Konten dari Pengguna

10 Kutipan dari Para Atlet ONE Championship yang Tak Lekang Oleh Waktu

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angela Lee (kiri) dan Christian Lee menyandang sabuk Juara Dunia ONE Championship mereka. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Angela Lee (kiri) dan Christian Lee menyandang sabuk Juara Dunia ONE Championship mereka. Foto: ONE Championship

Sejak berdiri pada 2011, misi ONE Championship adalah untuk memberi semangat pada dunia lewat harapan, kekuatan, mimpi dan inspirasi dari para bintang seni bela diri yang berlaga.

embed from external kumparan

Di samping penampilan luar biasa di atas panggung dunia, berbagai atlet dari ragam latar belakang telah menjangkau para penggemar dengan pesan unik dan inspiratif.

Di sini, mari kita lihat 10 kata-kata mutiara dari para seniman bela diri terbaik di ONE Championship.

Geje Eustaquio

Mantan Juara Dunia ONE Flyweight asal Filipina Geje Eustaquio. Foto: ONE Championship

Sejak mulai berlaga di ONE Championship pada tahun 2012, Geje “Gravity” Eustaquio menjadi inspirasi bagi para penggemar seni bela diri di negara asalnya, Filipina. Namun sorotan terbesar dalam kariernya terjadi saat ia merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight saat mengalahkan rival lamanya Adriano “Mikinho” Moraes pada tahun 2018.

“Saudara-saudara, saat saya memulai 14 tahun yang lalu, ini adalah sesuatu yang tak mungkin. Namun saat ini, setelah 14 tahun, ‘tidak mungkin’ itu bukanlah sebuah kata – itu hanyalah alasan,” kata Eustaquio setelah kemenangan terbelah (split decision) yang diraihnya dengan perjuangan itu.

“Siapa pun dapat menjadi Juara Dunia, selama anda memiliki dorongan dan sikap yang tepat. Saya bangga menjadi Juara Dunia ONE Flyweight tak terbantahkan kali ini.”

Eduard Folayang

Mantan Juara Dunia ONE Lightweight asal Filipina Eduard Folayang (kiri) bersama komentator ONE Mitch Chilson. Foto: ONE Championship

Mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang terus memberi inspirasi pada penggemarnya, meskipun tidak lagi menyandang sabuk juara. Lagipula, ia telah berlaga bersama ONE Championship sejak organisasi ini dibentuk pada tahun 2011.

Salah satu sorotan terbesar bagi karier Folayang tiba saat ia mengalahkan Amir Khan dan meraih gelar Juara Dunia ONE Lightweight yang masih lowong pada November 2018, yang menjadikannya Juara Dunia untuk ketiga kali.

“Terima kasih kepada Tuhan yang mengajarkan saya bagaimana cara bertarung dan memberkati saya dengan kemenangan ini,” katanya. “Saya sangat diberkati dapat bergabung tiga rekan satu tim saya yang juga memenangkan sabuk mereka. Saya sangat terinspirasi oleh kerja keras mereka.”

Demetrious Johnson

Demetrious Johnson digadang-gadang sebagai salah satu atlet MMA terbaik sepanjang masa. Foto: ONE Championship

Juara Dunia Bela Diri Campuran 12 kali Demetrious “Mighty Mouse” Johnson memiliki salah satu karier bela diri yang paling inspiratif dalam sejarah.

Mantan pekerja bangunan ini pun memberi penghormatan tertinggi pada ibunya saat kecil yang menjadikannya seperti saat ini.

“Ada satu hal yang selalu saya ingat tentang apa yang ibu saya katakan,” kenang Johnson. “‘Bekerja keraslah, dan kamu bisa mendapatkan apa pun yang kamu inginkan.’ Itulah salah satu hal yang saya selalu ingat di kepala saya.”

Amir Khan

Petarung MMA asal Singapura Amir Khan. Foto: ONE Championship

Atlet pengoleksi KO asal Singapura Amir Khan tak hanya menganggap dirinya sebagai kompetitor – tetapi seniman bela diri – dan itu tergambar dari bagaimana ia berlatih.

Khan meyakini bahwa praktisi bela diri apa pun wajib mengutamakan pengorbanan dan disiplin demi mengembangkan kemampuan mereka.

“Latihan itu sangat suci. Anda harus memiliki dedikasi untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Itulah artinya menjadi seorang seniman bela diri sejati,” tegasnya.

“Anda bekerja keras, anda menerima hasilnya. Terkadang beberapa hal menjadi sangat sulit, namun anda harus mendorong secara mental mau pun fisik. Anda harus membuat diri anda bangun setiap harinya dan menempatkan diri anda dalam ritme itu. Dorong diri anda sampai batasan, dan temukan apa yang dapat anda lakukan. Seiring dengan waktu, anda akan berkembang secara drastis.”

Angela Lee

Juara Dunia ONE Women's Atomweight Angela Lee tengah menyantap salad di Evolve Gym di Singapura. Foto: ONE Championship

“Unstoppable” Angela Lee menyampaikan pesan menyentuh usai mengalahkan Mei “V.V” Yamaguchi dalam laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight perdana pada 2016.

“Saya berkata pada kalian bahwa saya lahir untuk ini, momen ini, sekarang. Saya bekerja sangat keras demi itu, namun saya tak dapat melakukannya sendirian. Dibutuhkan banyak orang untuk membangun seorang juara dan saya beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang luar biasa,” kata Lee.

Christian Lee

Christian Lee merayakan kemenangan usai mengalahkan Timofey Nastyukhin pada ajang ONE on TNT II bulan April silam. Foto: ONE Championship

Christian “The Warrior” Lee membuktikan apa artinya menjadi Juara Dunia. Ia selalu menerima tantangan laga pertahanan juara dan tak pernah menolak laga mana pun – bahkan dalam pemberitahuan mendadak.

Dan seringnya, ia selalu bisa mengejutkan dunia lewat penyelesaian dari posisi yang sulit.

Ia pun menganggap jika kesuksesan itu berasal dari ajaran ayahnya.

“Ayah selalu berkata pada kakak perempuan saya dan saya, ‘Di mana ada keinginan, selalu ada jalan. Jika kamu sangat menginginkan sesuatu, kamu akan menyelesaikannya. Kamu akan menemukan cara untuk melakukannya.’ Itu memberi dampak dalam tiap aspek kehidupan saya. Dalam hal seni bela diri, itu membantu saya memasuki ronde berikutnya, berlari lebih jauh, berlatih lebih lama,” kata Lee.

Aung La N Sang

Aung La N Sang (kiri) melayangkan tendangan pada Brandon Vera dalam laga pada Oktober 2019. Foto: ONE Championship

Saat Aung La “The Burmese Python” N Sang menjadi Juara Dunia olahraga pertama bagi Myanmar, ia menyampaikan sebuah pesan yang membangkitkan semangat para kompatriotnya di negeri Burma.

“Saya tak dapat melakukan ini tanpa Tuhan. Saya tak dapat melakukan ini tanpa rekan-rekan satu tim saya. Saya tak dapat melakukan ini tanpa kalian, Myanmar,” kata Aung La N Sang pada tahun 2016 setelah mengalahkan Vitaly Bigdash dalam Kejuaraan Dunia ONE Middleweight.

“Saya tidak berbakat. Saya tidak hebat. Saya tidak cepat. Namun bersama kalian, saya punya keberanian, saya punya kekuatan, saya punya apa yang dibutuhkan untuk memenangkan gelar Juara Dunia.”

Xiong Jing Nan

Xiong Jing Nan merupakan satu-satunya Juara Dunia ONE Championship dari Tiongkok saat ini. Foto: ONE Championship

Juara Dunia ONE Women’s Strawweight “The Panda” Xiong Jing Nan mungkin tak menganggap dirinya sebagai inspirasi bagi banyak orang, tetapi ia selalu menjadi motivasi dan representasi bagi para penggemarnya di Tiongkok .

“Saya tak merasa memiliki kualifikasi untuk berkata bahwa saya memberi inspirasi bagi negara saya. Tetapi, saya dapat menggunakan diri saya untuk memberi inspirasi pada lebih banyak orang di Tiongkok – mereka yang memiliki bakat dan minat dalam seni bela diri,” kata Xiong.

“Saya berharap bahwa dunia dapat melihat kekuatan seni bela diri Tiongkok melalui saya. Saya senang dapat menunjukkan pada dunia bahwa seni bela diri Tiongkok kini berada pada tingkatan berbeda.”

Martin Nguyen

Martin Nguyen meluapkan emosi usai meraih kemenangan di atas Circle ONE Championship. Foto: ONE Championship

Pada 2017, Martin “The Situ-Asian” Nguyen memasuki ajang ONE: QUEST FOR GREATNESS untuk menjalani dua pertempuran besar – Kejuaraan Dunia ONE Featherweight dan membuktikan janji pada diri sendiri.

Hasilnya, ia mengalahkan Juara Dunia saat itu, Marat “Cobra” Gafurov, melalui KO ronde kedua dan mendedikasikan kemenangan itu bagi mendiang ayahnya.

“Kemenangan ini untuk ayah saya. Ia adalah inspirasi terbesar bagi pemusatan latihan ini. Saya terpuruk secara mental. Mereka tetap menjaga saya. Saya tetap teringat pada ayah saya,” kata Nguyen. “Ini adalah satu hal yang ingin saya lakukan di depan matanya. Sayangnya, ia tak dapat berada di sini hari ini. Namun saya tahu ia melihat saya.”

Brandon Vera

Mantan Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon Vera bersama sabuk emas ONE Championship. Foto: ONE Championship

Mantan Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera mampu memantik semangat para penggemarnya di Filipina dalam ajang ONE: CONQUEST OF CHAMPIONS pada 2018 silam.

Kala itu, ia berhasil mempertahankan sabuknya saat melawan Mauro “The Hammer” Cerilli. Setelah laga, ia mempersembahkan kemenangan tersebut bagi negaranya.

“Bagi seluruh rekan senegara saya, dengar ini. Dalam dunia bela diri, Filipina memiliki lima gelar Juara Dunia,” kata Vera. “Gelar Juara Dunia ONE [Heavyweight] ini, kita jelas dapat memenangkan ini di negara kita. Kita dapat melakukannya di sini – kita dapat memenangkan seluruh gelar Juara Dunia ONE di sini.”

kumparan post embed