Di Forum Ekonomi Dunia, Sandiaga Sebut OK OCE Sebagai Model Pemberdayaan UMKM

Gerakan Sosial Penciptaan Lapangan Kerja Berbasis Kewirausahaan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari OK OCE tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perancis- Sandiaga Salahuddin Uno, menegaskan peran penting Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendorong pemulihan ekonomi global saat tampil sebagai pembicara di forum internasional Rencontres Économiques d’Aix-en-Provence 2025 di Prancis.
Dalam sharing sessionnya, Sandiaga menyampaikan bahwa UMKM adalah pilar utama yang mampu menciptakan solusi konkret atas tantangan-tantangan global seperti krisis geopolitik, perubahan iklim, dan transformasi ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antar negara di kawasan Asia Tenggara, bukan saling berkompetisi, demi masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Asia Tenggara bukanlah tempat untuk saling bersaing, tapi untuk bangkit bersama. Masa depan kawasan ini ada pada kolaborasi," ujar Sandiaga.
Ia memperkenalkan pendekatan “Innovation with a Soul” yang berfokus pada tiga pilar: Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi (3ion). Inovasi yang dimaksud tidak hanya bersifat teknologi tinggi (high-tech), tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan kebutuhan sehari-hari (high-touch). Misalnya, teknologi yang bisa diterapkan langsung di rumah, pasar, dan lahan pertanian.
Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga memperkenalkan gerakan OK OCE sebagai contoh nyata pemberdayaan UMKM di Indonesia. Program ini telah berhasil menggandeng lebih dari 600 ribu pelaku usaha, dan menjalin kerja sama lintas negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat.
"OK OCE adalah model nyata bagaimana kolaborasi, pelatihan, dan pemberdayaan bisa menciptakan solusi berkelanjutan bagi para pelaku UMKM," jelasnya.
Tak hanya itu, Sandiaga juga membahas peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembangunan desa. Melalui INOTECH Foundation dan program “Desa Emas”, para pemuda desa diberikan pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.
Ia menambahkan bahwa untuk menghadapi tantangan dunia, diperlukan inovasi yang berbiaya rendah, bersifat sirkular, dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Krisis iklim, konflik global, dan naiknya biaya hidup sudah bukan lagi ancaman masa depan tapi kenyataan hari ini. Kita butuh solusi nyata sekarang juga,” tegasnya.
Mengakhiri presentasinya, Sandiaga mengajak para pemimpin dunia untuk bersama-sama menjadikan hambatan sebagai jembatan menuju kolaborasi dan masa depan yang lebih cerah.
