Konten dari Pengguna

Manifesto Politik Gen Z: Suara Kami untuk Masa Depan Kerja Indonesia

Olifiaa

Olifiaa

Mahasiswi - Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Olifiaa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar di ambil menggunakan Chat GPT & AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar di ambil menggunakan Chat GPT & AI

Kami adalah Generasi Z yang tumbuh di tengah perubahan zaman. Teknologi berkembang semakin cepat, peluang baru terus bermunculan, tetapi kami juga melihat masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, terutama dalam dunia kerja. Bagi kami, pekerjaan bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga tentang mendapatkan kepastian, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang. Kami melihat bahwa tantangan lapangan kerja di Indonesia saat ini bukan hanya soal jumlah pekerjaan, tetapi juga kualitas pekerjaan yang tersedia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 tercatat sebesar 4,76 persen, dengan penambahan sekitar 3,59 juta penduduk bekerja. Pemerintah menilai kondisi ini sebagai tanda bahwa pasar kerja Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi serta menjadi peluang untuk memperkuat penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, kondisi lapangan kerja Indonesia tetap tangguh. Hal tersebut menunjukkan resiliensi sekaligus memberikan ruang bagi kita untuk memperkuat intervensi demi menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan lebih berkualitas,” ujar Yassierli dalam siaran pers Kementerian Ketenagakerjaan, 7 Mei 2025.

Namun, sebagai Generasi Z, kami melihat bahwa angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kenyataan yang dirasakan masyarakat. Masih banyak anak muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilannya. Banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi harus bersaing dengan ribuan pencari kerja lainnya karena adanya ketidaksesuaian antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Selain itu, sebagian besar pekerja Indonesia masih berada di sektor informal yang sering kali belum memiliki kepastian pendapatan dan perlindungan sosial yang memadai. Bagi kami, masyarakat yang sudah bekerja tetap harus mendapatkan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih layak.

Suara Masyarakat yang Harus Didengar

Perubahan tidak hanya dapat dilihat dari data, tetapi juga dari pengalaman masyarakat yang merasakan langsung kondisi dunia kerja.

Salah satu suara tersebut datang dari M. Iqbal Saad, masyarakat yang menyampaikan keluhannya melalui kolom komentar pada pemberitaan Kementerian Ketenagakerjaan mengenai kondisi ketenagakerjaan tahun 2025.

“Buat klaim JKP aja dipersulit, miris sekali. Mau ke mana lagi kami mengadu mengenai permasalahan ini, satu-satunya cara kami cuma bisa pasrah dan berdoa kepada Allah SWT,” tulis M. Iqbal Saad pada 10 Mei 2025.

Ia juga menyampaikan keluhan terkait pekerja lokal di Batukajang, Kalimantan Timur, yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sementara perusahaan masih melakukan perekrutan tenaga kerja baru.

Menurut kami, suara tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan lapangan kerja tidak cukup hanya diukur melalui angka statistik. Keberhasilan juga harus dirasakan oleh masyarakat melalui akses pekerjaan yang adil, perlindungan bagi pekerja, dan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Manifesto Kami sebagai Generasi Z

Kami percaya bahwa masa depan dunia kerja Indonesia harus dibangun dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Kami ingin melihat pendidikan yang mampu menyiapkan generasi muda sesuai kebutuhan industri. Kami ingin pelatihan keterampilan diperluas agar anak muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Kami juga ingin melihat pekerja sektor informal mendapatkan perhatian lebih besar melalui perlindungan sosial dan peningkatan kesejahteraan. Bagi kami, politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang keberanian menyuarakan persoalan masyarakat dan memperjuangkan perubahan.

Manifesto politik Gen Z adalah komitmen untuk membangun Indonesia yang memberikan kesempatan kerja lebih luas, adil, dan berkualitas.

Kami tidak ingin menjadi generasi yang hanya menunggu peluang datang. Kami ingin menjadi generasi yang menciptakan peluang dan ikut membangun masa depan Indonesia.

Kami adalah Gen Z. Kami bukan hanya generasi pencari kerja, tetapi generasi yang siap menciptakan perubahan.

Referensi:

1. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2025). Fondasi Kuat Ketenagakerjaan di Tahun 2025: 3,59 Juta Lapangan Kerja Baru, Pengangguran Terendah Sejak 1998.

https://kemnaker.go.id/news/detail/fondasi-kuat-ketenagakerjaan-di-tahun-2025-359-juta-lapangan-kerja-baru-pengangguran-terendah-sejak-1998

2. Badan Pusat Statistik (BPS). Data Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2025.