Konten dari Pengguna

Edupreneurship: Mengubah Lulusan Menjadi Pencipta Lapangan Kerja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Francissco Oktorio Susanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels: https://www.pexels.com/photo/man-in-black-and-white-plaid-long-sleeves-holding-a-tablet-computer-6913334/
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Tima Miroshnichenko from Pexels: https://www.pexels.com/photo/man-in-black-and-white-plaid-long-sleeves-holding-a-tablet-computer-6913334/

Selama ini pemahaman umum tentang pendidikan sering kali berhenti pada satu tujuan mencetak lulusan yang siap mencari pekerjaan. Anak anak didorong belajar dengan tekun menguasai berbagai mata pelajaran lulus dengan nilai baik lalu berharap ada lowongan pekerjaan yang menampung mereka. Namun kenyataan yang kita hadapi saat ini sangat berbeda.

Jumlah lulusan yang keluar dari sekolah dan perguruan tinggi setiap tahun terus bertambah sementara kesempatan kerja yang tersedia tidak pernah mampu mengimbangi laju tersebut. Banyak pemuda yang telah bersekolah bertahun tahun justru kesulitan menemukan tempat yang sesuai dengan kemampuannya atau bekerja di bidang yang tidak berhubungan dengan ilmu yang dipelajarinya. Ilmu yang seharusnya menjadi kekuatan justru terasa berat jika tidak ada pihak yang memberi kesempatan.

Padahal di tangan setiap lulusan tersimpan kemampuan untuk tidak sekadar mencari tempat bekerja melainkan menciptakan tempat itu sendiri. Di sinilah peran penting edupreneurship sebuah perubahan pandangan yang mendasar bahwa pendidikan tidak hanya mempersiapkan seseorang untuk diperkerjakan tetapi membekalinya untuk membangun menciptakan dan memberi pekerjaan bagi dirinya serta orang orang di sekitarnya.

Edupreneurship adalah penyatuan antara pendidikan dan semangat kewirausahaan yang dijalankan sejak dini. Ia bukan sekadar mengajarkan cara mendirikan usaha melainkan mengubah cara berpikir tentang apa yang dapat dilakukan dengan ilmu yang telah dipelajari. Selama ini banyak yang memisahkan keduanya sekolah mengajarkan teori dan pengetahuan sementara dunia usaha dianggap urusan yang terpisah dan baru dihadapi setelah lulus.

Edupreneurship meruntuhkan sekat tersebut. Ia menanamkan kesadaran bahwa setiap hal yang dipahami setiap keterampilan yang dikuasai setiap gagasan yang muncul di pikiran memiliki nilai nyata yang dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dan sekaligus menjadi sumber penghidupan. Ketika semangat ini tertanam maka seorang pelajar tidak lagi hanya berpikir bagaimana menjawab soal ujian agar lulus tetapi mulai bertanya bagaimana pengetahuan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada di lingkungannya.

Ia melihat kebutuhan di sekitarnya mencari cara untuk memenuhinya dengan kemampuan yang dimilikinya lalu berani melangkah mewujudkannya menjadi usaha yang nyata. Inilah inti perubahan itu dari sikap menunggu diberi kesempatan menjadi menciptakan kesempatan itu sendiri dari bergantung pada orang lain menjadi berdiri di atas kekuatan sendiri.

Dampak perubahan ini sangat besar dan menjangkau jauh ke depan. Seorang lulusan yang berhasil membuka usahanya sendiri tidak hanya menyelesaikan masalah penghidupannya sendiri. Satu usaha yang tumbuh akan membutuhkan bantuan orang lain sehingga ia secara langsung maupun tidak langsung membuka lapangan kerja bagi mereka yang juga membutuhkannya. Satu orang yang berhasil dapat mengangkat banyak orang bersamanya. Usaha yang berkembang akan membutuhkan bahan baku jasa pendukung sarana pengangkutan hingga tempat pemasaran sehingga roda perekonomian di lingkungan itu mulai berputar lebih cepat dan lebih luas.

Kesejahteraan tidak lagi hanya mengalir dari atas ke bawah melainkan tumbuh dari setiap keluarga setiap desa setiap daerah yang memiliki pemuda berani berkarya. Kemakmuran yang lahir dari cara seperti ini juga lebih kokoh dan tahan lama. Ia tidak mudah goyah karena tidak bergantung sepenuhnya pada pihak luar melainkan tumbuh dari kemampuan gagasan dan kerja keras warga sendiri. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai kemampuannya dan hasilnya pun dinikmati bersama di lingkungannya sendiri.

Edupreneurship juga membuat pendidikan terasa lebih bermakna dan nyata bagi setiap pelajar. Ketika seseorang memahami bahwa apa yang dipelajarinya dapat mengubah keadaan hidupnya sendiri dan orang orang di sekitarnya maka semangat belajar pun tumbuh dengan sendirinya. Ia tidak lagi bertanya untuk apa mempelajari hal ini melainkan berpikir bagaimana hal ini dapat saya manfaatkan. Kreativitas yang selama ini terpendam mulai muncul gagasan gagasan baru bermunculan dan keberanian untuk mencoba hal yang belum pernah ada sebelumnya tumbuh tanpa rasa takut.

Sekolah pun tidak lagi menjadi tempat yang terpisah dari kehidupan masyarakat melainkan sumber gagasan dan tenaga penggerak yang membawa perubahan nyata. Ilmu yang dipelajari tidak menjadi barang yang tersimpan di kepala atau di atas kertas ijazah melainkan kekuatan yang terus berkembang menghasilkan karya yang berguna hari ini dan menyiapkan langkah yang lebih baik untuk masa depan.

Namun perubahan besar ini tidak akan terjadi sendirian.Ia memerlukan dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Pendidik tidak hanya menjadi pemberi materi tetapi juga pembimbing yang menumbuhkan keberanian berpikir berkreasi dan memulai sesuatu yang baru. Lingkungan sekolah memberi ruang bagi peserta didik untuk berlatih berinovasi dan tidak takut melakukan kesalahan yang justru menjadi bagian dari proses belajar.

Masyarakat menyambut karya karya baru dengan rasa bangga dan dukungan sehingga setiap usaha yang lahir mendapat tempat untuk tumbuh dan berkembang. Ketika semua bergerak bersama maka kita akan menyaksikan perubahan yang nyata lulusan yang tidak hanya cerdas secara ilmu tetapi juga mandiri berani dan bermanfaat bagi lingkungannya.

Lapangan kerja tidak lagi sesuatu yang harus dicari jauh jauh dengan bersaing ketat melainkan sesuatu yang dibangun dari potensi yang ada di sekitar kita sendiri. Itulah hasil terindah dari edupreneurship ketika setiap tangan yang terpelajar menjadi tangan yang membangun setiap pikiran yang tercerahkan menjadi peluang yang terbuka dan setiap generasi yang lulus menjadi pemimpin bagi kemajuan negerinya sendiri.