Audiensi dengan DLH Jatim, Tim PKM-VGK Unesa Kenalkan inovasi "FARMORA"

Seorang Mahasiswa aktif S1 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Oktavia Dwi Kasmadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inovasi dari mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kini hadir untuk menjawab tantangan krusial di kota-kota besar: keterbatasan lahan pertanian dan pencemaran lingkungan. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari UNESA berhasil memukau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dengan gagasan brilian mereka, "Farmora", sebuah proyek yang menawarkan solusi terintegrasi dan cerdas.
Pada Selasa, 9 September 2025, tim PKM-VGK UNESA mendatangi kantor DLH Jatim dan mempresentasikan ide Smart Aquaponic Reservoir berbasis AIoT. Pertemuan ini diterima langsung oleh Yunita Suci Amalia, S.Si selaku Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Jatim. Selama hampir dua jam, diskusi hangat terjadi, membahas bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi dua isu strategis sekaligus.
Farmora dirancang sebagai sistem pertanian modern yang memanfaatkan kembali air tercemar untuk membudidayakan tanaman dan ikan secara bersamaan. Ide ini sangat relevan dengan kondisi Surabaya, di mana pencemaran air menjadi masalah yang terus-menerus. Dengan Farmora, air yang awalnya tidak layak pakai bisa diolah dan diubah menjadi sumber daya produktif, menciptakan siklus keberlanjutan.
Yunita Suci Amalia memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Ia menilai bahwa Farmora tidak hanya kreatif, tetapi juga merupakan solusi konkret yang sejalan dengan program DLH Jatim dalam menjaga ekosistem. "Gagasan ini sangat tepat untuk memanfaatkan kondisi air di Surabaya yang cenderung tercemar, sehingga dapat diolah dan dimanfaatkan kembali," ujarnya.
Keberhasilan tim UNESA dalam mendapatkan pendanaan nasional dari Kemendikti semakin mempertegas potensi besar Farmora. Proyek ini bukan hanya sekadar ide, melainkan sebuah terobosan nyata yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap penanggulangan masalah pangan dan lingkungan, tidak hanya di Surabaya, tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia.
