Konten dari Pengguna

5 Fakta Menarik Chan Rothana, Petarung Kamboja yang Kalahkan 2 Jagoan Indonesia

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Chan Rothana saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Chan Rothana saat memasuki arena ONE Championship (ONE Championship)

Chan Rothana siap kembali mencuri perhatian pada Jumat, 18 Desember, saat ia kembali beraksi di atas panggung dunia ONE Championship.

Petarung Kamboja tersebut akan berlaga dalam ajang ONE: COLLISION COURSE, yang disiarkan langsung dari Singapore Indoor Stadium.

Rothana tengah berada dalam tiga kemenangan beruntun, dan jika mampu mengalahkan seniman KO asal Tiongkok “The Hunter” Xie Wei malam nanti, ia akan mengakhiri tahun 2020 dengan gemilang dan mengawali tahun 2021 demi ambisinya meraih posisi puncak dalam divisi flyweight.

Bagi penggemar MMA Indonesia, ia mungkin bisa dianggap sebagai 'public enemy' karena pernah mengalahkan dua mantan juara OnePride Rudy Agustian dan Abro Fernandes.

Sebelum pria asal Phnom Penh berusia 34 tahun ini kembali memasuki Circle, ia berbagi lima fakta tentang kehidupannya.

#1 Seringkali Berpindah Tempat Tinggal

instagram embed

“Saat saya muda, saya tidak memiliki rumah permanen. Saya lahir di Kamp Pengungsi Site Two, yang berada di perbatasan Kamboja dan Thailand.”

“Keluarga saya melarikan diri ke sana selama Perang Saudara. Orang tua dan keluarga saya kembali ke Kamboja saat saya berusia 4 atau 5 tahun.”

“Awalnya, kami tinggal bersama keluarga ayah saya di Phnom Banteay Neang, yang terletak di Provinsi Banteay Meanchey di bagian utara Kamboja.”

“Beberapa tahun kemudian, kami pindah ke ibukota, Phnom Penh, dimana kami tinggal di sana bersama saudara perempuan ibu saya. Kami menghabiskan beberapa tahun di sana sebelum kami dapat membeli tanah di daerah Chak Angrae dan membangun sebuah rumah kecil.”

“Saat itu, sangat sulit bagi orang tua saya untuk mencari penghasilan demi mendukung keluarga saya.”

“Di Phnom Penh, ayah saya adalah seorang dokter yang pergi ke rumah pasien saat mereka menghubunginya, lalu ia merawat mereka, namun itu masih tetap sulit karena ia bukanlah seorang dokter di bawah Kementerian Kesehatan di Kamboja. Maka, saat ia memiliki waktu luang, ia mengajar Kun Khmer.”

#2 Menguasai Berbagai Disiplin Seni Bela Diri

video youtube embed

“Saya bertumbuh besar dengan berbagai macam olahraga dalam hidup saya.”

“Pertama, saya berlatih Hapkido karena Paman Seng Bunsong, teman ayah saya yang tinggal di Amerika Serikat, menginginkan saya menjadi pelatih. Saya memiliki sabuk hitam dalam olahraga ini, dan saya terbiasa bertanding secara lokal dan internasional sebagai bagian dari tim nasional Kamboja.”

“Lalu saya beralih ke Bokator, seni bela diri tradisional Khmer. Beberapa tahun kemudian, saya pun beralih ke Yuthakun Khom, yang juga adalah sebuah seni bela diri tradisional Khmer yang mirip dengan Bokator.”

“Setelah itu, saya mulai berlatih Vovinam dan memenangkan medali perak di Kejuaraan Dunia Vovinam. Saya juga sempat berlatih taekwondo, namun tidak terlalu lama – saya berhenti pada tahun 2004 saat beralih ke Kun Khmer.

“Saya mulai bertanding dalam Kun Khmer saat berusia 17 tahun. Saya menghabiskan beberapa tahun dalam disiplin ini. Saya seringkali bertanding dengan petarung lokal dan internasional. Pada tahun 2014, saya memutuskan untuk bertanding bela diri campuran di panggung dunia ONE Championship.”

#3 Penyayang Keluarga

Chan Rothana bersama keluarga (ONE Championship)

“Istri saya bernama Cindy Coupon. Ia adalah wanita asal Perancis yang datang ke Kamboja bersama orang tuanya. Mertua saya datang ke Kamboja untuk membuka restoran Perancis di Phnom Penh.”

“Sekitar tahun 2005 atau 2006, saya bertemu istri saya saat ia berlatih Yuthakun Khom bersama saya. Saat saya mengajarkan seni bela diri, kami mengenal satu sama lain lebih dekat lagi, lalu jatuh cinta.”

“Istri saya berkata ia mencintai saya karena saya adalah pria lugu yang membantu orang lain. Ia tidak melihat saya sebagai orang miskin atau seorang atlet. Ia mengerti saya dan mengetahui saya bekerja keras, dan saya mencintai kesetiaannya. Kini, kami memiliki dua anak perempuan.”

#4 Sempat Menjadi Koki

instagram embed

“Saat saya tinggal bersama istri saya di awal pernikahan kami – saat saya mendominasi dalam Kun Khmer – saya menghabiskan banyak waktu membantu mertua saya di restoran mereka.

“Mereka mengajarkan saya cara memasak masakan Perancis. Setiap hari, saya mempelajari beberapa hidangan yang dapat saya siapkan dan masak.”

“Beberapa tahun kemudian, mertua saya menutup bisnis mereka di Kamboja dan kembali ke Perancis. Lalu, saya berhenti bekerja di restoran.”

#5 Sempat Menjadi Pengemudi Tuk-Tuk

video youtube embed

“Setelah saya berhenti bekerja di restoran, saya melanjutkan karier saya dalam [disiplin] Kun Khmer. Pada saat itu, saya membeli Tuk-Tuk [kendaraan umum mirip bajaj].”

“Saya awalnya membeli Tuk-Tuk untuk mengantar istri saya ke sekolah di Phnom Penh supaya ia dapat mengajar bahasa Perancis dan menjemputnya saat ia selesai mengajar.”

“Namun saat saya memiliki waktu luang, saya mencoba mencari penumpang untuk diantar, terutama orang asing. Saya berkomunikasi dalam bahasa Perancis atau Inggris demi mencari uang.”

“Saya menggunakan Tuk-Tuk saya selama dua setengah tahun, lalu menjualnya. Sejak itu, saya berlatih penuh waktu untuk karier bela diri campuran saya bersama ONE Championship.”

Cara Menyaksikan ONE Championship

ONE: COLLISION COURSE dapat disaksikan live dan gratis lewat ONE Super App, Vidio, MAXstream dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 WIB pada Jumat, 18 Desember.

Selain itu, stasiun televisi nasional SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama

kumparan post embed