Konten dari Pengguna

Bagi Atlet ONE Championship Ini One Piece Bukan Sekadar Manga

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Replika para kru Bajak Laut Topi Jerami di Tokyo One Piece Tower di Jepang (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Replika para kru Bajak Laut Topi Jerami di Tokyo One Piece Tower di Jepang (ONE Championship)

Bagi sebagian orang, One Piece mungkin hanya berperan sebagai teman mengisi waktu – menjadi bahan bacaan saat senggang atau tema diskusi sesama penggemar manga.

Lebih dari itu, pesan serta petualangan yang terdapat dalam mahakarya Eiichiro Oda ini mampu menjadi sumber inspirasi bagi sebagian lainnya, termasuk atlet ONE Championship asal Indonesia Putri "Ami" Padmi.

Juara seni bela diri nasional dalam berbagai disipilin ini – termasuk kickboxing, karate dan seni bela diri campuran – petualangan Monkey D. Luffy dan kawan-kawan sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Karya yang pertama kali terbit pada tahun 1997 ini menjadi salah satu alasan mengapa putri bela diri asal Tuban, Jawa Timur ini bermimpi meraih prestasi tertinggi di panggung dunia ONE Champinship.

X post embed

"Saya memang suka karakter Luffy. Dia sangat simpel dan suka makan. Dia punya karakteristik yang menarik sebagai seorang pemimpin, jadi saya serasa memiliki persamaan karena bisa mengajak orang lain untuk sama-sama mengejar mimpi," urai petarung 27 tahun yang sempat menjadi karyawan Bank Indonesia ini.

"Dia punya suatu karisma yang bikin orang tertarik. Dia tidak pernah berpikir – orangnya suka spontanitas. Saya suka karakter itu."

Perangai Luffy yang nampak apa adanya dan terkesan konyol justru bisa membuatnya menjadi salah satu bajak laut paling disegani di dunia One Piece, meskipun kekuatan yang ia miliki tidak semutakhir para pesaingnya.

Kala tokoh lain memiliki kekuatan api, magma, hingga gempa, Luffy adalah pemakan buah iblis karet, yang membuat tubuhnya lentur seperti karet.

Namun bagi Ami, justru di situ lah letak keunikan Luffy. Seperti dirinya, dan individu lainnya, manusia penuh dengan ketidaksempurnaan. Ia percaya kesempurnaan terletak pada kemampuan untuk mengakui kekurangan dan menambalnya lewat elemen lain.

"Entah kenapa, karakter yang dibangun oleh Oda tentang Luffy seolah-olah dia ini karakter lemah. Dalam arti dia memakan buah iblis lemah. Dari sekian banyak buah, dia makan buah paramecia karet, [padahal] dia bisa saja makan buah logia yang kuat," tuturnya.

embed from external kumparan

Luffy tidak mengandalkan plot armor sebagai tokoh utama dalam mengalahkan lawan-lawannya atau saat keluar dari kesulitan. Selalu ada cara yang masuk akal, dalam takaran dunia One Piece tentu saja, yang membantunya melewati masalah.

Bahkan, masih belum ada gambaran bagaimana Luffy bisa mengalahkan Kaido, satu dari empat kaisar lautan yang harus bajak laut topi jerami dan aliansi hadapi saat ini.

"Kalau Luffy mengalahkan Kaido sendiri, menurut saya harusnya enggak mampu deh, dan jangan sampai seperti itu. Karena terkesan Luffy itu tak terkalahkan," tutur Ami.

"Harusnya, dia bersama teman-temannya mengalahkan Kaido, itu baru masuk akal. Sepertinya, Eiichiro Oda itu tidak akan membuat Luffy seperti Yonkou pada umumnya. ‘Oh dia masuk jajaran Yonkou, dia mengalahkan Yonkou jadi dia termasuk Yonkou.’"

video youtube embed

Selama bertahun-tahun mengikuti One Piece, ada banyak pesan serta pelajaran tentang hidup yang ia dapatkan. Namun, ada sebuah pesan yang melekat yang ia dapatkan dari Arc Wano yang tengah berlangsung saat ini.

"Yang paling saya suka dari Arc Wano ini adalah pesan bahwa apapun yang Anda lakukan atau pilih, akan mengubah takdir. Wah itu keren sekali!" ungkap Ami.

"Pesan itu yang saya dapat ketika baca Arc Wano ini. Setelah dipikir-pikir, ternyata benar. Ketika Luffy bisa bertemu Zoro pertama kali, kita dibawa flashback ke pertemuan pertama, dan dia hanya naik perahu masuk gentong dan terserah laut membawa dia ke mana. Luffy tidak ada keahlian navigasi, dan takdir yang membawa dia untuk bertemu Zoro."

"Di Arc Wano juga seperti itu— apa yang dilakukan sama Gol D. Roger, Shirohige, dan teman-teman Roger juga demikian. Ternyata apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu, bisa mengubah takdir kita. Itu keren banget, dan saya suka."

embed from external kumparan