Konten dari Pengguna

Kisah Unik Adrian Mattheis di ONE, Dibantu Mantan Lawan Sebagai Cornerman

ONE Championship

ONE Championshipverified-green

The Home Of Martial Arts

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya Adrian "Papua Badboy" Mattheis usai memenangi sebuah laga di ONE Championship (ONE Championship)
zoom-in-whitePerbesar
Gaya Adrian "Papua Badboy" Mattheis usai memenangi sebuah laga di ONE Championship (ONE Championship)

Selama tahun 2020, panggilan tanding dari ONE Championship untuk Adrian “Papua Badboy” Mattheis memang tak ada. Namun, ia tetap menyibukkan diri sebagai cornerman selama masa pandemi tersebut.

Di tengah tertundanya panggilan untuk berlaga akibat berbagai keterbatasan, atlet MMA asal Tigershark Fighting Academy itu melakoni peran lain sebagai cornerman bagi rekan-rekannya.

video youtube embed

Menjadi cornerman memang bukan hal baru bagi atlet kelahiran Ternate, Maluku Utara itu. Namun, pengalaman tersebut tetap memberinya sebuah sensasi baru.

“Wah, di dunia olahraga kombat, saya sudah sering jadi cornerman. Pertama kali, saya jadi cornerman teman sendiri, Andryawan, waktu ajang amatir. Itu tahun 2017, waktu saya masih taruna,” kenang Adrian.

Baru-baru ini, Adrian kembali menjadi cornerman bagi dua rekannya yang berlaga di liga lokal OPMMA. Melihat rekannya berlaga dari sisi corner membuat Adrian bisa mengamati gameplan dan juga membayangkan strategi untuk menjatuhkan lawan.

“Setidaknya kita belajar juga. Melihat kembali pencapaian teman-teman saat kita latihan. Biasanya dulu kayak gini. Buat mereka, tanding supaya tidak lupa dengan apa rencana kita. Kekuatan kita untuk lawan musuh kita,” ujarnya dengan logat Timur yang khas.

Selain mengamati pergerakan atlet di atas arena, kehadiran dan pesona khas Adrian sebagai cornerman juga menghadirkan energi positif.

“Jadi kita kasih energi positif buat teman-teman, toh. Kalau Adrian, peran cornerman itu penting buat atlet kayak kita, kan,” jelasnya.

“Kita tuh hanya bisa bermain, tapi cornerman yang bisa lihat kita punya posisi keseluruhan. Jadi mereka mengerti posisi gitu loh.”

instagram embed

Adrian mengenang momen saat melawan Eddey “The Clown” Kalai dalam ajang ONE: GLOBAL SUPERHEROES pada 2018 silam. Saat itu, Adrian mengaku berlaga tanpa didampingi cornerman.

Di tengah situasi sulit, sosok superstar Filipina Rene “The Challenger” Catalan yang juga pernah menjadi salah satu lawannya, malah berperan menjadi cornerman dadakan. Alhasil, laga itu dimenangkan Adrian lewat kuncian rear-naked choke pada ronde pertama.

“Saya waktu lawan Eddey Kalai enggak punya cornerman, dia [Rene Catalan] yang jadi cornerman saya,” kenang Adrian.

Sebagai atlet, Adrian menyadari betul peran cornerman dalam jalannya sebuah pertandingan. Pengalaman menjadi cornerman membuat Adrian semakin memahami pentingnya posisi tersebut.

“Bukan penting lagi, tapi penting sekali, kakak,” jawab Adrian.

“Jadi teman-teman biasanya suruh Adrian jadi cornerman, karena mereka selalu tertarik dengan Adrian. Maksudnya Adrian kalau fight itu jangan takut-takut, harus nikmati itu permainan. Nikmati, masuk ke ring itu harus joget-joget.”

Seorang atlet memang dituntut untuk siap dan fokus dalam setiap pertandingannya. Yang tak kalah penting, juga harus rileks. Prinsip tersebut diterapkan benar oleh Adrian dalam setiap penampilannya di atas Circle.

“Kita bertarung hanya di atas ring, di bawah kita jadi saudara. Menang kalah tergantung doa siapa yang Tuhan jawab, itu saja. Saya latihan, lawan saya juga latihan. Kita beri tontonan yang baik buat masyarakat, gitu saja,” pungkasnya.

Cara Menyaksikan ONE Championship

ONE Championship siap kembali pada 2021 lewat berbagai aksi bela diri ciamik dari para seniman terbaik. Unduh ONE Super App untuk menyaksikan dan mengikuti perkembangan terbaru dari organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini.