Konten dari Pengguna

5 Alasan tak Melewatkan Ajang Seni Bela Diri ONE: BIG BANG II

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jonathan "The General" Haggerty bersiap di atas ring ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Jonathan "The General" Haggerty bersiap di atas ring ONE Championship (ONE Championship)

Selang satu minggu setelah ajang blockbuster ONE: BIG BANG, ONE Championship kembali dengan sekuel yang tak kalah sengit.

Pada Jumat, 11 Desember, organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menayangkan gelaran ONE: BIG BANG II, yang telah direkam dari Singapore Indoor Stadium.

Para penggemar seni bela diri di seluruh dunia akan menikmati tiga laga MMA menegangkan, dua laga kickboxing eksplosif, serta sebuah aksi Muay Thai antara dua striker elite divisi flyweight.

Berikut adalah alasan mengapa ajang ini tak boleh dilewatkan

#1 Laga Utama yang Penuh Aksi Keras

instagram embed

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon memang menguasai divisi ini dengan tangan besinya, dan kedua petarung yang berlaga nanti memiliki motivasi ekstra untuk bisa menghadapinya.

Sebagau mantan pemegang gelar, Jonathan “The General” Haggerty tentu ingin kembali meraih sabuk emas tersebut usai kalah dua kali dari Rodtang.

Pria Inggris yang tinggi ini dikenal atas agresivitasnya, serangan siku tajam, serta cara metodisnya untuk mematahkan lawan. Namun sementara Haggerty seringkali menggunakan jangkauannya untuk menyerang lawan dari jarak jauh, ia mungkin tak akan memiliki kesempatan ini Jumat malam nanti.

Itu karena Juara Shoot Boxing Taiki “Silent Sniper” Naito akan memasuki laga ini dengan keunggulan tinggi badan 2 sentimeter dan empat kemenangan beruntun yang fenomenal. Ia menemukan kesuksesan dalam mempraktekkan pertahanannya yang luar biasa, membalas serangan lawannya, serta menyerang mereka dari posisi bertahan.

Jika mengalahkan Haggerty, bintang Jepang ini akan dapat memasuki daftar Peringkat Resmi Atlet ONE dan berada di akhir tujuan utamanya – menantang gelar Juara Dunia milik Rodtang.

#2 Kickboxer Legendaris Hadapi Penantang Elite

instagram embed

Laga pendukung utama ajang ini berpotensi menjadi laga terbaik malam saat dua kickboxer papan atas dalam divisi lightweight unjuk kemampuan.

Mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing Nieky “The Natural” Holzken kini adalah penantang teratas dalam divisinya – posisi yang memang layak dimilikinya.

Sang legenda Dutch kickboxing ini, yang memiliki 92 kemenangan dalam kariernya, adalah striker berbahaya dengan kemampuan tinju yang sangat dahsyat. Seluruh kemampuan itu bahkan terlihat nyata saat ia mencetak KO Cosmo “Good Boy” Alexandre dan mengungguli penantang peringkat kedua Mustapha “Dynamite” Haida.

Mirip dengan Haggerty, Holzken ingin meraih laga trilogi melawan pria yang dua kali mengalahkannya – Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing Regian “The Immortal” Eersel.

Untuk sampai di sana, ia wajib mengatasi para penantang seperti bintag peringkat kelima Elliot “The Dragon” Compton, striker yang sangat tenang dan teknikal dalam memadukan Muay Thai dengan kickboxing untuk menciptakan arsenal stand-up yang menjadi ciri khasnya.

Baik Holzken dan Compton memiliki gaya dan aura tersendiri, yang akan menjadikan laga ini sangat keras.

#3 Munculnya Penantang Gelar Juara Dunia Featherweight Baru

Sejak Thanh Le mengalahkan mantan penguasa divisi ini, Martin “The Situ-Asian” Nguyen, demi sabuk Kejuaraan Dunia ONE Featherweight di bulan Oktober, terdapat banyak pembicaraan terkait siapa yang akan menantangnya untuk pertama kali.

Tentunya itu termasuk sebuah laga ulang melawan Nguyen, tantangan baru dari Garry “The Lion Killer” Tonon, atau mungkin Tetsuya “MMA Fantasista” Yamada yang akan menjadi “pria berikutnya” bagi bintang Vietnam-Amerika itu.

Yamada, penantang peringkat keempat divisi featherweight, adalah petarung yang paling berpengalaman di antara semuanya. Ia memegang rekor 26-7-2, memenangkan 11 kontes terakhirnya, serta seringkali berkompetisi dalam divisi yang lebih berat sebelum menjadikan divisi featherweight sebagai rumah permanennya.

Pejuang Jepang ini dapat membawa namanya masuk sebagai penantang potensial jika ia meraih kemenangan tegas di ajang ONE: BIG BANG II.

Namun itu tak akan mudah. “The Fighting God” Kim Jae Woong adalah salah satu pendatang baru paling berbakat dalam divisi ini. Striker Korea Selatan ini, yang memiliki rekor 10-4, terakhir kali harus tunduk pada penantang peringkat ketiga Koyomi “Moushigo” Matsushima, maka ia akan ingin mengejutkan Yamada dan merebut posisinya di dalam daftar Peringkat Resmi Atlet ONE.

#4 Kembalinya Dua Bintang Welterweight

Dua bintang terbesar divisi welterweight akan kembali ke Singapura, saat atlet sensasional Malaysia Agilan “Alligator” Thani berlaga melawan mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Tyler McGuire.

Ini adalah kali pertama McGuire kembali memasuki Circle sejak satu-satunya kekalahan dalam kariernya dari Zebaztian “The Bandit” Kadestam, yang mengalahkannya demi gelar Juara Dunia ONE Welterweight pada November 2018.

Atlet AS ini sedang memulihkan diri dari cedera yang menghantuinya dan mengambil waktu istirahat untuk menyegarkan pikiran. Namun saat ini, ia tak sabar kembali beraksi, menggunakan arsenal utamanya untuk menekan selama 15 menit, dan melaju demi kesempatan melawan Juara Dunia ONE Welterweight Kiamrian “Brazen” Abbasov.

Namun, McGuire bukanlah satu-satunya yang menginginkan laga melawan mesin penghancur asal Kirgistan itu; “Alligator” juga menginginkan hal yang sama.

Saat Thani memasuki Circle, dapat dipastikan bahwa aksi akan berlangsung keras. Warga Kuala Lumpur dengan rekor 11-4 ini gemar menggunakan kemampuan Brazilian Jiu-Jitsu miliknya, namun ia tak takut untuk berdiri dan bertukar serangan. Terlebih lagi, ia memiliki semangat juang dari atlet sejati, karena ia tak akan berhenti mengincar penyelesaian.

Thani juga akan memiliki motivasi ekstra karena ia sangat ingin meraih sebuah kesempatan lain melawan Abbasov, yang dilawannya saat ia masih cedera dan kalah pada Desember 2018 lalu.

Belum ada penantang yang dijadwalkan melawan sang penguasa divisi welterweight itu, maka laga ini dapat menjadi salah satu acuan untuk memutuskan siapa penantang berikutnya.

#5 Pendatang Baru Jalani Debut

instagram embed

Para penggemar akan menyaksikan penampilan dari tiga pendatang baru Jumat malam nanti.

Ajang ini menandai kehadiran Errol “The Bonecrusher” Zimmerman, Juara Muay Thai dan Kickboxing berkali-kali yang dapat menjadi seorang pemain kuat dalam divisi heavyweight.

Ia dijadwalkan menghadapi sesama debutan, Rade Opacic, Juara Muay Thai Serbia yang ingin mencetak nama besar bagi dirinya dalam rangkaian ONE Super Series.

Akhirnya, Ali Motamed akan mencetak debutnya dalam jajaran atlet utama setelah sebuah penampilan menakjubkan dari rangkaian Rich Franklin’s ONE Warrior Series.

Atlet bantamweight Iran ini akan bertemu dengan Juara Turnamen ONE Jakarta “The Ghost” Chen Rui dalam laga pembuka ONE: BIG BANG II.

Cara Menyaksikan ONE Championship

video youtube embed

ONE: BIG BANG II, yang sebelumnya telah direkam dari Singapore Indoor Stadium, dapat disaksikan lewat ONE Super App dan Vidio pada Jumat, 11 Desember, mulai pukul 19:30 WIB.

Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.

kumparan post embed