Nanoteknologi Manipulasi Materi Skala Sel

Profesi sekarang adalah seorang guru di Universitas Sangga Buana. Menulis untuk berbagi baik pengetahuan, pemikiran, maupun bisa saja perasaan serta opini, dalam berbagai hal, bisa dengan topik kesehatan, teknologi, ataupun humaniora. Salam.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Wisnu Pitara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pendahuluan
Di dalam kehidupan kita sehari-hari, kini dengan mudah kita menemukan berbagai barang dengan atau hasil dari nanoteknologi. Jenis teknologi ini mulai dikembangkan tahun 1960an, hingga sekarang masih terus berkembang pesat dan sangat populer di berbagai bidang. Dalam kurun waktu beberapa dekade mendatang, diperkirakan akan lebih banyak aspek kehidupan bertumpu pada jenis teknologi ini. Marilah di dalam artikel ini kita mendiskusikan beberapa aspek dari topik nanoteknologi ini.

Nanoteknologi
Nanotek atau Nanoteknologi adalah bidang ilmu dengan fokus mempelajari dan memanipulasi materi pada ranah skala molekular atau atomik. Skala nano mempunyai ukuran dalam kisaran: 1 sampai dengan 100 nanometer. Sebagai perbandingan, apabila sehelai rambut manusia diukur dalam satuan Nanometer, diameter rambut sekitar 100.000 nanometer. Jadi ukuran rambut menjadi sangat besar di dalam skala nano. Satu nanometer sekitar 1/100.000 diameter rambut manusia!
Sifat-sifat dari material pada skala nano bisa berbeda dibandingkan dengan pada skala lebih besar. Dari sifat-sifat inilah, para ilmuwan mendapatkan kesempatan untuk menciptakan material baru dengan sifat-sifat unik. Sebagai contoh, nanopartikel emas dapat berwarna merah, dan ini berbeda dengan warna emas yang sebenarnya berwarna kekuningan pada skala makro.
Nanoteknologi berpotensi untuk merevolusi berbagai bidang, misal termasuk:
Medis: Nanoteknologi digunakan dalam pengembangan obat-obat baru yang lebih efektif, misal: menargetkan sel-sel kanker secara lebih presisi, dan merekayasa organ dan jaringan buatan.
Material/Bahan: Nanoteknologi digunakan untuk pengembangan bahan-bahan baru yang lebih kuat, namun lebih ringan dan lebih tahan lama.
Elektronik: Nanoteknologi digunakan dalam pembuatan komponen-komponen elektronik lebih hemat ernergi, lebih kecil, dan lebih cepat.
Energi: Di bidang ini, nanoteknologi digunakan dalam pengembangan sumber energi baru lebih bersih dan berkelanjutan, misal: sel surya dan baterai dengan efisiensi ebih baik.
Lingkungan: Di bidang ini, nanoteknologi digunakan dalam pembersihan air dan tanah yang terkontaminasi, serta untuk pengembangan teknologi daur ulang lebih efektif.
Sekarang ini, penelitian dan pengembangan nanoteknologi masih berada pada tahap awal, sehingga potensi pengembangannya masih sangat besar. Dari berbagai contoh temuan yang sudah berhasil, nanoteknologi memiliki potensi besar dalam mengubah cara manusia hidup dan bekerja di masa mendatang.
Ukuran Nano dalam Sel-Sel Biologi
Satuan satu Nano setara dengan 1/1.000.000.000 meter (seper miliar meter).
Sel-sel biologi memiliki ukuran yang bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara 10 hingga 100 mikrometer. Sedangkan, satu mikrometer sama dengan seper sejuta meter, atau sama dengan 1.000 nanometer.
Berikut adalah tabel perbandingan ukuran nano dengan ukuran sel-sel biologi:
Ukuran: Perkiraan
Nano: 1 - 100 nanometer
Virus: 20 - 300 nanometer
Protein: 5 - 100 nanometer
DNA: 2 nanometer diameter
Sel bakteri: 0,2 - 10 mikrometer (200 - 10.000 nanometer)
Sel darah merah: 7 - 8 mikrometer diameter (7.000 - 8.000 nanometer)
Sel tumbuhan: 10 - 100 mikrometer (10.000 - 100.000 nanometer)
Dari ukuran dalam tabel di atas, terlihat bahwa ukuran nano jauh lebih kecil daripada ukuran sel-sel biologi.
Contoh perbandingan:
• Satu virus memiliki ukuran sekitar 100 kali lebih besar dibandingkan satu nanopartikel.
• Satu sel bakteri sekitar 10.000 kali lebih besar dibanding dengan satu nanopartikel.
• Satu sel darah merah masih jauh lebih besar, yaitu sekitar 1.000.000 kali lipat dibandingkan satu nanopartikel.
Dari perbedaan ukuran yang sangat besar, memungkinkan bagi nanopartikel berinteraksi dengan sel-sel biologi, dengan cara-cara yang unik. Sebagai contoh, nanopartikel digunakan untuk mengirimkan partikel-partikel obat ke dalam sel yang membutuhkan dan menarget kepada sel-sel kanker.
Contoh Penerapan Nanoteknologi
Berikut ini beberapa contoh penerapan nanoteknologi yang sudah cukup lazim saat ini:
Peralatan medis: Berbagai peralatan medis menggunakan nanoteknologi, misal seperti: biosensor, kateter, dan implan.
Sunscreen (Tabir Surya): Banyak sunscreen mengandung nanopartikel titanium dioksida atau seng oksida. Nanopartikel ini ternyata mampu melindungi kulit dari sinar UV lebih efektif dibandingkan dengan sunscreen tradisional.
Pakaian anti air: Pakaian anti air sering kali dilapisi dengan nanopartikel yang mengakibatkan air menetes dari permukaan kain.
Ban mobil: Beberapa ban mobil dibuat dengan bahan nanopartikel silika yang mampu meningkatkan kinerja dan ketahanan ban.
Kosmetik: Beberapa kosmetik mengandung bahan-bahan nanopartikel yang dapat memberikan efek lebih tahan lama dan lebih merata pada permukaan kulit.
Dampak dari Nanoteknologi
Nanoteknologi sangat berpotensi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, seperti halnya berbagai teknologi baru lain, nanoteknologi juga memendam potensi risiko.
Beberapa contoh risiko terkait dengan dampak nanoteknologi antara lain:
Toksisitas: Beberapa nanopartikel bisa bersifat beracun bagi manusia dan hewan.
Dampak lingkungan: Nanopartikel mungkin saja bisa mencemari lingkungan dan berdampak negatif pada ekosistem jangka panjang.
Etika: Penerapan nanoteknologi bisa berkaitan dengan masalah etika, seperti: potensi penyalahgunaan nanoteknologi bagi tujuan-tujuan militer ataupun terorisme.
Milestone Teknologi Nano: Dari Penemuan Hingga Penerapan Massal
Awal Mula:
1959: Richard Feynman memberikan pidatonya sangat terkenal dengan judul, "There's Plenty of Room at the Bottom," yang memicu minat berbagai manipulasi material pada skala atomik.
1970-an: Penemuan jenis mikroskop tunneling scanning (STM) dan mikroskop gaya atom (AFM), di mana para ilmuwan dapat melihat dan memanipulasi materi pada skala nano pertama kalinya.
Perkembangan Kunci:
1980-an: Penemuan fullerenes, allotrop karbon berbentuk bola, membuka jalan bagi penelitian tentang nanostruktur oleh para peneliti.
1990-an: Berbagai konsep nanoteknologi menjadi populer, dan peningkatan sangat pesat penelitian di bidang ini.
2000-an: Penemuan material Graphene, yaitu lembaran karbon dua dimensi, yang memicu minat besar pada elektronik nano dan material nano.
Penerapan Massal:
2000-an: Nanopartikel digunakan di dalam berbagai produk, misalnya: sunscreen, kosmetik, dan ban mobil.
2010-an: Nanoteknologi digunakan di dalam pengembangan: obat baru, implan medis, dan perangkat elektronik.
2020-an: Nanoteknologi mulai digunakan dalam berbagai aplikasi baru, misalnya: energi terbarukan, pengolahan air, dan manufaktur.
Nanoteknologi di Bidang Kesehatan
Nanoteknologi telah menawarkan berbagai peluang baru untuk meningkatkan bidang kesehatan.
Berikut ini beberapa contoh perkembangan dan penerapan nanoteknologi di bidang kesehatan:
1. Mengirim Obat Lebih Efisien:
Nanopartikel digunakan untuk mengirim obat ke dalam tubuh dengan lebih efisien dan tepat sasaran. Hal ini memungkinkan obat sampai kepada targetnya dengan efek samping lebih sedikit efek samping. Contohnya, penggunaan untuk mengantarkan obat langsung ke dalam sel kanker, sehingga obat tidak merusak sel-sel sehat.
Nanopartikel juga dapat digunakan mengirim obat melalui rute tidak biasa, misalnya melalui kulit atau hidung. Ini dapat membantu pasien sulit menelan obat atau memiliki sistem pencernaan sensitif.
2. Diagnosis Penyakit yang Lebih Akurat:
Biosensor nano digunakan mendeteksi penyakit mulai pada tahap awal secara lebih akurat. Biosensor ini bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan biomarker penyakit, seperti protein atau DNA, yang berada di dalam: darah, urin, atau jaringan tubuh.
Nanopartikel juga digunakan membuat citra medis, seperti MRI dan ultrasound. Nanopartikel ini mampu meningkatkan kualitas gambar sehingga dokter dapat mendiagnosis penyakit dengan lebih detail.
3. Regenerasi Jaringan dan Pengobatan Cedera:
Nanopartikel dapat digunakan untuk membantu meregenerasi jaringan-jaringan rusak akibat penyakit ataupun cedera. Contohnya, nanopartikel digunakan untuk mengirim sel-sel punca ke lokasi yang mengalami kerusakan, dan membantu tumbuh dan berkembang menjadi jaringan baru.
Nanopartikel juga digunakan untuk mengirim faktor pertumbuhan, sehingga membantu merangsang regenerasi jaringan.
4. Vaksinasi yang Lebih Efektif:
Nanopartikel digunakan dalam pengembangan vaksin lebih efektif dan aman. Nanopartikel membantu peningkatan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan cara meniru struktur virus atau bakteri.
Nanopartikel juga digunakan untuk mengirim vaksin melalui rute yang tidak biasa, seperti melalui kulit atau hidung. Ini membantu pasien yang sulit menerima suntikan atau yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
5. Terapi Gen dan Pengobatan Kanker:
Nanopartikel digunakan untuk mengirim materi genetik ke dalam sel untuk mengobati penyakit genetik. Contohnya, nanopartikel digunakan untuk mengirim gen sehat ke dalam sel pasien yang berpenyakit, seperti cystic fibrosis atau hemofilia.
Nanopartikel juga digunakan untuk mengirim obat kanker ke dalam sel kanker secara langsung, sehingga obat tidak merusak sel-sel sehat sekitarnya.
Tokoh-tokoh Penting
Tokoh-tokoh penting yang dikenal di dalam sejarah nanoteknologi:
Richard Feynman: Fisikawan Amerika yang terkenal dengan pidato: "There's Plenty of Room at the Bottom," tahun 1959.
K. Eric Drexler: Ahli nanoteknologi yang berjasa mempopulerkan istilah "nanoteknologi," tahun 1980-an.
Sumio Iijima: Ilmuwan Jepang penemu fullerenes pada tahun 1985. Fullerene merupakan rangkaian molekur karbon berongga seperti mirip kumpulan sangkar.
Andre Geim dan Konstantin Novoselov: Ilmuwan Rusia penemu Graphene pada tahun 2004. Graphene adalah bahan karbon murni yang diekstrak dari grafit.
Tantangan
Tantangan dan Masa Depan:
Kekhawatiran tentang keamanan dan toksisitas nanopartikel masih ada.
Sangat penting untuk mengembangkan pedoman dan regulasi untuk memastikan bahwa nanoteknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Nanoteknologi memiliki potensi merevolusi banyak aspek kehidupan manusia, tetapi penting untuk penggunaan dan penerapan secara bijak dan berkelanjutan.
Referensi
Berikut ini adalah beberapa sumber informasi tentang milestone nanoteknologi:
• National Nanotechnology Initiative (NNI): https://www.nano.gov/
• European Union Observatory for Nanotechnology (EUON): https://euon.echa.europa.eu/
• The Royal Society: https://royalsociety.org/news-resources/publications/2004/nanoscience-nanotechnologies/
