Aziz Calim Mengulas Tiga Aksi Ciamik Dalam ONE: A NEW BREED

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ajang ONE: A NEW BREED pada Jumat, 28 Agustus, menjadi yang ciamik bagi sebuah gelaran trilogi dengan nama yang sama usai menyajikan tujuh laga eksplosif.
Lima laga tersebut berakhir dengan kemenangan KO ataupun submission. Selain itu, ajang tersebut pun memberikan berbagai kejutan lain yang akan berdampak terhadap sengitnya persaingan di ONE Championship kedepannya.
Atlet yang mewakili Indonesia Aziz "The Krausser" Calim turut memberikan analisanya terhadap beberapa laga yang ada, termasuk dua partai puncak antara Stamp Fairtesx menghadapi Allycia Hellen Rodrigues, serta final Turnamen Bantamweight Muay Thai antara Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym menghadapi Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai.
Rodrigues mampu melengserkan Stamp dari takhtanya dan menjadi Juara Dunia baru ONE Women Atomweight usai berlaga selama lima ronde. Sementara, Rodlek menjadi juara turnamen usai mengalahkan Kulabdam.
Selain itu, Aziz juga memberikan pandangannya terkait penampilan Wondergirl Fairtex, yang mampu meraih dua kemenangan dalam dua laga perdananya bersama ONE Championship.
ONE Championship: Bagaimana tanggapannya terkait partai utama ONE: A NEW BREED?
Aziz Calim: Menurut saya, Stamp kurang siap dalam bertanding, sedangkan lawannya sudah tajam sekali kemampuan dan persiapan. Performa lawannya juga bagus sekali. Saya lihat, Stamp itu kurang maksimal, sementara Allycia bagus dengan teep dan elbow dalam clinch.
ONE: Apakah ketidakhadiran penonton turut berpengaruh terhadap penampilan seorang atlet?
AC: Bisa jadi faktor. Saya juga lihat kadang-kadang petarung bisa terpengaruh karena adanya audience.
ONE: Bagaimana dengan laga antara Kulabdam menghadapi Rodlek?
AC: Wah mantap sekali! Banyak orang yang mengira Rodlek akan [kalah] KO, tapi ternyata laganya hebat dan dia menang.
ONE: Rodlek melaju terus menahan pukulan lawannya. Apakah itu strategi kunci?
AC: Menurut saya, Rodlek ini punya dorongan yang besar dalam pertandingan ini. Kemauannya untuk menang menutupi semua upaya lawannya untuk mengalahkan dia, makanya dia tidak menghiraukan serangan lawan.
Dia maju kedepan tapi dengan teknik-teknik yang bagus. Gayanya berbeda dengan Rodtang Jitmuangnon yang kelihatan membabi-buta. Terlihat, Rodlek dapat menghidar dan mundur jika lawannya menyerang dengan senjata andalannya. Terlihat sekali teknis dan pengalamannya dalam ring.
ONE: Nah, saat ini ada satu atlet yang sangat disorot, Wondergirl Fairtex, bagaimana Aziz Calim menilai kemampuannya?
AC: Saya lihat sih, dia bagus ya. Cuma saat ini masih terlalu awal untuk saya bisa menilai kemampuan dia, saya akan melihat laga-laga berikutnya.
Pada Jumat, 11 September, ONE Championship akan menayangkan ONE: A NEW BREED II, yang sebelumnya telah direkam di Bangkok, Thailand.
Ajang tersebut dapat disaksikan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream dan Kaskus TV serta SCTV.
