Atlet ONE Championship Ajak Perangi Rasialisme Di Tengah Pandemi COVID-19

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemi global COVID-19 telah berdampak luas bagi masyarakat dunia dan hampir melumpuhkan berbagai sektor. Hal ini pun turut membuka sifat alami manusia kala menghadapi krisis.
Banyak komunitas dunia yang bersatu bahu-membahu untuk menekan dan memberantas penyebaran penyakit mematikan tersebut, termasuk mendonasikan uang dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Berbagai inisiatif telah digalang oleh berbagai kalangan, baik dengan terjun langsung ke lapangan dan membagikan sembako serta masker, ataupun membagikan bantuan bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam pengentasan pandemi ini.
Namun, situasi sulit seperti ini juga membuat manusia membuka boroknya. Tak sedikit berita tentang peristiwa yang menonjolkan sikap egois manusia di tengah krisis, seperti memberikan stigma, keangkuhan dan kepanikan saat membeli kebutuhan, serta praduga pada ras tertentu.
Beberapa atlet ONE Championship yang berkewarganegaraan ganda mengambil langkah untuk bersatu melawan rasisme di tengah pandemi COVID-19 dalam sebuah gerakan bertema “#WeAreONE Against Racism.”
Gerakan yang secara harfiah bermakna Kami Bersatu Melawan Rasialisme tersebut menunjukkan rasa solidaritas dari para seniman bela diri tersebut.
Kampanye tersebut diinisiasi lewat postingan video di media sosial untuk menginspirasi warga lainnya untuk memiliki pola pikir yang sama bahwa rasialisme tidak seharusnya memiliki tempat di dunia.
Beberapa atlet yang terlibat dalam gerakan tersebut diantaranya adalah Alain “The Panther” Ngalani yang berasal dari Kamerun dan Hong Kong, Martin “The Situ-Asian” Nguyen dari Vietnam dan Australia, Regian “The Immortal” Eersel dari Belanda dan Suriname, Gurdarshan “Saint Lion” Mangat dari India dan Kanada, Giorgio Petrosyan dari Italia dan Armenia, Janet Todd dari Jepang dan Amerika, Christian Lee dari Singapura dan Amerika, dan Bi Nguyen dari Amerika dan Vietnam.
Di saat masyarakat kini dihimbau untuk tetap di rumah demi menekan penyebaran virus tersebut, banyak kegiatan yang saat ini harus terhenti.
Ini adalah sebuah tantangan bagi umat manusia yang mungkin baru pertama terjadi dalam skala global di era ini. Situasi tersebut membutuhkan persatuan dari setiap lapisan masyarakat, dan rasialisme hanya akan menjadi penghambat.
Video berdurasi 43 detik tersebut dimaksudkan agar seluruh warga dunia menghilangkan prasangka dan diskriminasi yang didasari oleh rasialisme dan mengajak semuanya bersatu.
Di akhir video, ONE Championship menutupnya dengan kalimat "Negara tidak mengenal wajah. Virus tidak mengenal ras. Hentikan kebencian. Hentikan Rasialisme."
Dalam berupaya memerangi COVID-19, ONE Championship juga telah bekerjasama dengan Global Citizen dengan menjadi salah satu broadcaster resmi acara penggalangan dana global bertajuk 'One World: Together At Home,' yang dapat disaksikan lewat ONE Super App dan berbagai platform media sosial resmi mereka.
