Konten dari Pengguna

Dunia Menghadapi Era Perang Dingin Digital

Olyvia Hendarwati, MSi

Olyvia Hendarwati, MSi

Alumna: Higher School of Economics, Moscow 2020 London School of Public Relations, Jakarta 2017 (International Relations Studies)

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Olyvia Hendarwati, MSi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PBB merilis pakta mengenai kerjasama digitalisasi United Nation adopts ground breaking pact for the future to transform global governance in New York 2024, merangkum Kerjasama digitalisasi untuk membuka pintu kesempatan di masa depan. Pakta ini menghasilkan komitmen untuk merancang, menggunakan, dan mengatur teknologi demi kepentingan semua pihak. Lalu bagaimana kita memahami hadirnya digitalisasi?

Digitalization atau digitalisasi merupakan proses dari transformasi atau metamorfosa informasi menjadi suatu format digital yang menghasilakn sebuah representasi dari objek seperti gambar, suara, dokumen dan sebagainya. Digitalisasi muncul setelah dunia melewati masa pandemic COVID-19. Dunia diharuskan bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemik dengan cara melakukan aktivitas secara daring seperti transaksi jual – beli online, working from home, serta proses belajar mengajar secara online. Seluruh negara di dunia menyadari akan pentingnya teknologi dan di periode inilah menimbulkan adanya persaingan teknologi pada tatanan global atau disebut The new digital order.

Bremmer (2023), the non-polar world menjelaskan bahwa dunia tidak lagi unipolar, bilapolar, bahkan multipolar. Negara telah mengabaikan peraturan atau regulasi, mereka menjadi lebih kuat dengan menciptakan aturan sendiri. Amerika perlahan kehilangan peranya sebagai polisi dunia. Kemampuan militer Amerika tidak dapat membantu menstabilkan perekonomian dunia. Dan negara tidak lagi memfokuskan kepentinganya hanya pada security order, economic order karena tatanan dunia menjadi kompleks.

Di Eropa, Jerman saat ini diprediksi mengalami krisis ekonomi akibat penurunan angka produksi mobil dan meningkatnya kebutuhan farmasi. Jerman membutuhkan import obat – obatan dari Cina, dan meningkatkan kerjasama bidang otomotif.

"Digital order is not run by government but technology company". Bremmer (2023)

Bremmer berargumen bahwa, kekuatan teknologi dapat menciptakan suatu identitas.Digitalisasi dijadikan sebagai global business model yang mendominasi pergerakan pasar dunia. Dan perusahaan teknologi komersial akan mengambil alih otoritas negara atau pemerintah dan menjadi aktor utama dalam peranan penting ekonomi dunia.

Chip war, kenapa Cina dan Amerika terobsesi pada Taiwan?

Isu China sea trade line memainkan peran penting dalam memonopoli perekonomian dunia dengan memanfaatkan jalur laut untuk mengekspor produk ke negara lain. Secara geopolitik, Taiwan berjarak sekitar 130km dan berada di tengah garis pantai Cina yang membuat kawasan laut tersebut menjadi jalur perdagangan negara Indopasifik. Amerika sendiri memiliki koneksi perdagangan di kawasan pasifik. Amerika juga khawatir jika Taiwan jatuh pada Cina akan menggantikan posisi ekonomi global.

Nye (2010), Global power shift menjabarkan bagaimana dunia terbelah menjadi 2 pergeserah kekuatan global yaitu, Power transition yang dimana revolusi industri Barat ke Timur atau terkenal dengan Return of Asia. Lalu, pergeseran power yang berpindah dari semua negara Barat atau Timur ke Non-State actor yang disebut dengan Diffusion power.

Representatif Center for China and Globalization, Victor Gao mengatakanekonomi Cina sudah melampaui Amerika dan berhasil memproduksi lebih dari 30 miliar unit mobil tahun 2023 dan Cina tidak melihat Taiwan sebagai potensi bisnis komersial. Di sisi lain, Amerika menyoroti adanya peluang bisnis besar karena Taiwan merupakan negara produsen semikonduktor terbesar dan dunia sangat membutuhkan suplai chip untuk kepentingan teknologi informasi seperti Artificial Intelligence.

Persaingan industri teknologi nantinya akan terus meningkat dan dikhawatirkan melibatkan peran politik pemerintah. Industri teknologi diharapkan berada pada posisinya sebagai perusahaan komersial dan bersikap netral dalam ekonomi global, sehingga tidak menimbulkan permasalahan lainya.

Tryaging 2019 | Freight Transportation istockphoto ID: 1124533231