Konten dari Pengguna

Deretan Kemenangan KO Terbaik Dari Bintang ONE: NO SURRENDER II

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Pongsiri Mitsatit di ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Pongsiri Mitsatit di ONE Championship (ONE Championship)

Setelah kembali lewat pergelaran yang eksplosif akhir pekan lalu, ONE Championship siap dengan ajang lain yang menampilkan laga penuh aksi.

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menayangkan ONE: NO SURRENDER II dari Bangkok, Thailand. Tak kalah sengit dari ajang ONE: NO SURRENDER, para fan akan lebih bersemangat menantikan ajang mendatang.

Jelang enam laga bela diri penuh aksi pada Jumat, 14 Agustus, mari menyaksikan kembali tiga kemenangan KO terbaik dari beberapa bintang yang akan berlaga nanti nanti.

KO Lewat Satu Pukulan Sensasional Milik Rodlek

facebook embed

Juara Dunia Channel 7 Stadium Muay Thai Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym mampu membakar semangat para penonton di dalam Mall Of Asia Arena di Manila, Filipina, melalui sebuah kemenangan KO dengan satu pukulan dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES pada Agustus 2019.

Atlet Skotlandia Andrew “Maddog Fairtex” Miller memulai laga dengan meyakinkan, namun saat kontes berlanjut, sang striker Thailand lah yang mampu mendaratkan lebih banyak serangan keras.

Pada menit terakhir laga, perwakilan PK.Saenchai Muaythaigym ini mengakhiri penampilannya dengan sangat luar biasa.

Setelah campur tangan wasit, atlet Skotlandia itu maju dengan pukulan shovel hook. Namun, saat menerima serangan dan menghantam tubuh Miller, Rodlek melontarkan pukulan overhand kanan pendek ke arah dagu yang seketika menjatuhkan rivalnya ke atas kanvas.

“Maddog Fairtex” segera kembali berdiri, namun ia terhuyung mundur ke arah tali ring. Melihat itu, wasit terpaksa menghentikan laga.

Rodlek tentu ingin mengulangi penampilan tersebut saat melawan Saemapetch Fairtex dalam laga semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai, yang akan menjadi puncak ONE: NO SURRENDER II.

Serangan Lutut Pongsiri Mitsatit Tepat Menemui Sasaran

video youtube embed

Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit meraih kemenangan cepat pada ronde pertama dalam ajang ONE: WARRIORS OF LIGHT di Impact Arena, Bangkok, di Mei 2019. Namun, ia sempat harus mengalami kesulitan.

Dalam laga seni bela ciri campuran divisi strawweight ini, bintang Filipina Robin “The Ilonggo” Catalan memilih strategi yang terfokus pada grappling. Catalan menyeret turun lawannya, meraih posisi dominan di atas kanvas, bahkan mencoba mengeksekusi kuncian heel hook favoritnya.

Untungnya, atlet berusia 24 tahun asal Chiang Mai itu mampu melepaskan diri dan membawa aksi ini kembali ke atas, dan memanfaatkan teknik clinch ala Muay Thai dengan sangat baik.

Saat Catalan memojokannya ke dinding Circle, Pongsiri mampu menciptakan sedikit celah dan melontarkan beberapa serangan lutut ke arah tubuh rivalnya. Saat genggaman atlet Filipina itu melunak, “The Smiling Assassin” menempatkan tangan kirinya di belakang leher lawannya, menyeretnya dan melontarkan lututnya kembali.

Ketika “The Ilonggo” berusaha keras menjalankan teknik clinch-knee dan mendaratkan sebuah takedown, atlet Thailand ini menampilkan pertahanan grappling dan melanjutkan serangannya. Sebuah serangan lutut terakhir ke ulu hati akhirnya menjatuhkan Catalan dan mengakhiri laga.

Kini, dalam gelaran ONE: NO SURRENDER II, Pongsiri akan bertemu atlet di bawah ini.

Akihiro Fujisawa Kejutkan Rockie Bactol Di Manila

facebook embed

Akihiro “Superjap” Fujisawa sukses mencetak kemenangan KO atas salah satu atlet berbakat dari atlet yang juga merupakan alumni dari ajang pencarian bakat ONE Warrior Series.

Dalam ajang ONE: CONQUEST OF CHAMPIONS pada November 2018, atlet Jepang ini tampil mengejutkan saat melawan putra daerah Rockie Bactol di Mall Of Asia Arena dan meraih kemenangan TKO pada ronde ketiga.

Bactol unggul pada awal laga dengan kemampuan stand-up miliknya, namun Fujisawa menjadi semakin kuat saat laga berlanjut dan mampu menekan rivalnya yang lebih muda dengan perpaduan gulat dan serangan bawah.

Pada stanza terakhir, “Superjap” meningkatkan serangan dan mulai mendominasi atlet Filipina itu.

Separuh jalan, veteran Jepang ini memojokkannya di dinding Circle, mendaratkan takedown, serta melepaskan rangkaian pukulan yang dilanjutkan dengan serangan siku dan lutut ke arah kepala. Wasit akhirnya mengakhiri laga 20 detik sebelum bel akhir pertandingan.

Fujisawa tentu ingin tampil sama dominannya di ibukota Thailand, saat menghadapi Mitsatit.

ONE: NO SURRENDER II akan disiarkan lewat ONE Super App, Vidio, MAXStream dan SCTV.

embed from external kumparan