Konten dari Pengguna

Eddie Alvarez Sampaikan Pesan Menyentuh Usai Terkena Diskualifikasi

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eddie "The Underground King" Alvarez berlaga menghadapi Iuri Lapicus dalam ajang ONE on TNT I pada Kamis, 8 April. (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Eddie "The Underground King" Alvarez berlaga menghadapi Iuri Lapicus dalam ajang ONE on TNT I pada Kamis, 8 April. (ONE Championship)

Walaupun dikenal sebagai olahraga yang keras, seni bela diri mampu memberikan nilai-nilai kesatria seperti rasa hormat, kepercayaan diri, berani mengakui kekalahan, serta kepedulian terhadap lawan.

Hal tersebut terbukti dalam laga pendukung utama “ONE on TNT I,” ketika atlet lightweight ONE Championship Eddie “The Underground King” Alvarez terkena diskualifikasi saat melawan petarung asal Moldova, Iuri Lapicus, pada Kamis pagi, 8 April, waktu Indonesia.

Dalam laga MMA yang disiarkan secara langsung pada jam tayang prime time Amerika Serikat di jaringan televisi TNT itu, mantan Juara Dunia UFC dan Bellator ini dianggap memukul bagian belakang Lapicus ketika pertandingan baru berjalan kurang dari satu menit.

instagram embed

Padahal Alvarez tampak matang, dan dalam kurun waktu singkat berhasil mencetak takedown guna menjatuhkan atlet asal sasana Team Petrosyan tersebut ke ground.

Alhasil, pukulan yang mendarat di belakang kepala Lapicus membuat petarung asal Philadelphia itu menerima kartu merah yang berarti diskualifikasi dari wasit Justin Brown.

Hasil DQ ini juga berarti menambah catatan kekalahannya menjadi 30-8, dalam karier legendaris selama dua dekade.

X post embed

Bagi banyak fan, apa yang Alvarez terima dirasa tak adil, karena ia tidak bisa melihat secara langsung bagian mana yang ia serang. Hal itu karena tangan Iuri memblokir gerakan kepala Alvarez sehingga pandangannya terganggu.

Kendati mendapat hasil yang sangat mengecewakan, “The Underground King” memperlihatkan sifat kesatria dalam wawancara usai laga.

“Apa pun yang diputuskan oleh wasit dalam laga ini berarti itulah hasilnya. Saya minta maaf, saya harap Iuri benar-benar dalam kondisi yang baik karena ini olahraga yang berbahaya dan yang saya pedulikan hanya semua orang yang ada disini dapat selamat serta pulang ke rumah bertemu keluarga mereka kembali ketika laga sudah usai,” jelasnya di Singapore Indoor Stadium.

“Saya mencoba untuk bertahan dalam laga ini. Jadi ketika wasit memutuskan berarti itu sudah menjadi hasil akhir dan saya harus menghargai keputusan tersebut. Saya mencoba melakukan yang terbaik disini dan saat ini saya berdoa untuk Iuri.”

instagram embed

Eddie adalah seorang legenda. Ia telah menyaksikan pahit getirnya perjuangan seorang petarung yang harus mengorbankan banyak hal untuk beraksi dalam sebuah laga yang penuh kontak fisik.

Setelah bergabung dengan ONE Championship pada 2019 silam, jalan terjal harus dilewati oleh salah satu legenda MMA ini. Kekalahan TKO atas Timofey Nastyukhin dalam laga debut ONE memberi coreng di catatan legendarisnya. Ditambah, hasil diskualifikasi dalam pertandingan ketiganya semakin membuat reputasinya terancam.

Namun sebagai seorang seniman bela diri yang sudah malang melintang, Eddie Alvarez memberikan contoh baik dan patut untuk di tiru, sifat kesatria dalam mengakui kekalahan.

video youtube embed
kumparan post embed