Tingkatkan Kesadaran Masyarakat: Edukasi Listrik Aman dan Hemat

Teknik Elektro Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Yo'el Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wonogiri, 8 Februari 2025 – Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Yo'el Meola Wardana, mahasiswa Teknik Elektro dari Universitas Diponegoro, melaksanakan program kerja (proker) berjudul "Edukasi Listrik Aman dan Hemat dalam Lingkup Rumah Tangga" di Desa Gumiwang Lor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman dan hemat guna mengurangi risiko kebakaran serta menekan biaya listrik rumah tangga.
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dan perwakilan dari tiap dusun di Desa Gumiwang Lor. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi mengenai keselamatan dan efisiensi listrik kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaannya, Yo'el menggunakan metode pemaparan atau presentasi dengan bantuan media visual powerpoint. Peserta diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan listrik yang aman dan hemat, serta kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya mengenai permasalahan kelistrikan yang dihadapi di rumah masing-masing.
Adapun materi yang disampaikan dalam program ini meliputi dua aspek utama, yaitu:
1. Pemakaian Listrik yang Aman dan Jauh dari Kebakaran
Menghindari penggunaan colokan listrik bertumpuk yang dapat menyebabkan korsleting.
Memeriksa kabel dan stop kontak secara berkala.
Menggunakan peralatan listrik berstandar SNI.
Mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan.
Tidak membiarkan alat elektronik menyala tanpa pengawasan dalam waktu lama.
2. Pemakaian Listrik yang Hemat
Mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan.
Menggunakan peralatan listrik dengan daya sesuai kebutuhan.
Memilih peralatan listrik hemat energi seperti lampu LED dan AC berlabel hemat energi.
Mengoptimalkan pencahayaan alami di siang hari.
Memanfaatkan teknologi seperti timer atau saklar otomatis.
Program ini mendapatkan respons positif dari peserta. Para ibu-ibu PKK dan perwakilan dusun mengaku memperoleh wawasan baru mengenai cara menghemat listrik dan meningkatkan keamanan dalam penggunaan listrik di rumah. Beberapa peserta berencana untuk menerapkan kebiasaan baru, seperti tidak menggunakan colokan bertumpuk dan mengganti lampu dengan LED hemat energi.
Dengan keberhasilan program ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan listrik yang aman dan hemat semakin meningkat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan di berbagai daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap keselamatan dan efisiensi energi dalam kehidupan sehari-hari.
