Konten dari Pengguna

Aksi Gladiator MMA dari Kuba Buat Aziz Calim Terkesima

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya Gustavo Balart saat memasuki arena ONE Championship dalam ajang ONE: BATTLEGROUND pada 30 Juli silam di Singapura. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Gaya Gustavo Balart saat memasuki arena ONE Championship dalam ajang ONE: BATTLEGROUND pada 30 Juli silam di Singapura. Foto: ONE Championship

Ryuto “Dragon Boy” Sawada harus menelan pil pahit saat menghadapi mantan pegulat olimpiade asal Kuba, Gustavo “El Gladiator” Balart, dalam ajang ONE: BATTLEGROUND pada Jumat, 30 Juli silam.

Dalam laga MMA divisi strawweight tersebut, Balart tampil tanpa rasa takut dengan menampilkan kemampuan terasah dan tajam, baik dalam duel atas maupun bawah.

facebook embed

Hal ini cukup mengagumkan mengingat postur dari mantan pegulat olimpiade tersebut. Dengan tinggi 150 sentimeter, ia mampu mendesak Sawada hampir sepanjang laga.

Atlet Jepang berjulukan “Dragon Boy” itu memang tampil cukup baik pada awal laga, dan sempat memaksa lawannya mundur lewat tendangan dan upaya takedown.

Namun, Balart tidak gentar dan menggunakan kemampuan grappling superior untuk mendominasi lawan di ground dan serangan lutut menyakitkan.

Menurut Aziz “The Krauser” Calim, atlet Indonesia yang pernah berhadapan dengan Sawada, penampilan Balart seolah menjadi antitesis bagi kemampuan rivalnya.

“Saya rasa kemampuan Sawada masih sama saja seperti waktu [kita bertanding] itu dulu,” jelas Aziz. “Dia kali ini menggunakan banyak striking, tapi masih berat di grappling seperti waktu saya melawan dia, tapi kali ini dia terhambat karena lawannya jago dalam gulat.”

Aziz menjelaskan bahwa sang atlet Evolve MMA ini tidak dapat mendominasi dengan grapplingnya seperti yang biasa ia tunjukkan di ONE Championship.

Dalam pertandingan itu, kemampuan striking dari “Dragon Boy” dianggap kurang optimal, jauh di bawah kepiawaian Balart.

video youtube embed

Melihat penampilan sang mantan lawan, Aziz mengatakan bahwa ini merupakan salah satu blueprint yang bisa ditiru untuk mengalahkan sang wakil dari Evolve.

Aziz, yang berlatih di Han Academy di Solo, mengatakan bahwa jika Sawada tidak menutupi kekurangannya dengan cepat, ia akan tertinggal dalam peta persaingan di divisi strawweight.

“Saya pikir jika nanti saya dapat kesempatan untuk melawan dia lagi, saya akan menyusun strategi yang digunakan oleh Balart,” jelas Aziz.

“Jika Sawada dapat mempertajam keamampuan strikingnya, mungkin saya akan mengubah taktik. Tapi karena saya tidak melihat perbaikan dalam laganya kali ini, saya yakin saya bisa unggul.”

Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!

video youtube embed

ONE: BATTLEGROUND II akan tayang pada Jumat, 13 Agustus. Ajang ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, Maxstream, dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 WIB.

Selain itu, ajang yang menampilkan Eko Roni Saputra ini akan tayang di SCTV mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.

kumparan post embed