Konten dari Pengguna

Kisah Lito Adiwang, Petarung MMA Filipina yang Wakili Bali di ONE Championship

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Lito Adiwang saat menghabisi Adrian Mattheis dalam tempo 23 detik. Foto: ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Lito Adiwang saat menghabisi Adrian Mattheis dalam tempo 23 detik. Foto: ONE Championship)

Setelah keluar dari Team Lakay, petarung MMA Lito Adiwang resmi bawa bendera baru di bawah sasana yang berada di Bali.

Sang jagoan asal Filipina itu saat ini berkarier di kelas jerami ONE Championship itu memang sempat mengalami cedera kaki yang membuatnya sempat berpikir untuk berhenti.

Namun, semangatnya kembali membara setelah menemukan rumah baru di Pulau Dewata.

instagram embed

Proses yang berliku itu pun membawa atlet berjuluk "Thunder Kid" itu pindah dari Filipina ke Indonesia. Ia pun bergabung dengan HIIT Studio, sebelum akhirnya resmi menjadikan SOMA Fight Club sebagai rumah keduanya.

Diketahui, hasil latihan di sasana yang populer di Pulau Dewata Bali itu membawanya meraih dua kemenangan beruntun yang dominan. Yang pertama adalah kemenangan KO 23 detik atas Adrian Mattheis, serta aksi mutlak melawan rekan senegaranya, Jeremy Miado.

Pasca dua kemenangan besarnya, Adiwang pun tengah bersiap untuk melawan Danial Williams dalam laga MMA di ONE Fight Night 19 pada Sabtu (17/2/2024). Ia pun akan menjadikan momen itu sebagai kesempatan untuk mengibarkan nama SOMA Fight Club.

“Saya sudah ada di SOMA untuk beberapa waktu. Mereka resmi menjadi tim baru saya," ujar Adiwang.

"Sejauh ini cukup bagus. Saya mendapatkan semua hal yang saya butuhkan. Mereka memiliki fasilitas, dan pelatih bagus. Filosofi kami dapat bekerja erat satu sama lain," lanjutnya.

Ia pun berlatih di bawah bimbingan dua nama besar Mike Ikilei, dan Yousef Wehbe. Bintang Filipina itu merasa yakin bahwa dirinya telah berkembang di seluruh area.

Adiwang juga mendapatkan para rekan berlatih elite, yang juga menjadikan SOMA Fight Club sebagai rumah mereka. "Thunder Kid” pun meyakini kalau ia siap untuk menghadapi apa pun saat memasuki ring minggu depan.

"Ini adalah keuntungan yang sangat besar. Saya terdorong untuk melakukan sesuatu yang berbeda, berpikir di luar kerangka, dan mengeluarkan kemampuan lain. Karena mereka memiliki gaya dan kekuatan yang berbeda, saya harus menyesuaikan diri," jelas Adiwang.

“Saya harus menjadi kuat. Saat saya berdiri di hadapan Williams dan melihat matanya, saya tahu bahwa saya harus menghancurkan dirinya. Ia adalah alasan mengapa saya sangat menderita dalam latihan," pungkasnya.

Di satu sisi, Williams merupakan striker yang tidak boleh diremehkan. Walau tengah berada pada tren kekalahan, ia telah membuktikan ketangguhannya dengan bersanding bersama Superlek Kiatmoo9 hingga Jonathan Di Bella dalam dua aksi Kejuaraan Dunia kickboxing.

embed from external kumparan