Sekelumit Kisah Sang Inovator, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko (2018-2021)

Pranata Humas, ASN BRIN, ASNation
Tulisan dari Suzan Lesmana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosok inovator dan humoris tersebut akhirnya resmi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada Rabu, 28 April 2021. Ya, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. saat ini adalah Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tiga tahun sudah ia memimpin Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sejak 31 Mei 2018 hingga kemarin dilantik menjadi Kepala BRIN.
Pak Han, begitu beliau biasa saya sapa, jika bertemu seringkali tetiba langsung “nembak” saya bikin pantun, “Hayo, pantunnya apa, Can?” Saya pun tergagap sekejap jika “ditembak” demikian oleh seorang Kepala LIPI. Meski saya dikenal MC pantun di instansi saya, namun jadi grogi juga jika diminta bikin pantun dadakan. Tapi begitulah Pak Han, tetap ramah dan cair kepada semua sivitas LIPI.
Tak terasa, dalam tiga tahun masa kepemimpinannya sebagai Kepala LIPI, saya fikir Pak Han telah sukses memimpin dan mengawal langsung proses transformasi LIPI menjadi lembaga riset yang lebih efisien, efektif, dan produktif. Tranformasi kelembagaan tersebut dijalankan sebagai komitmen mendukung Reformasi Birokrasi (RB) yang dicanangkan pemerintah.
Jejak Sang Inovator
Mengutip dari situs resmi lipi.go.id, Pak Han yang lahir di Malang, 7 Mei 1968, mendapatkan amanah menjadi Kepala LIPI setelah dilantik oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI pada 31 Mei 2018. Sebelumnya, Pak Han adalah Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI dari tahun 2014 sampai tahun 2018.
Pada tahun 1993, bapak dua anak ini meraih gelar strata 1 bidang fisika di Universitas Kumamoto Jepang. Sedangkan gelar Master bidang fisika teori disabetnya dari Universitas Hiroshima, masih di Jepang. Kemudian pada tahun 1998, Pak Han memperoleh gelar doktor pada universitas yang sama.
Pak Han memulai karir fungsional penelitinyanya di Pusat Penelitian Fisika LIPI tahun 1987 dan menjadi Kepala Grup Fisika Teori dan Komputasi Pusat Penelitian Fisika tahun 2002-2012. Selanjutnya tahun 2012-2014, menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI.
Selain di penelitian akademis, Pak Han juga memiliki ketertarikan menciptakan inovasi bagi masyarakat. Dirinya termotivasi keresahan atas pola lama birokrasi yang bertele-tele. Contoh nyata inovasinya adalah implementasi sistem online penuh untuk Seleksi Penerimaan CPNS yang merupakan revolusi besar untuk mencegah proses penerimaan CPNS yang cenderung rentan KKN.
Inovasi sistem online tersebut memantik ingatan saya kembali 11 tahun lalu. Saat itu saya memegang amanah Kepala Subbagian Penemuan Baru yang Bermanfaat bagi Negara, sebuah jabatan struktural yang merupakan salah satu unit kerja setingkat eselon IV di Bagian Pengembangan, Biro Organisasi dan Kepegawaian LIPI. Tugasnya adalah melakukan pelayanan administrasi Sekretariat Tim Penilai dan Penghargaan bagi Pegawai Negeri Sipil yang membuat penemuan baru dan bermanfaat bagi negara berdasarkan Pasal 40 ayat (3) Keputusan Kepala LIPI Nomor 3212/M/2004.
Sedangkan fungsi Subbagian Penemuan Baru LIPI adalah melaksanakan kegiatan Sekretariat Tim Penilai Penemuan Baru dengan membentuk Tim Penilai guna membantu Kepala LIPI dalam menetapkan PNS yang memenuhi persyaratan administratif dan kriteria penilaian untuk menerima penghargaan/apresiasi pemerintah melalui penemuan baru yang bermanfaat bagi negara.
Dasarnya adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 1981 tentang Tim Penilai Penemuan Baru Yang Bermanfaat Bagi Negara (PB3N) dan Surat Edaran Bersama Kepala Badan Administrasi Negara dan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 15/SE/1982 dan Nomor 704/KEP/J.10/1982 tanggal 27 Oktober 1982. Luarannya adalah apresiasi/penghargaan berupa kenaikan pangkat/golongan satu tingkat dari pangkat/golongan terakhir.
Nah, pada awal tahun 2010, salah satu usulan penemuan baru yang masuk berasal dari salah satu peneliti LIPI dari Pusat Penelitian Fisika, yakni Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. Usulan penemuan barunya adalah ’Aplikasi TI Publik Berbasis Komputasi dan Data Terdistribusi’. Penemuan Pak Han ini merupakan kumpulan aneka teknologi baru hasil penelitian dasar di bidang teknologi informasi berbasis sistem komputasi dan data terdistribusi. Meski awalnya merupakan hasil proses penelitian dasar, pada perjalanannya inovasi-inovasi ini berhasil mencapai tahapan teknologi yang berpotensi diaplikasikan di berbagai kebutuhan.
Inovasi ini memungkinkan pengembangan aneka sistem informasi dengan kecepatan proses yang meningkat tetapi dilain pihak membutuhkan jauh lebih sedikit media untuk penyimpanan dibandingkan dengan algoritma konvensional. Saat itu telah dikembangkan berbagai aplikasi skala menengah sampai besar dengan basis penemuan ini. Semuanya telah berjalan dan dipakai secara luas oleh publik khususnya komunitas ilmiah di Indonesia.
Salah satu aplikasi TI tersebut diimplementasikan pada Seleksi Penerimaan CPNS LIPI secara on line sejak tahun 2005. Saya sendiri tak sempat mencicipi aplikasi tersebut mengingat saya adalah angkatan terakhir pada tahun 2003 yang melamar ke LIPI dengan manual tulis tangan.
Naik Pangkat Istimewa
Singkat cerita dalam sidang Penilaian Usulan Penemuan Baru yang Bermanfaat bagi Negara, pada 3 Mei 2010, Tim Penilai sepakat menyatakan usulan Pak Han dinyatakan ”Bermanfaat” dan dapat direkomendasikan untuk memperoleh kenaikan pangkat istimewa satu tingkat lebih tinggi dari pangkat terakhirnya, yakni Pangkat Pembina Tingkat I – IV/b kepada Kepala LIPI. Saat itu, Kepala LIPI-nya adalah almarhum Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, Apt., M.Sc.
Saudara, itulah sekelumit kisah saya dengan sosok Pak Han yang sekarang telah menjadi Kepala BRIN. Izinkan saya mempersembahkan dua pantun yang saya buat saat pelantikannya.
Pantun pertama:
“Berbaju koko warnanya biru, berlapis rompi dijahit kemarin.
Selamat Pak Handoko 'tuk amanah baru, dari Kepala LIPI jadi Kepala BRIN”
Pantun kedua:
“Kopi di teko seduh dadakan, diseduh hangat di hari raya.
Untukmu pak Handoko kami doakan, tetap semangat teruslah berkarya"
Sebagai penutup, harapan saya semoga Pak Han dapat mewujudkan BRIN sesuai yang diharapkan yakni meningkatkan kualitas riset tanah air sebagaimana amanat lahirnya UU Sisnas Iptek 11/2019. Semoga Pak Han dengan BRIN-nya mampu mendongkrak roda riset Indonesia melalui integrasi dari kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta invensi dan inovasi sehingga mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa. Aamiin.
***
Suzan Lesmana – Pranata Humas LIPI
