Konten dari Pengguna

Jangan Asal Viral, Kosmetik Juga Harus Cek KLIK

oktania dhiya

oktania dhiya

Pharmacist

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari oktania dhiya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Instagram BPOM Bogor
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Instagram BPOM Bogor

Media sosial membuat tren kosmetik bergerak begitu cepat. Hari ini satu produk ramai dibicarakan karena dianggap mampu membuat kulit lebih glowing, besok muncul produk lain yang disebut-sebut sebagai skincare wajib punya. Bagi generasi Z yang begitu dekat dengan TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital, mengikuti tren kecantikan memang menjadi hal yang tidak asing. Namun, di tengah derasnya rekomendasi dan promosi kosmetik di media sosial, ada satu kebiasaan sederhana yang jangan sampai dilewatkan: Cek KLIK sebelum membeli dan menggunakan kosmetik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui berbagai kanal komunikasi resminya terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih produk obat dan makanan yang aman, termasuk kosmetik. Salah satu pesan yang sering digaungkan adalah Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Jargon ini bukan sekadar bagian dari kampanye atau branding BPOM, tetapi merupakan langkah sederhana yang sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk generasi muda.

Kebiasaan Cek KLIK menjadi semakin penting ketika kosmetik tidak hanya dijual di toko atau gerai resmi, tetapi juga dengan mudah ditemukan melalui marketplace dan media sosial. Konsumen dapat menemukan berbagai produk dari dalam maupun luar negeri hanya dengan beberapa kali scroll dan satu kali klik. Ditambah dengan adanya review, video before-after, hingga rekomendasi dari beauty influencer, sebuah produk dapat menjadi viral dalam waktu singkat.

Namun, sesuatu yang viral tidak otomatis berarti aman. Banyaknya jumlah view, likes, komentar positif, atau rekomendasi dari seseorang bukanlah jaminan bahwa suatu kosmetik telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Karena itu, sebelum ikut membeli produk yang sedang ramai dibicarakan, konsumen perlu membiasakan diri untuk melakukan pengecekan secara mandiri.

Langkah pertama adalah Cek Kemasan. Pastikan kemasan kosmetik dalam kondisi baik dan tidak rusak, bocor, atau menunjukkan perubahan yang mencurigakan. Setelah itu, Cek Label dengan membaca informasi yang tercantum pada produk. Jangan hanya tertarik pada desain kemasan atau klaim manfaatnya, tetapi perhatikan pula informasi seperti nama produk, komposisi, cara penggunaan, peringatan atau perhatian, serta informasi lain yang tercantum pada label.

Selanjutnya, Cek Izin Edar. Sebelum membeli kosmetik, konsumen dapat memastikan status izin edar produk melalui kanal resmi BPOM. Langkah ini menjadi penting terutama ketika produk ditawarkan melalui akun media sosial atau toko daring yang belum kita kenal. Jangan hanya karena produk tersebut sedang viral atau ditawarkan dengan harga murah kemudian kita langsung memasukkannya ke keranjang belanja.

Terakhir, jangan lupa Cek Kedaluwarsa. Produk kosmetik yang sudah melewati masa kedaluwarsa sebaiknya tidak digunakan. Konsumen perlu membiasakan diri melihat tanggal kedaluwarsa sebelum membeli dan kembali memeriksanya sebelum menggunakan produk, terlebih jika kosmetik tersebut sudah lama tersimpan di rumah.

Kebiasaan sederhana ini sebenarnya sangat relevan dengan gaya hidup generasi Z. Di tengah budaya digital yang serba cepat, menjadi konsumen yang cerdas bukan berarti harus berhenti mengikuti tren kecantikan. Kita tetap bisa mencoba produk baru, mengikuti rekomendasi beauty creator, atau membeli kosmetik yang sedang ramai diperbincangkan. Yang penting, jangan menjadikan viral sebagai satu-satunya alasan untuk membeli.

Cukup luangkan beberapa menit sebelum checkout. Periksa kemasannya, baca labelnya, pastikan izin edarnya, kemudian lihat tanggal kedaluwarsanya. Jika informasi yang ditemukan belum meyakinkan, jangan terburu-buru menggunakan produk tersebut.

Media sosial memang membuat tren kecantikan semakin mudah diikuti, tetapi keputusan untuk menggunakan sebuah kosmetik tetap berada di tangan konsumen. Jangan sampai keinginan untuk tampil mengikuti tren membuat kita mengabaikan keamanan diri sendiri.

Jadi, untuk generasi Z, mulai sekarang jangan hanya “cek keranjang” sebelum membeli kosmetik. Biasakan juga Cek KLIK. Karena menjadi bagian dari tren bukan berarti harus ikut-ikutan tanpa berpikir. Jangan asal viral, kosmetik juga harus Cek KLIK dulu.