Mengenal Strategi Digital Marketing Funnel Dalam Tingkatkan Penjualan

Gerakan Sosial Penciptaan Lapangan Kerja Berbasis Kewirausahaan
Tulisan dari OK OCE tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mengelola suatu bisnis di era digital saat ini kita perlu untuk menyusun strategi pemasaran untuk dapat bertahan di kedepannya. CEO TokoIg.com. Taufik Ardi mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan penjualan adalah dengan menerapkan strategi digital marketing funnel, hal ini disampaikan saat dirinya memberikan pelatihan Training of Trainer Modul 3, Sales Booster and Marketing kepada Anggota OK OCE, Via Zoom, Rabu, 24 Februari 2021.
“Funnel merupakan strategi tertentu yang bertujuan mengarahkan seseorang berpindah dari satu kondisi ke kondisi lain untuk menghasilkan penjualan yang optimal,”ungkapnya. Cara mendesain funnel yang optimal pada prinsipnya adalah seperti gratiskan dulu, baru bayar, atau jual murah dulu, baru jual mahal”, jelas Taufik.
Adapun beberapa tahapan dari dasar funnel. Funnel sendiri dimulai dari adanya awareness atau kesadaran dari para calon konsumen.
“Ketika muncul sebuah tindakan tersebutlah strategi funnel dapat dikatakan berhasil,” ungkap Taufik. Konsumen mulai sadar dengan produk apa yang ditawarkan. Jika konsumen telah mengetahui apayang dilihatnya, maka para calon konsumen dapat tertarik dengan produk. Dari tahap tersebut, muncullah suatu keputusan, jika konsumen tertarik, maka akan muncul tindakan membeli produk tersebut.
“ Tujuh fase funnelling online yakni Attract Traffic, Lead Capture, Nurture Prospect, Convert Sales, Deliver and satisfy, Up Sell Customer, dan Get Referral”.
Difase pertama, para pebisnis dapat menaikkan Attract Traffic dengan membuat lead magnet, seperti free trial, voucher, dan diskon. Pada fase ini pebisnis dapat memanfaatkan jejaring sosial seperti website, blog, dan toko online. Free trial, memberikan voucher hingga memberi diskon akan menarik para calon konsumen.
Fase selanjutnya merupakan Lead Capture, dimana pebisnis perlu untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau pembeli di website, blog, dan toko online. Pengumpulan lead merupakan strategi penting dalam peningkatan sales serta dapat membuat para pengunjung tertarik. “Lead capture, misalnya kita menarik calon konsumen dengan kata-kata yang menarik, atau mengajak. Mau bisnis Anda naik kelas?, misalnya”, tambah Taufik.
Nurture Prospect merupakan fase berikutnya dimana pebisnis akan menggunakan autoresponder untuk pembuatan daftar email pelangganserta email marketing. Hal ini berkaitan dengan fase sebelumnya, bahwa adanya database pelanggan yang dibangun maka perlu ada timbal balik atas apa yang diinginkan pelanggan tersebut. Autoresponder, atau pemberi respon nantinya akan melayani para pengunjung tanpa harus di respon satu persatu.
Pada tahap, Convert Sales, copywritting sangat tinggi peranannya. Copywriting sendiri nantinya dapat mengarahkan pikiran para pengunjung toko untuk dapat menyetir jawaban sehingga pengunjung lebih tertarik dan membeli produk tersebut.
Deliver and satisfy, pada tahap ini pastikan pesanan konsumen sampai dan mereka puas dengan apa yang mereka terima. Berikan apa yang mereka harapkan dan berikan kejutan yang tak disangka-sangka. “Lakukan after sales service dalam tahap ini”, tambah Taufik.
Fase selanjutnya adalah Up Sell Customer, dengan melakukan segmentasi email, lakukan pemilahan list pembeli dan free list dalam database pebisnis. Selanjutnya adalah Get Refererral, jangan malu untuk meminta rekomendasi konsumen anda untuk memberikan refereeal dan siapkan tombol share di email dan toko online produk anda.
Dari ke beberapa strategi funnel tersebut, Taufik juga menjawab pertanyaan dari beberapa peserta yang hadir dalam acara, salah satunya pelaku usaha yang masih baru soal dunia digital. Taufik menambahkan, tidak terlambat untuk pebisnis yang baru akan go digital. Jangan terlalu focus untuk hal produksi saja, strategi digital marketing juga harus dijalankan agar produk laku dan bisnisnya pun kian berkembang, atau naik kelas,” tutupnya.
