AI Akan Jadi Mainstream: Dibuat di Indonesia, oleh Indonesia, untuk Indonesia

CEO and CTO of GDP Labs and CTO of GDP Venture. Over 30 years of experience in ABCD (AI, Blockchain, Cloud, Data), Mobile and Web.
Konten dari Pengguna
17 Februari 2022 19:54
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari On Lee tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
com-Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data dari McKinsey tentang status AI, pengadopsian AI terus berkembang karena adanya efek penghematan biaya dan peningkatan pendapatan. Lima puluh tujuh persen (57%) responden di negara berkembang melaporkan adanya pengadopsian AI. Secara independen, Dewan Eksekutif Teknologi CNBC baru-baru ini melaporkan, "Sebagian besar (81%) eksekutif mengatakan bahwa kecerdasan buatan akan penting bagi perusahaan mereka pada tahun 2022".
ADVERTISEMENT
Pemerintah Indonesia merilis strategi AI nasional pada 10 Agustus 2020. Strategi AI tersebut dirilis dan dipublikasikan pada acara Artificial Intelligence (AI) Innovation Summit 2021 oleh Kolaborasi Industri dan Inovasi Kecerdasan Buatan (KORIKA). Diketahui pula bahwa KORIKA akan berkoordinasi dengan pemerintah, industri, akademi serta masyarakat. Beberapa lembaga pemerintah dan perusahaan juga diketahui telah mengadopsi AI.
Sekarang, banyak public cloud seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Platform (GCP) telah tersedia di Indonesia. Microsoft Azure telah mengumumkan bahwa mereka juga akan tersedia di Indonesia pada tahun 2022. Mereka menginvestasikan miliaran dolar untuk menyediakan scalable infrastructure untuk AI applications.
Dilihat dari arah pemerintahan Indonesia saat ini dan dukungan kuat dari industri, AI akan menjadi hal yang lumrah atau mainstream. Universitas memproduksi ribuan engineers AI setiap tahunnya, bersama dengan naiknya antusias komunitas AI di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Saya menulis peluang AI: dibuat di Indonesia oleh orang Indonesia untuk orang Indonesia pada tahun 2019. Hal ini selaras dengan Visi Pemerintah Indonesia 2045, strategi AI nasional Indonesia dan tujuan KORIKA.
Saya ingin berbagi studi kasus penerapan AI dalam layanan keuangan, khususnya untuk Regulatory Technology (RegTech). Studi kasus ini menerapkan Natural Language Processing (NLP), sebuah cabang AI untuk memproses teks pada hampir 50.000 halaman dokumen dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dokumen pemerintah.
AI Akan Jadi Mainstream: Dibuat di Indonesia, oleh Indonesia, untuk Indonesia (47886)
zoom-in-whitePerbesar

Input:

  • Bank Indonesia
    • PBI (Peraturan Bank Indonesia)
    • SKDIR (Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia)
    • SEBI (Surat Edaran Bank Indonesia)
    • PADG (Peraturan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia)
  • Otoritas Jasa Keuangan
    • POJK (Peraturan OJK)
    • SEOJK (Surat Edaran OJK)
    • BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan)
  • Pemerintah
    • UU (Undang-Undang)
    • PMK-KMK (Peraturan/Keputusan Menteri Keuangan)
    • PP (Peraturan Pemerintah)
ADVERTISEMENT

Workflow (Alur kerja):

1. Konvergen.ai teknologi deep-learning Optical Character Recognition (OCR) mengubah dokumen fisik dan dokumen pdf menjadi teks. Digitalisasi merupakan hal yang harus terlebih dahulu dilakukan untuk segala jenis Digital Transformation Initiative. Hal ini dilakukan untuk memahami agenda yang terjadi di masa lalu sehingga perusahaan dapat mempelajarinya dan menjadi perencanaan untuk masa depan.
2. Datasaur.ai alat pelabelan teks. Berfungsi dalam pembuatan anotasi teks yang dikonversi sehingga algoritma NLP dapat diterapkan secara efektif.
3. Prosa.ai teknologi NLP dalam pengambilan teks berlabel dan menampilkannya menggunakan deep-learning algorithms. Teknologi ini dapat menyusun hubungan antara dokumen, memeriksa perbedaan dan kesamaan, dll.
4. GLAIR.ai menerapkan Platform Analytics untuk melakukan text mining. Pre-processing di atas memungkinkan Digital Transformation Initiative untuk menganalisis data dengan menggunakan AI-powered analytics (analitik bertenaga AI) yang mencakup Descriptive Analytics (Analisis Deskriptif) untuk mempelajari apa yang terjadi, dan Prescriptive Analytics (Analisis Preskriptif) untuk merekomendasikan rencana yang dapat dijadikan langkah tindak lanjut.
ADVERTISEMENT

Hasil:

Di bawah ini adalah salah satu hasil yang didapatkan.
AI Akan Jadi Mainstream: Dibuat di Indonesia, oleh Indonesia, untuk Indonesia (47887)
zoom-in-whitePerbesar
Hasil yang didapatkan sesuai dengan data dari McKinsey tentang status AI: penghematan biaya, peningkatan produktivitas dan peningkatan pendapatan.
Mengapa bisa? AI melakukan sesuatu yang berbeda dan jauh lebih baik daripada otomatisasi perangkat lunak tradisional. Analoginya: AI adalah smartphone dan otomatisasi perangkat lunak tradisional adalah feature phone.
Armand Hartono yang merupakan Wakil Presiden Direktur BCA mengatakan, "BCA adalah pengadopsi awal teknologi AI. AI telah diimplementasikan baik di layanan nasabah BCA maupun di back office kami. RegTech dan proyek AI lainnya telah melayani kami dengan baik, terutama selama pandemi. AI adalah bagian dari kehidupan profesional dan sehari-hari kita sekarang. Kami akan terus mengembangkan layanan bertenaga AI."
ADVERTISEMENT
Teknologi dan solusi di atas dapat diterapkan pada industri lain seperti kesehatan, telekomunikasi, transportasi, hukum, dan lain-lain. Beberapa lembaga dan perusahaan pemerintah yang yang memiliki prospek ke depan di Indonesia telah menerapkan AI.
Perjalanan mengenalkan AI di Indonesia selama lima tahun terakhir adalah perjalanan yang panjang. Kesabaran adalah kunci. Kemajuannya memang lambat, tapi kemudian membuahkan hasil secara mendadak. Rasanya melegakan dan memuaskan ketika kita melihat hasilnya saat ini.
Akhir kata, AI tidak hanya menghemat biaya, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna. Modern challenges require modern solutions. Di zaman sekarang, menjalankan bisnis tanpa AI sama seperti menjalankan bisnis tanpa koneksi internet.
Tanggung risikonya jika kamu masih mengabaikan AI!
ADVERTISEMENT

Referensi

• Short bio: On Lee has over 30 years of experience in technology. He has built teams in the United States, Indonesia, China and India and is a board member of several AI start-up companies.
• AI opportunities: Made in Indonesia by Indonesians for Indonesians - Science & Tech - The Jakarta Post - October 31, 2019
• Blockchain Technology & Apps - Google Slides
• Nurturing Artificial Intelligence (AI) Talent and Startups in Indonesia, Artificial Intelligence Innovation Summit 2021, KORIKA (Kolaborasi Industri dan Inovasi Kecerdasan Artifisial), Indonesia
• Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Indonesia KA = Kecerdasan Artifisial
• Global survey: The state of AI in 2021 | McKinsey
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020