Model Komunikasi Pemasaran

Mahasiswi Universitas Amikom Purwokerto
Tulisan dari Oktavian Aristina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunikasi pemasaran merupakan cara atau metode yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menyampaikan pesan kepada audience, yaitu konsumen atau calon konsumen dengan tujuan menawarkan atau menjual sebuah produk, mengingatkan, serta membujuk konsumen untuk melakukan tindakan pembelian. Komunikasi ini merupakan ilmu dasar yang perlu dikuasai oleh suatu perusahaan untuk menarik minat konsumen. Apabila seseorang tidak memiliki keahlian komunikasi yang baik, maka proses penyampaian pesan akan terkendala.
Mengapa komunikasi sangat penting dalam pemasaran? Hal itu karena, komunikasi merupakan langkah awal untuk menjalin hubungan dengan klien yang kemudian dapat menyukseskan bisnis Anda. Untuk itu, diperlukan model komunikasi yang bisa menjelaskan dengan mudah sebuah proses komunikasi. Berikut 2 model komunikasi yang dikemukakan oleh ahli komunikasi yang cocok atau sesuai digunakan dalam ranah pemasaran.
1. Model Komunikasi dari H. Lasswell
Model komunikasi ini bersifat satu arah dan tidak memiliki feedback yang meliputi, who, says what, in which channel, to whom, with what effect (siapa mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa dan berefek apa). Contoh penerapan model komunikas ini dalam pemasaran adalah iklan baliho, iklan televisi, serta iklan radio. Komunikasi pemasaran melalui media tersebut hanya bertujuan untuk memperkenalkan produk atau mengingatkan konsumen. Efek yang ditimbulkan pun akan sangat beragam tergantung masing - masing orang yang menerima. Namun, model komunikasi satu arah memiliki kekurangan karena tidak adanya feedback yang diberikan, seperti:
Tidak memberikan kesempatan kepada komunikan untuk mengemukakan pendapat.
Efek lainnya komunikan belum tentu memahami pesan yang dimaksud komunikator.
2. Model Komunikasi Interaksi dari Schramm
Model komunikasi ini merupakan model komunikasi yang bersifat dua arah, di mana ada interaksi antara produsen dengan konsumen. Mereka dapat saling bertukar pendapat atau mengutarakan gagasan. Tidak seperti model komunikasi satu arah, dalam model komunikasi dua arah terdapat unsur umpan balik yang membuat proses komunikasi lebih interaktif karena berlangsung secara dua arah. Contoh penerapannya adalah komunikasi pemasaran yang berlangsung di media sosial seperti unggahan di media sosial ataupun sales promotions.
Dalam hal ini, feedback merupakan unsur penting namun, gangguan juga perlu diperhatikan. Dalam proses komunikasi itu ada sumber, pesan, media, audience, gangguan, dan feedback. Kelebihan adanya komunikasi dua arah yaitu:
Dapat membangun komunikasi yang lebih efektif antara komunikator dengan komunikan.
Bias informasi dapat dikurangi karena komunikan dapat bertanya kepada komunikator mengenai kejelasan pesan.
