Konten dari Pengguna

3 Alasan Tye Ruotolo Bisa Kalahkan Reinier de Ridder di ONE Fight Night 10

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tye Ruotolo (kanan) akan berlaga di ONE Fight Night 10 dengan menghadapi Reinier de Ridder. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Tye Ruotolo (kanan) akan berlaga di ONE Fight Night 10 dengan menghadapi Reinier de Ridder. Foto: ONE Championship

Tye Ruotolo telah membuktikan kemampuannya tiap kali memasuki Circle ONE Championship, tapi kali ini sang atlet Brazilian Jiu-Jitsu bertalenta ini akan menghadapi salah satu grappler terhebat di dunia.

Di ONE Fight Night 10: Johnson vs. Moraes III, Tye Ruotolo akan menghadapi Reinier De Ridder, juara dunia MMA yang dikenal berkat kuncian mematikannya.

Ruotolo sendiri yang telah menginginkan laga menghadapi seorang lawan yang lebih besar darinya demi membuktikan kehebatannya pada 6 Mei, dan De Ridder merupakan petarung yang pas untuknya. Berikut adalah tiga alasan kenapa Tye akan unggul dalam laganya melawan sang Juara Dunia ONE middleweight.

Pengalaman menghadapi lawan yang lebih besar

instagram embed

Meskipun laga kali ini merupakan pertarungan pertama Ruotolo menghadapi lawan dalam divisi yang lebih berat di ONE, sang atlet asal Kalifornia sudah berpengalaman dalam melawan seorang grappler yang lebih besar darinya.

Ruotolo memperlihatkan kebolehannya dalam mendominasi lawan diatas mat saat ia berlaga dalam turnamen ADCC, dimana sang grappler meraih peringkat ketiga dalam divisi openweight.

Salah satu atlet yang ia hadapi adalah Felipe Pena yang merupakan seorang atlet heavyweigh. Meskipun memiliki berat lebih dari 18 kg diatas Ruotolo sang bintang ONE tetap dapat mengalahkan sang rival.

Agresivitas tingkat tinggi

instagram embed

Para penggemar selalu terhibur dengan laga Ruotolo bersaudara di ONE Championship. Hal ini karena sang wakil Atos Jiu-Jitsu selalu meluncurkan serangan dengan niat untuk mendapatkan sebuah kuncian.

Terlihat saat ia mengalahkan Garry Tonon dan Marat Gafurov dalam dua penampilannya di ONE.

Keaggresifan sang atlet dapat membuat De Ridder kewalahan dan karena fisiknya yang lebih kecil dari lawannya, Ruotolo harus dapat memundurkan sang petarung asal Belanda selama pertandingan berlangsung.

Terus menekan sepanjang laga

instagram embed

Selain kemampuan teknis dan ambisi Ruotolo untuk mengunci tiap lawan yang dihadapinya dalam arena, sang atlet berusia 20-tahun ini juga memiliki stamina yang tidak ada habisnya. Ruotolo kerap

terus menekan lawan dengan ke-agresifannya tanpa terlihat lelah atau menurunkan tempo serangannya.

Meskipun dirinya dipaksa berlaga dalam posisi bawah dan ditekan oleh bobot lawannya, Ruotolo selalu dapat melepaskan diri dari upaya pesaing tanpa terlihat lelah sedikitpun. Tempo permainan yang cepat serta teknik tanpa cela dapat memecundangi De Ridder dalam pertarungan mereka nanti.

Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!

instagram embed

ONE Fight Night 10 merupakan ajang unggulan ONE Championship pada tahun ini yang menandai kehadiran perdananya di daratan Amerika Serikat.

Ajang yang dihelat pada Jumat malam waktu setempat ini akan tayang di Indonesia pada Sabtu (6/5/2023) mulai pukul 07.00 WIB dan dapat disaksikan lewat Netverse, Net TV, serta Youtube dan Facebook ONE Championship.

kumparan post embed