Konten dari Pengguna

Anak Sekolah Dasar Masa Kini: Antara Kematangan dan Kehilangan Masa Kanak-kanak

Oktalia rhomadanti

Oktalia rhomadanti

Mahasiswa Uin Raden Fatah Palembang

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Oktalia rhomadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Dokumen Pribadi

Di era digital yang serba cepat ini, anak-anak usia sekolah dasar (SD) menghadapi realitas yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang menuntut kematangan lebih dini, namun di sisi lain, mereka berisiko kehilangan esensi masa kanak-kanak yang penuh keceriaan dan eksplorasi.

Tuntutan Akademik dan Tekanan Sosial

Banyak anak SD saat ini menjalani hari-hari mereka dengan jadwal yang padat: sekolah formal, les privat, dan tugas daring. Fenomena ini mencerminkan tekanan akademik yang tinggi sejak usia dini. Seperti yang diungkapkan oleh psikolog anak, Seto Mulyadi, “Anak-anak tidak kekurangan waktu, yang mereka butuhkan adalah waktu berkualitas.” Namun, waktu berkualitas untuk bermain dan bersosialisasi semakin langka.

Pengaruh Media dan Teknologi

Paparan terhadap media sosial dan konten digital sejak dini membuat anak-anak lebih cepat dewasa dalam cara berpikir. Namun, kematangan ini sering kali tidak diimbangi dengan kesiapan emosional. Konten yang tidak sesuai usia dapat memengaruhi perilaku dan nilai-nilai mereka, seperti meningkatnya kasus perundungan dan kecanduan gawai.

Dalam era pertumbuhan yang cepat dalam teknologi informasi dan komunikasi, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari. Ini merujuk pada beragam situs dan aplikasi yang beroperasi melalui teknologi internet. Teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk terhubung dengan berbagai orang, baik mereka yang dikenal maupun yang belum pernah ditemui sebelumnya (Triastuti, Endah, Dimas Adrianto, 2017).

Hilangnya Permainan Tradisional

Permainan tradisional seperti petak umpet, kelereng, dan lompat tali mulai ditinggalkan. Anak-anak lebih memilih bermain dengan gawai daripada berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Hal ini menyebabkan berkurangnya kemampuan sosial dan empati mereka.

Peran Orang Tua dan Lingkungan

Orang tua dan lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kematangan dan kebahagiaan masa kanak-kanak. Memberikan waktu untuk bermain, membatasi penggunaan gawai, dan mendorong interaksi sosial dapat membantu anak-anak menikmati masa kecil mereka dengan lebih baik.

Anak-anak SD zaman sekarang berada di persimpangan antara kematangan yang dipaksakan dan kehilangan masa kanak-kanak. Penting bagi kita semua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka secara seimbang agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas, bahagia, dan empatik.