Bintang Muay Thai Tawanchai Janjikan Laga Impresif dalam Laga Puncak ONE 158

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Jumat (3/6), di Singapore Indoor Stadium, laga puncak ONE 158 akan menjadi penentuan siapa penantang berikutnya bagi pemilik sabuk emas ONE Featherweight Muay Thai, yang saat ini dikuasai oleh Petchmorakot Petchyindee.
Dalam laga itu, Tawanchai akan berhadapan dengan Juara Dunia WBC Muay Thai Niclas Larsen. Jelang laga mendatang, petarung Thailand berumur 23 tahun itu pun menyebut akan memberikan aksi spektakuler.
Tawanchai akan berlaga di divisi featherweight ONE Championship, kelas dengan bobot lebih berat dari biasanya. Sebelumnya, ia berlaga di divisi bantamweight. Dengan begitu, ia tidak perlu memangkas berat lebih banyak hingga bisa fokus mempertajam serangan.
"Di divisi yang lebih ringan, saya harus mengontrol berat badan. Saya harus makan lebih sedikit agar berat badan tidak bertambah. Alhasil tenaga saya berkurang, dan saya tidak bisa latihan berat badan untuk meningkatkan masa otot secara efektif," ujarnya.
"Di divisi featherweight yang adalah berat alami saya, saya dapat fokus pada penguatan dan pengkondisian otot sesuai dengan struktur badan alami saya. Dan saya kira itu akan lebih penting untuk menunjang penampilan agar lebih lincah dan senjata saya juga akan lebih kuat," sambungnya.
Pindah ke divisi yang lebih berat, otomatis Tawanchai akan berhadapan dengan lawan yang lebih besar dan kuat. Namun, hal itu tidak mengintimidasi bintang muda perwakilan sasana PK. Saenchai Muaythaigym itu.
"Sekali pun divisi featherweight dipenuhi dengan atlet top dunia, saya melihatnya sebagai tantangan. Saya tidak takut siapa pun, betapa pun hebatnya mereka. Saya lebih dari siap untuk berlaga. Namun, saya tak akan lupa meningkatkan diri dan menyingkirkan kelemahanku untuk bersanding dengan yang terbaik di divisi ini," tegasnya.
Tawanchai Siapkan Kejutan Pada Niclas Larsen
Niclas Larsen akan menjadi lawan yang tepat untuk menguji Tawanchai di divisi barunya. Di dunia Muay Thai, sang striker Denmark ini telah berbagi arena dengan berbagai atlet elite.
Hal itu pun telah menjadi perhatian khusus bagi Tawanchai.
"Bicara kemampuan Muay Thai, saya memberi [Larsen] nilai hampir 10 [dari 10]. Ia sanget menguasai Muay Thai dan punya jam terbang melawan petarung Thailand. Ia bukan lawan yang mudah," ujar Tawanchai.
Sang bintang yang tengah naik daun itu pun mengakui bahwa pukulan Larsen sangat lah berbahaya. Apalagi jika dikemas dengan sarung tangan kecil.
"Saya harus berhati-hati dengan pukulannya yang cepat, kuat dan akurat," sambungnya.
Respek Tawanchai atas Larsen juga memotivasinya untuk berlatih lebih keras. Ia pun telah menyiapkan sejumlah kejutan hingga jurus spesial untuk sang bintang Denmark.
"Saya punya sejumlah kejutan untuknya di laga mendatang. Yang dapat kukatakan, Anda akan melihat semua yang kumiliki seperti pukulan, tendangan, lutut dan sikut. Mungkin juga akan ada KO," jelas Tawanchai.
Satu yang pasti, Tawanchai akan memberi penggemarnya penampilan terbaik demi sabuk emas ONE Featherweight Muay Thai.
"Saya akan berlaga untuk mencapai tujuan utama saya, yakni Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai," tegasnya.
Download ONE Super App untuk mengikuti perkembangan terbaru ONE Championship!
ONE 158: Tawanchai vs. Larsen tayang pada Jumat, 3 Juni, mulai pukul 16.30 WIB.
Ajang ini juga menampilkan laga atlet Indonesia Adrian Mattheis melawan petarung Brasil Alex Silva. Saksikan ONE 158 di Kaskus TV, Vidio, Maxstream dan Net TV.
