Konten dari Pengguna

Alex Silva Anggap Kemampuan MMA Adrian Mattheis Biasa Saja

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petarung Brasil Alex Silva berdoa jelang hadapi Adrian Mattheis dalam laga MMA di ONE 157 pada 11 Maret 2022. Foto: ONE Championship
zoom-in-whitePerbesar
Petarung Brasil Alex Silva berdoa jelang hadapi Adrian Mattheis dalam laga MMA di ONE 157 pada 11 Maret 2022. Foto: ONE Championship

Ajang ONE 158 pada Jumat (3/6) akan menentukan siapa yang terbaik di antara Alex Silva dan Adrian Mattheis. Mereka akan kembali berduel demi menjawab rasa penasaran setelah laga pada 11 Maret lalu berujung kontroversial.

Dalam pertandingan MMA divisi strawweight ONE Championship itu, sang jagoan Indonesia berjuluk “Papua Badboy” keluar sebagai pemenang lewat technical knockout (TKO) pada ronde kedua menyusul pukulan telak yang menjatuhkan Silva.

Demi melindungi Silva dari serangan lanjutan, wasit Mohamad Sulaiman segera melerai dan memberikan kemenangan pada Adrian. Meski keputusan wasit sudah bulat, Silva memberi kode jika ia masih bisa melanjutkan laga dan tengah mengincar kaki Adrian untuk melancarkan kuncian sesaat sebelum sang pengadil menghentikan laga.

Hasil itu menjadi kekalahan knockout pertama dalam karier Silva, yang pernah meraih sabuk juara dunia ONE Championship. Terlepas dari hal itu, Silva menolak menyebut bahwa Adrian adalah salah satu lawan paling berbahaya yang pernah ia hadapi.

“Tidak. Dia bukan termasuk [lawan paling berbahaya],” ujar pria 39 tahun asal Brasil tersebut.

“Anda tahu saya sangat menghormatinya, begitu pun dengan semua atlet yang ada di divisi ini. Hanya saja saya telah banyak melawan atlet lain seperti Juara Dunia [Joshua] Pacio yang berakhir dengan [kekalahan lewat] keputusan terbelah di Filipina. Saat itu, saya mengontrol jalannya laga. Tapi tak apa, hal terpenting adalah memberi respek pada lawan,” lanjutnya.

Alex Silva dalam laga menghadapi Adrian Mattheis di ONE: LIGHTS OUT. Foto: ONE Championship

Karier Adrian dalam MMA memang tengah menanjak. Dengan torehan 10-5 dalam ranah profesional, pria asal Sorong, Papua Barat, ini meraih delapan kemenangan dalam 10 laga terakhirnya di ONE.

Yang lebih istimewa, hanya satu dari total 10 kemenangannya yang diraih lewat keputusan juri. Lima kemenangan ia raih lewat KO/TKO, sementara empat lainnya lewat kuncian.

Namun, hal itu tidak dianggap sebagai catatan istimewa bagi Alex Silva. Meski menaruh rasa hormat pada Adrian, ia merasa berada dalam level yang berbeda dengan sang lawan dan akan membuktikan hal itu dalam laga mendatang.

“Seratus persen saya adalah petarung yang lebih baik darinya. Saya sangat respek dengan Adrian, dia adalah anak yang baik. Dalam laga pertama, saya percaya kalau kekuatan terbesarnya adalah motivasi untuk meraih kemenangan atas petarung seperti saya yang merupakan adalah mantan juara dunia,” ungkap Silva.

Adrian Mattheis (kiri) mencoba melepaskan diri dari upaya kuncian Alex Silva. Foto: ONE Championship

Adrian mengakui jika Silva adalah idolanya. Bahkan pria asal Brasil itu adalah inspirasi yang mendorongnya menekuni karier dalam MMA. Sebagai pemilik sabuk hitam dan juara dunia Brazilian Jiu-jitsu (BJJ), Silva memang sangat disegani terutama dalam mengunci lawan. Terbukti, sembilan dari 11 kemenangannya diraih lewat kuncian.

Di sisi lain, Adrian juga dikenal punya pukulan tajam yang bisa menghunjam dan mengandaskan lawan. Namun, Silva juga tak menganggap itu sebagai atribut spesial.

“Tidak, jujur saya tidak terkejut [dengan strikingnya]. Ia memberikan segala-galanya dalam laga itu, tapi saya adalah petarung yang lebih baik dari siapa pun. Saya adalah mantan Juara Dunia [ONE Strawweight]. Jika Anda mengalahkanku, itu bagus. Jika kalah, maka Anda kalah. Saya kira ia berlaga tanpa tekanan dan beraksi dengan lepas,” ujar Silva.

Foto Alex Silva saat menghadapi Adrian Mattheis dalam laga MMA divisi strawweight ONE Championship pada 11 Maret lalu dalam ajang ONE: LIGHTS OUT.

Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru ONE Championship!

video youtube embed

ONE 158: Tawanchai vs. Larsen tayang pada Jumat, 3 Juni, mulai pukul 16.30 WIB.

Ajang ini akan menampilkan laga atlet Indonesia Adrian Mattheis melawan petarung Brasil Alex Silva. Saksikan ONE 158 di Kaskus TV, Vidio, Maxstream dan Net TV.

kumparan post embed