Deretan Kemenangan KO dari Petarung yang Berlaga dalam ajang ONE: NO SURRENDER

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Deretan atlet pencetak KO terbaik di muka bumi akan hadir di Bangkok, Thailand, saat ONE Championship menghelat ONE: NO SURRENDER pada Jumat, 31 Juli.
Ajang ini akan menampilkan sepasang laga perebutan gelar Juara Dunia, sebuah laga super kickboxing, pertempuran antara para konteder Muay Thai teratas, serta dua kontes bela diri campuran menegangkan.
“The Home Of Martial Arts” kembali dengan gebrakan lain, dan para penggemar dapat berharap adanya kemenangan KO ciamik dari para atlet terbaik.
Berikut adalah tiga KO terbaik di ONE Championship dari para hero yang akan tampil dalam ONE: NO SURRENDER.
Kemenangan KO Dalam Debut Petchdam
Petchdam “The Baby Shark” Petchyindee Academy memperkenalkan tendangan roundhouse kirinya yang dahsyat pada penggemar di seluruh dunia – dan lawannya Josh “Timebomb” Tonna – dalam debut promosionalnya di ajang ONE: PURSUIT OF POWER bulan Juni 2018 lalu.
Pada ronde pembuka, atlet berkuda-kuda southpaw asal Thailand ini mengenai rusuk dan lengan lawannya dengan tendangan khas miliknya ini, dimana ia juga menyarangkan beberapa serangan siku dan bertukar serangan lutut dengan Tonna dalam posisi clinch.
Perwakilan Petcyhindee Academy ini berlanjut menggunakan senjata favoritnya ini pada ronde kedua. Lalu, setelah waktu rehat mendadak karena serangan ke arah selangkangan yang tak disengaja, ia menemukan celah yang diincarnya.
Petchdam bergerak maju dan melontarkan tendangan roundhouse kirinya ini saat atlet Australia itu menurunkan pertahanannya. Tulang kering atlet Thailand ini tersambung dengan bagian kanan tubuh Tonna, dan secara simultan, lututnya mengenai kepala atlet Australia itu dan menjatuhkannya ke atas kanvas untuk meraih kemenangan KO.
Di ajang ONE: NO SURRENDER, Petchdam akan menantang Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon demi sabuk emas.
Tiga Uppercut Beruntun Yodsanklai
“The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex turut berpartisipasi dalam laga utama Muay Thai perdana dalam sejarah ONE di ajang ONE: DESTINY OF CHAMPIONS bulan Desember 2018, dimana ia mencetak sebuah kesimpulan yang layak bagi laga dalam tingkatan itu.
Dalam laganya melawan atlet Australia Luis “Soot Raaeng Geert” Regis, sang legenda Thailand ini mengincar lawannya dan mengancam dengan pukulan cross kiri dan tendangan roundhouse andalannya.
Regis memadukan serangannya dan menampilkan seluruh kemampuannya ke arah perwakilan Fairtex ini, termasuk pukulan, tendangan roundhouse, serta bahkan teknik step-in knee, namun tak ada yang mampu mengalihkan momentum rivalnya itu.
Akhir laga ini datang pada menit terakhir ronde pembuka. Yodsanklai memojokkan punggung lawannya ke dinding Circle, dan ia melompat ke depan dengan sebuah kombinasi jab-cross sempurna yang mengejutkan atlet Australia itu.
“The Boxing Computer” lalu melontarkan tiga uppercut beruntun – yang seketika menjatuhkan Regis ke atas kanvas dan mengakhiri laga.
Yodsanklai pastinya akan ingin menggunakan pukulan kuatnya tersebut melawan kompatriot dan Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy di laga pendukung utama ajang ONE: NO SURRENDER.
Stamp Dan Sebuah Tendangan Luar Biasa
Saat melakoni debut seni bela diri campuran dalam ajang Rich Franklin’s ONE Warrior Series pada Juli 2018, Stamp Fairtex langsung menarik perhatian dengan sebuah tendangan.
Hanya beberapa detik setelah bel pembuka, spesialis Muay Thai dan lawannya, atlet India Rashi Shinde, langsung berhadapan dan mengukur jarak.
Perwakilan Fairtex ini segera menyarangkan tendangan ke arah kaki dan menjauh untuk kembali mengukur lawannya.
Melihat bahwa lengan kiri atlet India itu turun, Stamp melontarkan tendangan ‘roundhouse’ ke arah kepala Shinde, yang segera menjatuhkannya ke atas kanvas dan memaksa wasit menghentikan laga.
Wanita yang kini menjadi Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai ini hanya membutuhkan 19 detik untuk meraih kemenangan.
Stamp kini akan mengincar sebuah kemenangan cepat lainnya saat ia menghadapi lawan tak terkalahkan yang juga rekan senegaranya, Sunisa “Thunderstorm” Srisen, akhir bulan nanti.
