan Tabligh (menyampaikan). Bisa pula dengan mempelajari sejarah hidup Nabi SAW dari buku-buku Sirah Nabawiyah atau dari kitab Maulid karangan dzurriyyah/keturunan beliau dari Maulid Barjanzi hingga Maulid DhiyaUlami karangan Al Habib Umar bin Hafizh bin Syaikh Abu Bakr bin Salim pimpinan Ma’had Darul Musthofa, Hadhramaut, Yaman.
Saudara, mari jalankan setidaknya empat hal di atas dari sekian banyak kemuliaan Rasulullah. Kita sambut dengan suka cita dan bahagia bulan Rabi’ul Awwal, Maulidnya Nabi Muhammad SAW, dengan harapan kita dibahagiakan Allah SWT di sisa usia kita dimudahkan menjalani sunah-sunah Nabi SAW, mendapatkan syafaatul uzhmanya dan masuk dalam barisan beliau menuju SurgaNya Allah SWT. Aamiin, Shollu ‘alan Nabi!
ADVERTISEMENT