Konten dari Pengguna

OK OCE Apresiasi Hari Kewirausahaan Nasional Bersama Para UMKM

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari OK OCE tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta- HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) mengadakan peringatan Hari Kewirausahaan Nasional di SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan, pada tanggal 10-11 Juni 2025. Acara ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun HIPMI ke-53.

Peringatan ini, yang juga merupakan perayaan Hari Kewirausahaan Nasional pertama, bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dan memacu semangat pengusaha muda untuk terus berkembang.

Foto : Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE (Tengah) Berfoto bersama Anggota OK OCE
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE (Tengah) Berfoto bersama Anggota OK OCE

Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, yang juga hadir bersama dengan anggota OK OCE mengapresiasi kegiatan ini.

“Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional dan mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia,”ungkap Iim.

HIPMI, sebagai inisiator Hari Kewirausahaan Nasional, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM dan pengusaha muda

Dalam kegiatan juga hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Peluang bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk ikut mengelola tambang semakin terbuka lebar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur hal ini sedang dalam tahap akhir dan segera dirampungkan.

"Saya menawarkan kepada Pak Menteri UMKM, segera inventarisir, mana UMKM-UMKM yang paten. Sebentar lagi PP sudah harus selesai," kata Bahlil.

Foto : Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE (Tengah) berfoto bersama Anggota OK OCE

Ia meminta agar kementerian terkait segera mencari UKM yang dinilai layak untuk diberikan prioritas mengelola tambang di daerah-daerah tertentu. Namun Bahlil mengingatkan, tidak semua UKM akan langsung bisa masuk sektor ini, hanya yang sudah profesional.