Konten dari Pengguna

Rumah Sosial Kutub Terus Gencarkan Gerakan Anakku Bebas Stunting

Rumah Sosial Kutub

Rumah Sosial Kutub

Lembaga pengelola ZISWAF dan inisiator Gerakan Sedekah Minyak Jelantah melalui program TERSENYUM - rumahsosialkutub.org

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rumah Sosial Kutub tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama Yenny Nursanti Ali (Ketua TP PKK Jakarta Utara),  Ali Maulana Hakim (Walikota Kota Jakarta Utara), Jeehan Nahdia (Koor. Supply NGO Kitabisa), dan Suhito (Direktur Rumah Sosial Kutub). Foto; Dok: RSIK
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama Yenny Nursanti Ali (Ketua TP PKK Jakarta Utara), Ali Maulana Hakim (Walikota Kota Jakarta Utara), Jeehan Nahdia (Koor. Supply NGO Kitabisa), dan Suhito (Direktur Rumah Sosial Kutub). Foto; Dok: RSIK

Berkolaborasi dengan Pemkot Jakarta Utara dan Kitabisa, Rumah Sosia Kutub terus gencarkan semangat untuk melakukan upaya menekan hadirnya angka stunting. Peluncuran gerakan kolaborasi yang bertajuk Anakku Bebas Stunting ini dilaksanakan di Ruang Fatahillah, Kantor Walikota Kota Utara.

Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub (RSIK), Suhito, menuturkan bahwa permasalahan stunting tidak bisa diselesaikan sendiri, butuh kerjasama banyak pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta maupun masyarakatnya itu sendiri.

"Oleh sebab itu, kegiatan hari ini adalah wujud kolaborasi yang nyata untuk sama -sama mengentaskan angka stunting khususnya di Kota Jakarta Utara. Harapannya, dengan berjalanya program ini secara massif di seluruh wilayah Jakarta sangat mungkin kelak akan berdampak ke wilayah-wilayah lainnya," harap Suhito yang juga merupakan pembina Relawan Indonesia Tersenyum (RIT) ini.

Senada dengan harapan Suhito, Walikota Kota Adm Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim juga berharap agar dukungan pemerintah terhadap program kolaborasi ini tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan berkesinambungan demi tercapainya Indonesia Bebas Stunting.

“Kami sangat mengapresiasi Rumah Sosial Kutub dan Kitabisa. Kita tahu bahwa permasalahan stunting bukan tanggung jawab satu orang saja, melainkan tanggungjawab bersama. Untuk itu perlu kolaborasi," ucap Ali Maulana Hakim saat memberikan kata sambutannya.

Walikota Jakarta Utara setelah melakukan penyerahan paket bebas stunting secara seremonial kepada penerima manfaat. Foto: Dok. RSIK

Koordinator Supply NGO dari Kitabisa, Jeehan Nahdia menuturkan bahwa sebagai platform penggalangan donasi online terbesar Indonesia, Kitabisa sangat menyambut baik gerakan kolaborasi yang diantaranya bertujuan menekan naiknya angka stunting ini.

“Sebagai platform urun dana, banyak amanah orang baik yang dititipkan melalui kami untuk anak-anak Indonesia. Maka kami akan selalu mendukung dan menyambut baik kolaborasi baik yang diinisiasi oleh Rumah Sosial Kutub bersama Pemerintah Jakarta Utara. Semoga kita bisa mengukir senyum bagi anak-anak hari ini dan masa depan.” ujarnya.

Acara yang dilaksanakan bersamaan dengan momentum hari peringatan Sumpah Pemudah, Jumat (28/10) ini menghadirkan pakar gizi dan kesehatan ibu dan anak. Selain itu hadir juga kader PKK se-Jakarta Utara dan warga Jakarta Utara yang sedang hamil atau tengah mempersiapkan memiliki anak.

Selain melakukan edukasi dan penyuluhan, dilakukan juga pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak stunted yang tinggal di wilayah Jakarta utara.