Hindari Kontroversi, Alyona Rassohyna Ingin Kalahkan Stamp Secara Meyakinkan

The Home Of Martial Arts
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah menang kontroversial pada laga pertama, Alyona Rassohyna bertekad untuk menang meyakinkan atas mantan Juara Dunia dua disiplin ONE Stamp Fairtex saat tanding ulang dalam MMA.
Pada hari Jumat, 3 September, keduanya akan bertemu dalam babak perempat final Turnamen ONE Women’s Atomweight World Grand Prix di ajang bersejarah ONE: EMPOWER.
Pada pertemuan pertama Februari lalu, Rassohyna menguncti dengan teknik guillotine choke pada detik-detik terakhir ronde penutup. Dalam tayangan ulang, bintang bela diri Thailand itu memang nampak tap out.
Namun, saat wasit menghentikan pertandingan, atlet asal Fairtex Gym itu segera melayangkan protes pada wasit. Ia bahkan sempat menangkat tangan sebagai bentuk perayaan kemenangan.
Bagaimanapun, keputusan wasit Olivier Coste tetap mutlak, dan Stamp harus menerima kekalahan pertamanya dalam MMA.
Kini, penantang peringkat ketiga Rassohyna dan atlet peringkat keempat Stamp akan mengulang semua itu dalam ajang khusus wanita perdana dari ONE Championship. Kali ini, sang pemenang akan melaju ke babak semifinal Atomweight World Grand Prix.
Dalam wawancara eksklusif ini, Rassohyna membagikan pendapat terkait laga pertamanya itu, berbicara tentang sesi latihan yang dijalaninya untuk laga ulang ini, menyebutkan para wanita yang memberinya inspirasi, dan masih banyak lagi.
ONE Championship: Turnamen ONE Women’s Atomweight World Grand Prix semakin mendekat. Seberapa siapkah anda untuk turnamen ini?
Alyona Rassohyna: Kami bersiap dengan sangat baik. Saya bahkan terbang ke Swedia, dimana saya mulai menghabiskan waktu untuk mengasah kemampuan gulat dan grappling saya. Saya berada dalam kondisi fisik yang hebat. Ini adalah kondisi terbaik saya setelah sekian lama. Namun saat turnamen itu ditunda, Saya harus mengurangi latihan untuk mengizinkan tubuh saya bersantai dan pulih kembali.
Saat turnamen itu dijadwalkan kembali, saya langsung berlatih, dan kini saya ada di kondisi puncak. Kini, saya merasa sangat kuat dan siap. Saya sepenuhnya siap dengan kemampuan saya, baik striking, gulat, atau grappling. Saya sangat yakin dapat menyelesaikan laga ini sebelum bel akhir pertandingan berbunyi.
ONE: Bagaimana rasanya dapat memasuki turnamen ini? Apa rasanya berada di antara delapan petarung atomweight wanita terbaik dunia?
AR: Sejujurnya, melihat seluruh wanita dalam turnamen ini, mereka semua sangat spektakuler. Mereka semua tampil luar biasa. Saya kira [saya berada dalam turnamen ini] karena saya juga spektakuler. Saya kira itulah kriterianya.
Jujur, ini menjadi penghormatan besar bagi saya untuk mewakili Ukraina dalam turnamen besar ini, di atas panggung besar ini. Saya sangat bersemangat. Perjalanan saya sebagai petarung, sebagai atlet, sangatlah sulit. Saya tak mendapatkan dukungan yang saya butuhkan. Saya belum pernah mengalami laga yang mudah, dan tak ada yang mempromosikan saya secara aktif.
Tetapi saya selalu berdedikasi pada pekerjaan saya. Saya bekerja sangat keras dan kini saya mendapatkan penghargaan itu, dan saya sangat senang.
ONE: Jika memenangi turnamen ini, Anda akan memperebutkan sabuk emas. Bagaimana menurut anda?
AR: Tentunya, memenangkan turnamen ini akan mewakili pencapaian terbesar saya dari seluruh medali yang saya rebut. Semua medali yang tergantung di dinding itu menunjukkan dedikasi saya pada olahraga ini. Usaha yang saya berikan tidaklah mudah. Saya tak datang dari keluarga yang utuh, dimana pada tiap sesi latihan dan turnamen, saya harus membuktikan diri.
Segala yang saya capai di masa lalu membawa saya pada turnamen ini.
Di Ukraina, MMA itu tidak disponsori. Tak ada sponsor. Satu-satunya [kategori] olahraga yang mendapatkan sponsor adalah yang dipertandingkan di Olimpiade. Saya selalu menghadapi kesulitan dan tantangan, terutama secara finansial.
Saya mengalami situasi dimana saya tak mengetahui siapa yang akan menjadi tim pojok saya. Banyak kasus dimana saya harus terbang dan bertarung sendiri, seorang diri, atau kasus dimana saya memiliki beberapa laga dalam satu malam. Saya makan di antara laga-laga saya itu. Sebagai petarung di Ukraina, kami tetap bertarung, walau apa pun yang terjadi.
ONE: Terkait laga terakhir anda dengan Stamp Fairtex. Ia mengaku bahwa dirinya tidak tap-out saat saya mengamankan guillotine. Bagaimana menurut anda?
AR: Pertama-tama, saya mempercayai kompetensi dari wasit. Kedua, saya merasakan dan mengerti kuncian guillotine. Itu adalah salah satu dari teknik terkuat saya. Kapan pun saya mengunci leher, saya dapat merasakan getaran saat seseorang tap-out. Saya tak melepaskan dirinya untuk memastikan bahwa wasit melihat dirinya tap-out.
Saya memiliki banyak kesempatan untuk mengamankan guillotine itu, dan ia selalu memberi saya kesempatan itu.
Setelah laga, saya menonton video rekaman dan melihat bahwa ia jelas tap-out. Itu cukup jelas bagi saya bahwa saya menggenggamnya dengan sangat baik. Namun saya merasa ia hanya tak dapat menerima bahwa ia kalah. Ia sangat muda dan ambisius, saya dapat mengerti itu. Tetapi kami semua juga ambisius.
ONE: Apa yang anda rasakan tentang para penggemar Stamp yang mengatakan ia tidak tap-out?
AR: Sejujurnya, saya sama sekali tak menggiring persepsi penggemar tentang laga itu. Kita harus mengerti bahwa ada penggemar yang cukup kompeten dan mengerti MMA. Lalu ada penggemar yang tak mengerti apa pun dan hanya menonton dari sofa atau kursi mereka. Mereka tak mengerti apa pun tentang MMA. Saya juga memiliki banyak pengikut, dan apa pun yang terjadi, mereka akan menilai.
Namun, ada banyak fakta dan kita harus menerimanya.
Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!
ONE Championship akan menayangkan ONE: EMPOWER pada Jumat, 3 September.
Ajang ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, Maxstream, Vidio, dan Kaskus TV mulai pukul 19:30 WIB. Selain itu, SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB pada hari yang sama.
