Hadapi Jarred Brooks, Bokang Masunyane Ibaratkan Laga Perebutan Sabuk

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ONE 156: Eersel vs. Sadikovic akan menampilkan sebuah laga antara Bokang Masunyane dan Jarred Brooks yang berebut tempat sebagai penantang Juara Dunia ONE Championship berikutnya.
Jelang laganya, atlet berjuluk "Little Giant" itu melihat sosok Brooks sebagai atlet yang serba bisa seperti dirinya. Tanpa mengecilkan sang penguasa divisi Joshua Pacio, Masunyane melihat kalau laganya nanti tak ubahnya seperti laga Kejuaraan Dunia.
"Baik saya atau Jarres Brooks yang menang, sang pemenang sudah layak disebut sebagai Juara Dunia berikutnya. Kami merupakan atlet yang lengkap," ujar Masunyane.
"Kami berdua tahu cara bergulat, memiliki permainan striking yang bagus serta tahu cara memenangkan laga. Saya percaya kalau laga ini adalah laga Kejuaraan Dunia," sambungnya.
Di atas panggung ONE Championship, atlet MMA Afrika Selatan itu tengah mengantongi dua kemenangan beruntun dan total raihan rekor profesional 8-0 atau tak terkalahkan.
Namun, lawannya Brooks memiliki jam terbang lebih tinggi dengan total raihan 18-2 lintas promotor. Di ONE Championship, sang 'Monkey God' juga tengah menang dua kali beruntun seperti Masunyane.
"Dia [Brooks] sangat eksplosif dan memiliki pukulan keras, sesuatu yang diwaspadai. Hanya jika aku hanya terpaku pada pukulannya, ia bisa melancarkan takedown dan menyelesaikan jalannya laga di atas kanvas," ujar sang perwakilan sasana Coach Quan University.
Berkaca pada modal lengkap yang dimiliki sang atlet Amerika, Masunyane merasa kalau dirinya jauh lebih baik dari lawannya - terlepas dari umur yang jauh lebih muda.
"Saya percaya jika saya lebih dinamis, karena saya tahu cara menggunakan kemampuan gulatku untuk menyerang. Begitu juga saya menggunakan striking untuk bergulat. Saya yakin lebih memiliki gameplan yang lengkap ketimbang dirinya," ujar Masunyane.
"Ini akan menjadi laga pertarungan yang sangat menarik. Saya yakin kalau laga ini berpotensi menjadi laga terbaik malam itu," sambungnya.
Raihan Bokang Masunyane di ONE Championship
Omongan Masunyane bukan tanpa dasar. Di panggung ONE Championship, itu telah membuktikan staminanya dengan meladeni pegulat Jepang Ryuto Sawada selama tiga ronde dengan penuh dominasi.
Yang terbaru, "Little Giant" baru saja menumbangkan seorang mantan penantang gelar, Rene Catalan, lewat sebuah tendangan kiri keras ke arah kepala yang berujung kemenangan KO.
Dengan modal itu, Masunyane siap meladeni Brooks baik dalam pertukaran striking atau permainan di atas kanvas.
"Jika laga berjalan di atas kanvas, saya memiliki permainan kuncian yang kuat. Jika laga berjalan di atas, faktanya saya baru saja menidurkan salah satu striker terbaik di divisi ini. Hal itu meningkatkan rasa percaya diri saya," ujar atlet dengan tinggi 155 cm itu.
"Apapun itu saya percaya bakal menang, baik lewat penyelesaian atau laga tiga ronde penuh. Saya yakin akan keluar sebagai yang terbaik nantinya," tegasnya.
Lahir di Afrika, Masunyane sangat haus akan kemenangan
Determinasi "Little Giant" yang luar biasa itu juga didorong akan kerasnya hidup di tanah kelahirannya. Masunyane yang menjadi yatim piatu di umur belia, harus berjuang lewat olahraga seni bela diri untuk menyambung hidup.
"Di Afrika, hidup begitu keras. Mundur dari laga bukan ah pilihan. Jika saya menang, artinya akan ada lebih banyak makanan untuk saya di meja makan," cerita Masunyane.
"Saya akan datang ke arena dengan seluruh kekuatan Afrika milik saya dan meraih kemenangan. Raihan itu akan membawa saya lebih dekat ke sabuk emas divisi strawweight," pungkasnya mantap.
